Archive for April 7th, 2009
Politik adalah sahabatku
Dahulu orang sering berkata, ibu kota lebih kejam dari pada ibu tiri. Ternyata sekarang ada yang lebih kejam daripada ibu kota. Ya, politik adalah jawabannya. Politik tidak hanya kejam diibu kota, dikelurahan, kecamatan, kabupaten hingga propinsi politik bisa menjadi sahabat yang sangat kejam. Bahkan sampai keluar negeri sekalipun … politik membabat habis musuh-musuhnya, menghancurkan semua yang tidak sesuai dengan kepentingannya. Bak perkataan orang tua terdahulu, politik itu memang kejam.
Saking kejamnya sang politik, dapat membuat orang yang telah lama bersahabat menjadi bermusuhan selama sisa hidupnya. Alkisah hidup dua orang yang telah bersahabat sejak kecil, teman sepermainan, selalu masuk sekolah yang sama dan akhirnya juga memilih jalan untuk bernafkah secara bersama-sama. Setelah sekian puluh tahun bersahabat, tibalah era reformasi melanda negeri ini. Banyak partai bermunculan, membuat semua orang memiliki arah “hidup” yang baru. Bak cendawan dimusim hujan, partai-partai bermunculan keatas permukaan. Tentu saja partai-partai tersebut membutuhkan kader untuk menjalankan roda kepartaiannya. Kedua orang yang telah dianggap sebagai orang yang dituakan pada daerah tersebut memilih untuk mengambil jalan yang berbeda. Si A mengusung lambang hewan dan Si B mengusung lambang tumbuh-tumbuhan. Dari sinilah persahabatan itu mulai luntur. Awalnya masih bertegur sapa, seperti sedia kala. Hari berganti hingga suasana mendekati pemilihan umum akan tiba. Bukan hanya tidak bertegur sapa, tetapi sudah melontarkan kata-kata yang kurang enak didengar kepada mantan sahabatnya. Si A mengatakan sesuatu tentang Si B dan Si B juga berbuat sebaliknya. Begitulah sekelumit cerita tentang dua orang sahabat dalam politik.
Beberapa hari lagi negara kita akan melaksanakan pesta demokrasi. Pesta yang akan menentukan nasib bangsa ini 5 tahun kedepan. Pesta dimana dan kemana negara kita akan dibawa kepada orang-orang yang kita berikan kepercayaan. Bukannya itikad baik yang bermunculan, tetapi malah banyak kejadian yang tidak enak dipandang mata yang tampak. Dahulunya kita bersama-sama menjalankan kegiatan, sekarang telah terpecah belah karena berbeda bendera dan kepentingan. Sungguh ironis, nasib kita saat ini.
Itulah politik, permainan yang dapat menghilangkan arti sebuah persabahatan. Semoga politik dinegara ini akan tumbuh menjadi lebih dewasa dari waktu ke waktu, amin.




