Catatan Kecil

LiVe is SimPle… makE a choiCe, doN’t Look bAck, and Do yoUr beSt.

Hongkong – Beijing (Bagian 3)

with 7 comments

Dinginnya suhu Beijing dan Ski resort area

Hari-hari berikutnya selama lebih kurang seminggu akan kami lalui dikota besar ini. Setibanya di Beijing west station, kami berlima dijemput oleh Mr. Chang untuk diantarkan kerumah abangnya Deari, Chicco Mutaqin. Sebelumnya kami sempat mengambil beberapa video tentang kedatangan di Beijing west station, kami berlima telah menggunakan pakaian yang super tebal, hehehe. Suhu di Beijing saat itu adalah nol derajat. Lebih dari satu jam perjalanan menggunakan mobil, akhirnya kami tiba di US Federal apartment. Sebuah apartment dikawasan Chaoyang, komplek kedutaan negara-negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan China.

Sore itu, Beijing terasa sangat dingin bagi kami berlima. Setelah beristirahat sejenak, makan malam dan membersihkan diri. Kami memutuskan untuk menggeledah area disekitar tempat kami tinggal. Berjalan yang tak memiliki arah dimalam hari yang dingin, sungguh pengalaman yang tak terlupakan. Sisa-sisa salju masih berserakan dipinggiran jalanan kota Beijing. Akhirnya dapat juga memegang dan merasakan salju, walaupun hanya sisa dipinggiran jalan.

Keesokan harinya, kami dijemput oleh Mr.Chang dan diantar ketempat wisata  Yu Fon Shan Ski resort. Perjalanan menggunakan mobil sekitar 1 jam 30 menit. Tiket masuk kearea ski sebesar RMB 20 dan biaya sewa peralatan ski adalah RMB 140 untuk 2 jam. Kelebihan dari waktu yang telah ditentukan akan dikenakan biaya tambahan per sepuluh menit sebesar RMB 20.

Dengan segala keterbatasan kemampuan dan kesempatan pertama untuk mencoba papan ski, kami begitu antusias untuk langsung mencobanya. Kesan pertama? susaaaaaaahhhhhhhhh … hehehehehe. Bahkan untuk memasang papan ski pada sepatu khusus yang telah dipakai, harus menghabiskan waktu hingga setengah jam :D . Setelah mencoba untuk beberapa waktu, akhirnya memberanikan diri meluncur dari ketinggian yang paling landai ^^.

Disinilah semua kesenangan dimulai, dengan keterbatasan kemampuan dan keinginan yang besar akhirnya ski diluncurkan dari atas bukit. Tiba dibawah, ternyata ada satu pelajaran yang belum dipelajari, yaitu cara memberhentikan laju ski, hahahaha. Walhasil, apa yang ada didepan kita tubruk, atau menjatuhkan diri kedataran salju ^^. Benarlah hal ini menjadi suatu pengalaman yang mengasikkan. Ketika kita bermain ski, tidak akan terasa dingin, karena tubuh kita melakukan aktifitas yang banyak. Seperti olahraga lainnya, tubuh akan mengeluarkan keringat.

Setelah selesai bermain salju, saatnya mengisi perut yang kosong. Disarankan oleh abangnya Deary (Chicco), untuk  mencoba menu masakan ala Singapore di Beijing. Letak restoran tersebut masih dekat dengan KBRI Beijing. Harga yang ditawarkan bervariasi antara RMB 10 hingga RMB 60. Perut telah terisi, saatnya mengistirahatkan badan dan kembali ke apartment.

Malam harinya diajak jalan-jalan melihat keindahan kota Beijing oleh Chicco. Toyota Starlet dua pintu tahun 96, bisa memuat 6 orang ^^.  Bahkan tukang parkir sampai bingung melihat penumpang yang tak kunjung habis saat keluar mobil sekecil itu.

Suhu dingin didepan US Federal apartment

Tempat tinggal selama di Beijing. Thanks to Chicco.

Skier pemula

Kawasan 3.3 mall Beijing

Bersambung … (bagian 4)

About these ads

Written by nRa

Wednesday, February 17, 2010 at 2:52 am

7 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Aih..masih “to be continuou” ya, nra ….?
    Panjang bener perjalanannya…he..he..

    sip-lah..selamat ber-salju-salju ria, deh… :D

    Putri

    Friday, February 19, 2010 at 7:57 am

    • masih put, masih banyak chapternya, hehehe :)

      nRa

      Friday, February 19, 2010 at 8:09 pm

  2. Aku ngikuti ceritanya mas kekeke…

    Lo

    Friday, February 19, 2010 at 8:53 pm

  3. Nara….Salah kenal….aku baca semua perjalan kalian ke Beijing via Hongkong. Kita rencana tahun depan mei kesana…pertanyaan kami, apakah kalian pakai Kereta T98 dari Kowloon ke Beijing?

    Dan bagaimana cara beli tiketnya…soalnya tak baca2 diinternet kita mesti 5 hari sebelum perjalanan sudah harus beli tiketnya, sementara kalian bisa langsung beli di stasiun. Dan bagaimana taunya jadwal kerete tersebut karena infonya hanya dibilang 2 hari sekali jalan, jangan sampai kita menginap di kowloon seperti kalian….supaya hemat waktu. Ditunguu jawaban dan tulisan selama di Beijingnya.

    ida haryuni

    Monday, October 18, 2010 at 1:33 pm

  4. malam, mau tanya doonk… di beijing dapet tour guidenya berikut mobilnya gmn caranya yaa? harganya gmn?
    thx yaa :)

    jefry

    Monday, December 20, 2010 at 3:21 am

  5. Terima kasih cerita dan informasinya, salam kenal

    Golahraga

    Tuesday, April 19, 2011 at 1:40 am

  6. [...] Bersambung … (bagian 3) [...]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 34 other followers

%d bloggers like this: