Kabupaten Kepulauan Anambas – KKA (Bagian 1)

Siantan Tarempa [Flickr]
20 tahun lamanya tidak melihat kampung halaman ditanah kelahiran, 20 tahun lamanya tidak mengunjungi sanak saudaran ditanah kelahiran. Akhirnya liburan kemaren saya mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi tanah kelahiran saya yang telah lama saya tinggalkan. Tarempa … itulah nama sebuah tempat dimana saya dilahirkan lebih kurang 24 tahun yang lalu, saya hijrah ke Tanjung Pinang saat usia saya masih 4 tahun, kemudian sebelum menginjakkan kaki ke bangku sekolah dasar saya sempat pulang sebentar… tapi hanya transit untuk mengunjungi kampung halaman ibu saya di Midai. Semenjak saat itu saya tidak pernah pulang lagi untung menjenguk sanak saudara disana.
Sebelumnya mungkin kita pernah mendengan dengan sebutan Pulau Tujuh, gugusan kepulauan yang berada di Kepulauan Riau. Nah… salah satu dari kepulauan itu adalah Kepulauan Anambas yang terkenal dengan beberapa daerah seperti Siantan a.k.a Tarema, Jemaja a.k.a Letung dan Payaklaman a.k.a Matak. Klo mau saya jelaskan satu persatu gugusan pulau tujuh ini … mungkin hingga thesis saya selesai, belum tentu saya akan dapat merampungkan cerita tentang Ke-tujuh kepulauan itu. Saya hanya akan membahas tiga daerah dari kepulauan Anambas ini saja, Tarempa, Letung dan Matak. Baiklah … cerita ini akan saya ceritakan melalui perjalanan saya sehari-hari disana. Dimulai ketika proses keberangkatan hingga akhirnya saya harus pulang lagi ke Tanjung Pinang.
Perjalanan menuju Tarempa dapat ditempuh dengan 2 cara. Cara yang pertama adalah menggunakan transportasi laut. Kapal Pelni yang berangkat setiap 2 minggu sekali dapat kita gunakan. Alternatif kapal lainnya adalah Kapal Perintis yang memiliki 2 rute, sehingga waktu keberangkatannya tidak tetap. Perjalanan menggunakan kapal biasanya memakan waktu selama 18-20 jam. Cara yang kedua tentunya menggunakan transportasi udara, dengan menaiki pesawat dari Tanjung Pinang atau Batam. Pesawat dari Tanjung Pinang hanya menuju bandar udara Natuna sedangkan pesawat dari Batam dapat menuju bandar udara Natuna dan Matak. Mo lewat jalan darat? …. jangan pernah berharap yah
Liburan kemaren kebetulan saya menggunakan kapal Pelni yang berangkat dari pelabuhan Kijang menuju Tarempa. Rute dari kapal pelni ini dapat menempuh seluruh perjalanan di pulau tujuh. Setelah 15 jam perjalanan kapal memasuki perairan Jemaja Letung, disini kapan tidak dapat berlabuh dipelabuhan. Kapal pelni ini hanya berlabuh jangkar dilaut, penumpang yang akan turun diharuskan menaiki kapal motor kecil alias pompong. Tepat 3 jam setelah berangkat dari Letung, kapal pelni berlabuh di pelabuhan Tarempa. Kebetulan sampe sana pukul 23.00 wib, jadi sampe rumah langsung K.O.

Tarempa from Mountain [Flickr]
Kepulangan saya kekampung halaman ini bertepatan dengan acara sukuran dalam rangka terbentuknya Kabupaten Kepulauan Anambas. Dahulunya daerah ini hanyalah sebuah kecamatan dibawah kabupaten Natuna. Pembentukan kabupaten baru ini disambut gembira oleh seluruh lapisan masyarakat disana, sehingga diadakanlah acara sukuran. Nantinya akan saya cerita lebih lanjut tentang syukuran KKA ini.
Kehidupan masyarakat didaerah ini dimulai pada pagi hari, ada juga kegiatan dimalam hari tetapi tidak terlalu ramai. Hal tersebut dikarenakan sebagian besar penduduk bermata pencarian nelayan. Setelah sholat subuh saya pun keluar rumah untuk menghirup udara pagi yang segar, setelah menoleh kiri dan kanan, ternyata didepan rumah ada pasar ikan. Pasar ikan ini sangat ramai dipagi hari, karena hampir seluruh warga datang untuk membeli hasil tangkapan para nelayan yang masih fresh.

