Pulau Penyengat

Sultan Riau Grand Mosque
Penyengat Island atau dalam bahasa Indonesianya adalah Pulau Penyengat. Pulau ini menjadi salah satu objek wisata sejarah andalan dari Propinsi Kepulauan Riau – Indonesia. Penyengat, berasal dari kata “Sengat” yang kononnya pada zaman dahulu pulau yang belum berpenghuni ini disinggahi oleh para nelayan/pelaut untuk mendapatkan air bersih. Suatu saat ada seorang nelayan yang sedang asik mengambil air, entah kenapa nelayan tersebut dikejar oleh sekelompok binatang kecil (seperti lebah) yang memiliki sengat. Nelayan tersebut berlari ketakutan sambil meneriakkan kata2 “Penyengat… penyengat… penyengat”. Sejak saat itu, pulau ini dikenal sebagai pulau Penyengat.


Pulau ini terletak hanya sekitar 6 Km laut atau sekitar 15 menit dari kota Tanjung Pinang. Transportasi yang digunakan dari Kota Tanjung Pinang ke Pulau penyengat adalah perahu motor kecil atau yang lebih dikenal dengan sebutan pompong, pompong tersebut dapat memuat kurang lebih 20-30 orang. Ongkos yang diperlukan untuk sekali jalan Rp 5.000,00. Jika ingin menyewa sebuah pompong dalam sekali jalan dikenakan biaya Rp 50.000,00. Sebagai alat transportasi selama di pulau ini, kita dapat menggunakan becak motor. Becak tersebut ditarik dengan menggunakan sepeda motor. Biayanyapun relatif murah, begantung dari tempat yang ingin kita capai. Jika kita ingin menggunakan jasa becak ini untuk mengelilingi pulau, dikenakan biaya Rp 20.000,00.
Pada masa pemerintahan Sultan Riau, pulau penyengat dijadikan markas pemerintahannya ditanah melayu. Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya peninggalan-peninggalan sejarah pada masa lalu. Selain sebagai markas pemerintahan, pulau penyengat juga menjadi benteng terdepan dalam menghadang serangan penjajah Belanda.
Sultan Riau yang terkenal adalah Sultan Riau IV dengan gelarnya Raja Haji Fisabilillah. Beliau merupakan pahlawan nasional yang membela tanah melayu dalam peperangan melawan tentara Belanda. Pulau penyengat juga merupakan sebuah mahar (mas kawin) dari Sultan Mahmud yang merupakan keturunan dari Raja Haji Fisabilillah kepada Raja Hamidah a.k.a Engku Putri. Hampir seluruh keturunan raja-raja tersebut dimakamkan dipulau ini. Hal ini dapat kita lihat dari banyaknya makam raja-raja di berbagai tempat dipulau ini.


Makam Raja-Raja Riau (Kiri), Makam Raja Ali Haji (Kanan)
Selain pahlawan peperangan melawan penjajah Belanda, negeri melayu Riau juga memiliki seorang pahlawan nasional dalam bidang sastra dan bahasa Indonesia. Raja Ali Haji begitulah masyarakat Riau mengenalnya. Raja Ali Haji merupakan pujangga terkenal dengan hasil karyanya Gurindam 12. 12 pasal syair melayu yang berisikan petuah dan ajaran kepada seluruh umat manusia untuk saling hormat-menghormati, toleransi dan berbuat baik kepada sesama. Selain itu juga terdapat pesan-pesan agama Islam yang memberikan ajaran kepada pemeluknya.

