Archive for November 19th, 2007
Ayah dan Ibu
Waktu lagi belajar tadi, teringat akan keluarga dirumah. Ayah, ibu dan adikku. Kenapa tiba-tiba aku teringat mereka? terutama Ayah dan Ibuku. Alasan yang sulit ditemukan mengapa aku selalu mengingat mereka. Kalau sekarang udah ingat, terus mau ngapain?
Kubuka link address webblog ku, akan kutuliskan tentang mereka (Ayah dan Ibu).
Seorang Ayah memegang tanggung jawab yang besar terhadap keluarga. Mulai dari mencari nafkah, memberikan kasih sayang kepada istri dan anak sampai mengurus seluruh kebutuhan keluarga. Peran Ibu bahkan jauh lebih penting (tidak bermaksud mengesampingkan peran Ayah). Walaupun hanya bekerja dirumah, Ibuku adalah orang yang hebat. Dari seisi rumah yang bangun duluan adalah ibu ku, menyiapkan sarapan untuk keluarga ketika kami masih tidur, dan membersihkan rumah ketika kami pergi kesekolah. Mendidik anak-anaknya ketika dirumah dlsb.
Kenapa mereka (Ayah dan Ibu) melakukan semua itu? Tanpa pamrih sedikit pun, mereka melakukan semua itu demi anak-anaknya. Mereka ingin melihat anak-anak mereka menjadi orang yang berhasil, berbudi pekerti dan menjadi orang yang baik tentunya.
Jika orang menilai kita (saya) telah sampai berhasil pada saat ini, itu adalah anggapan yang salah. Saya belumlah berhasil, karena yang berhasil adalah Ayah dan Ibu saya. Merekalah yang telah berhasil mendidik saya untuk menjadi seperti ini. Merekalah yang telah memberikan pelajaran, bimbingan dan arahan sehingga saya sampai pada saat ini. Keberhasilan saya akan ditentukan oleh anak-anak saya kelak. Apakah saya dapat meniru mereka (Ayah dan Ibu) dalam membesarkan putra-putri saya. Waktu itu akan datang kelak (hanya Dia yang maha tau), ujian sebenarnya baru akan dimulai pada saat itu.
Update :
Jika sekarang kita dinilai orang belum berhasil, maka sepenuhnya hal tersebut adalah kesalahan kita. Tidak ada orang tua yang ingin anaknya sengsara dan menderita. Bahkan seorang tukang copetpun tidak ingin melihat anaknya menjadi pencopet. Pernah kenal dengan tokoh “Sand Man” di Spiderman 3? Dia terpaksa melakukan kejahatan karena ingin mengobati anaknya dan ingin melihat anaknya bahagia. Begitu mulianya pengorbanan orang tua untuk anak-anaknya.