Perahu nelayan yang sedang parkir [Flickr]
Mungkin orang-orang disana pada bingung … nih anak pagi2 udah bawa kamera dan yang difoto malah pasar dan tukang ikan
. Saya sempat dibilang wartawan … hehe
, maklum orang-orang mungkin sudah tidak mengenali saya lagi. Hari ini misi yang harus dijalankan adalah mengunjungi seluruh rumah sanak saudara saya. Boleh dibilang, keluarga saya adalah keluarga besar. Ayah saya memiliki 9 saudara dan ibu saya 11 bersaudara. So, saya memiliki banyak paman dan bibi. Belum lagi saudara dari kakek dan nenek saya, alias saudara-saudara sepupu saya. Klo boleh dibilang, mau kemana aja di Tarempa ini masih ada hubungan saudara. Karena banyaknya saudara-saudara saya, saya sudah hampir tidak ingat kepada mereka semua. Hanya yang beberapa saja yang masih saya kenal. Mungkin inilah nasib dari seorang anak rantau yang jauh dari keluarga. Setiap ada acara kumpul-kumpul keluarga besar saya tidak dapat mengikutinya. Begitu juga dengan pernikahan sepupu saya pada waktu bulan Juli lalu.





Seneng banget moco crito crito pulau pulau di indonesia sing jarang dimuat .., alami banget .., nontok fotomu nang flicker tambah pinter ae teknik fotografimu nDra ..,
, aku wes kelangan mood motret ,
kapan lulus ? mari ngono terus nang kono ?
salam
ww
WW
Tuesday, September 30, 2008 at 12:46 pm
@ Pak Was : insyaAllah tahun depan lulus master pak. Sekarang lagi nyelesaiin thesis. Sepertinya mau balik ke Indo aja pak, udah kangen sama masakan Indonesia
nRa
Tuesday, September 30, 2008 at 10:46 pm
Tahniah buat dinda nRa yg sedang berjuang melanjutkan
studi di LN,beri motivasi kpd adek2 sekampong spy
mengikuti jejak dinda dkk lainnye.Kami bersame seluruh
masyarakat KKA telah berjuang melahirkan KKA yg sebelumnya
dalam 10 orang sulit menemukan 1 orang yg ‘percaya’kalau
KKA mampu lahir menjadi daerah otonom baru (DOB).kami
bersama masyarakat KKA terus melanjutkan perjuangan
menyelaraskan pembangunan KKA demi kesejahteraan masy-nya
sesuai cita2 mulia perjuangan.Bantu kami dgn percikan
ilmu pengetahuan yg dinda dkk generasi belia KKA dapatkan
di setiap ayunan asa.salam kenal,sukses selalu ya,trmksh.
(Wann Sarros-Sekjen BP2KKA:Rakyat Berjuang Kami Menggalang.
wann sarros
Tuesday, July 7, 2009 at 5:26 pm
[...] saatnya melanjutkan kisah perjalanan saya selama dikampung halaman. Masih ingat yang bagian pertama? klo gak ingat silahkan mampir [...]
Letung, Matak & Langir (Bagian 2) « Catatan Kecil
Saturday, October 11, 2008 at 1:33 pm
AnaMBas …..
KeYen Juga….
Yana & wenlya
Wednesday, October 22, 2008 at 8:50 pm
Sy pernah tugas di Tarempa kurang lebih 1,5 tahun 2006 s/d 2007 sangat berkesan dengan potensi keindahan alam lautnya. dengan telah menjadi kabupaten saya berharap masyarakat lebih maju dan sejahtera, demikian juga sebagai daerah kepulauan, pembangunan ke depan hendaknya tetap memperhatikan konsep wilayah kepulauan. Sarana dan Prasarana transportasi di tingkatkan jangan memaksakan pembangunan wilayah daratan. pariwisata bahari dikembangkan, manfaatkan kedekatan jarak dengan singapura dan malaysia
Kade
Monday, December 1, 2008 at 1:35 pm
perjalanan yang dapat menggambarkan bahwa indonesia adalah negara kepulauan yang kaya, indah en banyak lagi sehingga kita patut bersyukur atas apa yang diberikan Allah SWT …………………………………………………semoga dengan adanya pemekaran tidak menjadi lahan meraup keuntungan dari segelintir orang yang menjual kekayaan bangsa dengan mengatas namakan peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat……………………………………………..semoga,
jumarni ely
Sunday, December 14, 2008 at 9:32 am
saye asli org tpa….skrg saye agek kul kot pontianak…..tpa memang mantap abis…..
I Love u Terempa…………………………………
kangen balek tpa ne…..
ferdi
Thursday, February 12, 2009 at 1:51 pm
saye nak ucapkan terima kaseh. saye lah 10 th lebom balek terempa, saat saye bace artikel tetang terempa (perjalanan sahabatku) , saya sampe memeteskan air mata, rasa rindu begitu dalam untuk pulang ke kampung halaman (terempa),
maaf bahasa melayu saye lah banyak hilang
lody
Wednesday, April 1, 2009 at 4:37 pm
tambah lagi dung foto terempanya. saya kangen banget sama terempa udah 13 tahun gak pernah pulang terempa………
ujang
Sunday, April 12, 2009 at 1:15 pm
Pasti perjalanan yang sangat mengesan karna sdh 20 tahun ngga pulkam. Anambas betul2 bagaikan mutiara di ujung utara, kalo dikelola dengan benar kelak bisa jadi kayak Singapura. Mungkin ngga ya?…Buat kawan2 asal Anambas lihat juga blog saya di http://putraanambas.blogspot.com.
