CePaT, aKurAt, TajAm dan terPerCaya
Hal yang paling berperan dalam kasus ini adalah kemajuan teknologi. Dengan adanya teknologi internet, akses telepon seluler dengan data rate yang tinggi (HSDPA, UMTS) bahkan teknologi satelit sangat membantu media massa dalam mencari berita dan menghadirkan bak “segelas kopi hangat” kepada masyarakat. Bahkan dengan hanya akses sms saja berita dapat dipublish kepada masyarakat. Persaingan antara media massa juga menjadi penyebab dari fenomena ini. Ketika terjadi suatu peristiwa, setiap media massa ingin memberikan suguhan yang paling menarik dan paling hangat kepada seluruh pemirsa.
Bisa dibayangkan bagaimana proses perjalanan pemberitaan tersebut yang begitu cepat. Dari kejadian dan fakta-fakta dilapangan, perangkaian kata-kata oleh “kuli tinta” (klo sekarang udah gak pake tinta lagi yah
), editorial dan kemudian disajikan kepada masyarakat. Untuk media elektronik, perkembangan teknologi penjadi tumpuan utama dalam memberikan laporan terbaru kepada msyarakat. Setiap data dilapangan akan disajikan secara langsung kepada pemirsa, jika tidak memiliki siaran langsung… pasti ada headline news setiap jamnya.
Dari sekian banyak media massa (media cetak versi elektronik, red) yang memberikan informasi terbaru, saya terkesan dengan detik.com . Informasi yang ditampilkan sesuai dengan nama yang diusung “detik”. Update berita yang diberikan begitu cepat. Walaupun tidak sebenarnya dalam hitungan detik, tetapi berita yang didapat terhitung sangat cepat. Setiap informasi dilapangan terhadap suatu peristiwa akan ditampilkan langsung pada layar (komputer, notebook, pda dll).
Bukan hanya dalam fenomena kesehatan pak harto saja detik menjadi yang terdepan (versi saya), tetapi untuk berbagai even lainnya. Sebagai contoh… pada perhelatan piala dunia 2006 lalu, detiksport memberitakan setiap pertandingan berdasarkan babak. Kita dapat melihat hasil dari babak pertama suatu pertandingan tanpa menunggu pertandingan tersebut usai. Memang ada satu kelemahan dari media massa (media cetak versi elektronik)… yaitu kebutuhan akan akses internet dari masyarakat yang ingin mengetahui info terbaru.
*Opini ini hanya bersifat pribadi. Tidak ada paksaan dalam penulisannya, dan tidak pula bermaksud untuk mengiklankan suatu produk. Penilaian dilakukan berdasarkan kelebihan fasilitas yang ditawarkan kepada masyarakat. Gambar diambil dari internet.





Tak dapat dipungkiri, detik adalah yang tercepat. Tapi kalau akurat, dan tajam, aku tak setuju. Detik seringkali membuat berita-berita subjektif, pelintiran, dan untuk detikinet, bahkan hoax-pun jadi berita. Untuk kategori terpercaya, sulit sekarang ini memilih media yang murni objektif tanpa membawa kepentingan perusahaan yang memayungi media itu.
galih
Monday, January 14, 2008 at 12:13 pm
idem galih
Ali S Kholimi
Monday, January 14, 2008 at 2:16 pm
@ galih n mas Ali S.Kho : whehe… namanya juga judul
nRa
Tuesday, January 15, 2008 at 12:29 am
sayang detik.com ga ada saingan sehingga fenomena ini mirip saat kita dulu liat TV cuma ada TVRI.
Meskipun jeleknya akaya apa acaranya tetep aja di tonton
ario dipoyono
Tuesday, January 15, 2008 at 1:29 pm
sependapat galih, kadang info yang diberikan blum selalu benar walau update.
aRuL
Wednesday, January 16, 2008 at 3:21 am