Makam Raja Hamidah a.k.a Engku Putri
Sebagai salah satu objek wisata budaya, hal yang dapat dilihat dari Pulau Penyengat adalah keindahan Mesjid Raya Sultan Riau. Mesjid tersebut kononnya merupakan sebuah istana yang dibangun tanpa semen. Bahan utamanya adalah batu bata yang dibuat dari tanah liat dan dilekatkan dengan putih telur. Untuk mewarnai mesjid tersebut digunakan kuning telur. Alhasil mesjid tersebut masih berwarna kuning hingga saat ini. Memang untuk saat ini pengecetan tidak lagi dilakukan dengan menggunakan bahan dasar telur. Penduduk setempat mengatakan bahwa, mesjid tersebut tidak akan pernah penuh walaupun digunakan oleh banyak kalangan untuk melakukan ibadah. Sebagai sebuah istana yang tidah terlalu megah, memang ukuran mesjid ini tidak terlalu besar. Setiap hari jumat banyak wisatawan yang menyempatkan diri untuk sholat dimesjid ini, selain penduduk lokal tentunya.

Benteng Bukit Kursi
Bukti dari pusat pertahanan semasa peperangan dapat dilihat dari adanya sebuah benteng diatas bukit. Benteng tersebut terkenal dengan nama Bukit Kursi. Sebagai sebuah pusat pertahanan, benten ini memiliki beberapa buah meriam yang menghadap kelaut. Meriam-meriam tersebut sangat strategis letaknya, yang setiap saat siap diledakkan jika kapan musuh mendekat.

Balai Adat Pulau Penyengat
Satu lagi peninggalan sejarah yang dapat kita kunjungi adalah Balai Adat. Balai Adat merupakan tempat penyimpanan perkakas-perkakas raja dan tuan putri. Balai ada ini juga memiliki pelaminan tempat dilangsungkannya pesta pernikahan. Menurut masyarakat setempat, dibawah balai ada ini terdapat sebuah sumur yang memiliki mata air jernih dan dari dahulu hingga sekarang ukuran airnya tidak pernah berkurang sedikitpun.
Sumber lain :