Diezra
Tuesday, April 14, 2009 at 10:01 pm
terempa sayang….nak balek oiiii…rinduk beno ne,,,,,
dari anak terempa yang masih menuntuk ilmu di palembang..
salam untuk emak,ayah,adik-adik,,sepupu,,mak ngah,,ayah alang,,,orang-orang pasa,,,orang-orang orkes melayu seroja,,,,kangeeeeeeeeee…nnnnnnn
hikhz7
gayatri
Monday, April 27, 2009 at 3:14 pm
MARE KITE BEJUMPOK
PARMAN
Wednesday, May 27, 2009 at 10:49 pm
Terempa memang indah, indah alamnya, budaya dan budi pekerti masyarakatnya.
Azry Casn
Sunday, May 10, 2009 at 6:02 pm
Aku Putra Jemaja udah lama di Pontianak,Pingin juga pulang tapi,………..
Adnan
Sunday, May 17, 2009 at 1:05 am
APO KOBO KAWAN KAWAN SAYE NI ANAK TELAGE SUDAH HAMPIR 12 TAHUN TIDAKPULANG KANGEN SEKALI SAYE AMAE KAMPUNG SAYE KEBETULAN TAREMPA KOTA SEKOLAH SAYE, KANGEN RASENYE DGN KAWAN KAWAN SEKOLAH DAN PAMPUNG.KEBETULA SAYE DENGO TAREMPA SUDAH MENJADI KABUPATEN ANAMBAS MUDAH MUDAH BERTAMBAH MAJU UNTUK ANAK ANAK DAERAH AMAMBAS APE AGE DAERAH TELAGA YANG JAUH DARI TEKNOLOGI MAUPUN INPORMASI BERJUANG LAH ANAK TELAGE BUAT KAMPUNG KAMU JADIKAN TEMPAT KAU DUNIA PENDIDIKAN YANG BAIK
PARMAN
Wednesday, May 27, 2009 at 10:43 pm
KALAU ADE POTO POTO KAMPUNG KITE ISI LAH YANG BONYOK BONYOK BIO KITE PADE SNANG SEMU, KAWAN DIMANE KAH KITE BISE BERGABUNG
PARMAN
Wednesday, May 27, 2009 at 10:46 pm
Tertarik dengan Tarempa dan Kab Kep Anambas, adakah yang dapat memberi informasi utk dapat penginapan atau apapun sehingga saya dapat tinggal bermalam beberapa waktu di Tarempa sambil melihat-lihat apa yang dapat dilakukan utk berbisnis di Tarempa.Kalau mungkin dengan harga sewa permalam dstnya.
Yang khas dari Tarempa atau Anambas sangat menjadi kegemaran saya.
Terima kasih .
usman husein
Thursday, July 16, 2009 at 7:49 pm
@ usman : klo ke Tarempa didaerah tanjung ada penginapan yang lumayan bagus, didaerah pelabuhan juga ada penginapan. Tarempa tidak terlalu besar, silahkan bertanya pada masyarakat sekitar untuk mencari penginapan. pasti akan diberikan informasi sesuai yang diharapkan. Selamat berkunjung ke Tarempa.
nra
Wednesday, July 22, 2009 at 8:48 am
Send my hello to all anambas regency people. Please come to Tarempa back cose u are very very important for this regency. Please help the goverment to settle this area.
Thanks
Rusdi
Thursday, August 13, 2009 at 2:18 pm
@ rusli : terime hasih pak Rusli, telah sudi mampir dirumah saye ini. Sekali lagi terime kasih. Mungkin saye tak dapat banyak bantu dengan pembangunan tarempa nih sekarang, suatu saat nanti … ingi juge memberikan kontribusi pade tanah kelahiran ini. Dengan orang2 yang mumpuni sekarang ini, saye yakin pemerintahan di Tarempa dapat berjalan dengan baik. Asalkan semua visi dan misi pembangunan dapat dilaksanakan sesuai aturan. Siape saje pasti bise membangun KKA yang dapat mensejahterakan rakyatnye.
nRa
Sunday, August 16, 2009 at 8:37 pm
kawan kawan ada yang tau cara kirim barang dalam jumlah besar/container frezer langsung ke tarempa,kalau ada yang bisa/tau tolong kasi info ke uwsakigawa76@gmail.com/bmjayaperkasa@gmail.com or
021-93401949/081574821120
anto
urgent please
sutrisno
Saturday, October 3, 2009 at 1:02 pm
Mantappppppppppppppp. Welcome to Anambas Islands
Anambas Islands
Tuesday, October 20, 2009 at 12:24 pm
Senang dengar Anambas jadi Kabupaten. Sukses deh, bangun Anambas.
Saya hanya ingin mengetahui potensi wisata anambas. Tolong bantu saya ya ? Thank you
usman husein
Monday, November 16, 2009 at 7:55 pm