wuih.. liputannya mantabz, bro..
tambah sakti ae rek ilmu photography-ne..
EL
Thursday, August 28, 2008 at 9:55 pm
kalo ke masjid raya sultan riau kaya’nya enak tuh ndra…
tinggal bawa nasi sama sambel, makan pake lauk telur dadar segede mesjid…
dzaia-bs
Thursday, August 28, 2008 at 10:10 pm
uda pernah maen kesana belom? pinter fotografi nya?
rika wardhani
Friday, August 29, 2008 at 10:00 am
upss..maaf, setelah baca profile, ternyata dirimu memang tinggal di tanjung pinang tho??hehehe maap….
rika wardhani
Friday, August 29, 2008 at 10:04 am
@ EL : suwun bro, nah yang jadi masalah kuwi… ilmu kuliah e gak dapet
, malah dapet ilmu photography … hehehe
@ dzaiai-bs : wkkkk … loe bisa aja jay, mulai saat ini bakalan inget makanan indo neh
@ rika : yup … kampung halaman ane emang di Tanjung Pinang, tapi sekarang lagi merantau kenegeri orang. Salam kenal.
nRa
Friday, August 29, 2008 at 11:06 am
indah banget yak temaptnya…
aRuL
Friday, August 29, 2008 at 7:49 pm
wahhhh keren betul pemandanganya. sip informasinya mas
ada satu lagi alternatif berwisata
Gelandangan
Friday, August 29, 2008 at 11:16 pm
@ arul : iya … klo menurut saya indah banget, apalagi bagi turis yang seneng sama wisata sejarah/budaya. waktu masih smp sering banget maen kesini
@ gelandangan : iya, pemandangannya indah … i love ocean
nRa
Saturday, August 30, 2008 at 1:54 am
Awane mbuk kapakne ndrak? Kok koyo kekurangan warna ngono? Input level-e terlalu under ya? Balai adatnya keren…
galih
Saturday, August 30, 2008 at 6:42 pm
@ galih : cuma editing level and HDR, awane gelap mungkin karena terlalu panas… ngambilnya disiang bolong, terus diedit jadi HDR … makane gelap.
nRa
Monday, September 1, 2008 at 12:51 am
Waow..bagus yah..keren foto2nya!! wah bener2 desaku yg kurindukan dong..hehe..
Btw…aku nagih reportase pas di surabayanya mana nih?
ulliee
Friday, September 5, 2008 at 9:48 am
wahh…kangennn..kpn ya bisa ke pinang lagi??
Dy
Friday, October 10, 2008 at 3:08 pm
@ Dy : klo kepinang kasih2 kabar yah, sapa tau kk juga lagi dipinang.
nRa
Friday, October 10, 2008 at 7:24 pm
saya penah melakukan perjalanan dari ambon, jakarta, bandung,batam,tnjung pinang en balik batam,jakarta, ambon………………………………………………………..indonesiaku indah, di tunggu liputan perjalannya yang lain, en kalau sempat tengoklah kapulauan di timur indonesia, indah banget?????????????????? sumpah, he
jumarni ely
Sunday, December 14, 2008 at 10:08 am
nRa, di Tanjungpinang, tepatnya saya tinggal di Kampung Datuk, Penyengat. Kalau kamu jalan jalan ke Penyengat, singgah ya ke rumah saya. Biar kita berkenalan lebih dekat. Tapi sebelum ke rumah kasih tahu ya. Oh ya, Insya Allah tanggal 25 April 09 saya sudah berada kembali di rumah. Sekarang masih di Ibukota.
Said Mukadam
Friday, April 17, 2009 at 8:12 am
@ pak said : insyaAllah pak … klo ada waktu saya sempatkan singgah kerumah.
nra
Friday, April 17, 2009 at 2:41 pm
saye nak komen ye…bagi encik encik puan puan yang nak pegi kepulau penyengat. jangan cabul ye kalau becakap. karne kite harus menghargai bahwe tempat itu sangat bersejarah…kunjungilah, karene tempat itu sangat cantik,saye asli dari kepulauan riau…salam kenal ye
norita
Sunday, May 31, 2009 at 1:21 pm
Hai… asli saye sawang kundur,, saye termasuk masyarakat yang cinte dengan kebudayaan. bagi ancuk-ancuk dan puan-puan, mari same-same kite jage keindahan pulau kite,,,yeeeee kalo bukan kite lalu siape gi….
A'Y # 006
Sunday, May 31, 2009 at 1:29 pm
Hai… asli saye sawang kundur,, saye termasuk masyarakat yang cinte dengan kebudayaan. bagi ancik-ancik dan puan-puan, mari same-same kite jage keindahan pulau kite,,,yeeeee kalo bukan kite lalu siape gi….
A'Y # 006
Sunday, May 31, 2009 at 1:30 pm
Hai… asli saye sawang kundur,, saye termasuk masyarakat yang cinte dengan kebudayaan. bagi encik-encik dan puan-puan, mari same-same kite jage keindahan pulau kite,,,yeeeee? kalo bukan kite lalu siape gi….
A'Y # 006
Sunday, May 31, 2009 at 1:32 pm
Assalamualaikum .w.b
Saya belum pernah sampai ke Pulau Penyengat….Hajat di hati memang nak pergi ke sana….doakan saya yer para sahabat semua…..
Niat di hati nak ziarah keturunan saya itu saja
Tg Intan
tg intan
Wednesday, June 24, 2009 at 12:22 pm
Jika ada sesiapa yang ingin berkongsi pengalaman ataupun dari keturunaan Bonda Engku Raja Hamidah silakan antar e-mail ke alamat di atas.
Saya ingin sekali menyambung selaturrahim antara kita…lebih2 lagi dari keturunan yang sama
tg intan
Wednesday, June 24, 2009 at 12:24 pm
sungguh indah bumi ku pijax…………tanah melayu namay………….sungguh indah pemandangan alamnya
kepulauan riau kota berazam dan berbudaya.
asnawatiningsih
Thursday, December 3, 2009 at 10:12 pm
lucu juga asal muasal namanya.
anggayasha
Thursday, December 10, 2009 at 1:05 am