<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Catatan Kecil</title>
	<atom:link href="http://nra402.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nra402.wordpress.com</link>
	<description>LiVe is	SimPle... makE a choiCe, doN’t Look bAck, and Do yoUr beSt.</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Nov 2009 18:42:03 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='nra402.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/ddc89b7e6f7c156c27a07074680e6741?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Catatan Kecil</title>
		<link>http://nra402.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Sholat Jumat di Hari raya Idul Fitri / Idul Adha</title>
		<link>http://nra402.wordpress.com/2009/11/26/sholat-jumat-di-hari-raya-idul-fitri-idul-adha/</link>
		<comments>http://nra402.wordpress.com/2009/11/26/sholat-jumat-di-hari-raya-idul-fitri-idul-adha/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 18:39:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nRa</dc:creator>
				<category><![CDATA[al-Islam]]></category>
		<category><![CDATA[idul adha]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Fitri]]></category>
		<category><![CDATA[sholat jumat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nra402.wordpress.com/?p=606</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: KH. M. Shiddiq Al-Jawi
1. Pendahuluan
Seperti kita ketahui, terkadang hari raya Idul Fitri atau Idul Adha jatuh pada hari Jumat. Misalnya saja yang terjadi pada tahun ini (2009), Idul Adha tanggal 10 Dzulhijjah 1430 H akan jatuh pada hari Jumat 27 Nopember 2009. Di sinilah mungkin di antara kita ada yang bertanya, apakah sholat Jumat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nra402.wordpress.com&blog=1728099&post=606&subd=nra402&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Oleh: KH. M. Shiddiq Al-Jawi<br />
1. Pendahuluan</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti kita ketahui, terkadang hari raya Idul Fitri atau Idul Adha jatuh pada hari Jumat. Misalnya saja yang terjadi pada tahun ini (2009), Idul Adha tanggal 10 Dzulhijjah 1430 H akan jatuh pada hari Jumat 27 Nopember 2009. Di sinilah mungkin di antara kita ada yang bertanya, apakah sholat Jumat masih diwajibkan pada hari raya? Apakah kalau seseorang sudah sholat Ied berarti boleh tidak sholat Jumat? Tulisan ini berusaha menjawab pertanyaan semacam itu dengan melakukan penelusuran pendapat ulama, dalil-dalilnya, dan pentarjihan (mengambil yang terkuat) dari dalil-dalil tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Para ulama berbeda pendapat mengenai hukum shalat Jumat yang jatuh bertepatan dengan hari raya, baik Idul Fitri maupun Idul Adha. Dalam kitab Rahmatul Ummah fi Ikhtilaf Al A`immah karya Imam Ad Dimasyqi, disebutkan bahwa :</p>
<p style="text-align:justify;">“Apabila hari raya bertepatan dengan hari Jumat, maka menurut pendapat Imam Asy Syafi’i yang shahih, bahwa shalat Jumat tidak gugur dari penduduk kampung yang mengerjakan shalat Jumat. Adapun bagi orang yang datang dari kampung lain, gugur Jumatnya. Demikian menurut pendapat Imam Asy Syafi’i yang shahih. Maka jika mereka telah shalat hari raya, boleh bagi mereka terus pulang, tanpa mengikuti shalat Jumat. Menurut pendapat Imam Abu Hanifah, bagi penduduk kampung wajib shalat Jumat. Menurut Imam Ahmad, tidak wajib shalat Jumat baik bagi orang yang datang maupun orang yang ditempati shalat Jumat. Kewajiban shalat Jumat gugur sebab mengerjakan shalat hari raya. Tetapi mereka wajib shalat zhuhur. Menurut ‘Atha`, zhuhur dan Jumat gugur bersama-sama pada hari itu. Maka tidak ada shalat sesudah shalat hari raya selain shalat Ashar.”</p>
<p style="text-align:justify;">Ad Dimasyqi tidak menampilkan pendapat Imam Malik. Ibnu Rusyd dalam kitabnya Bidayatul Mujtahid menyatakan pendapat Imam Malik sama dengan pendapat Imam Abu Hanifah. Disebutkannya bahwa,“Imam Malik dan Abu Hanifah berpendapat,”Jika berkumpul hari raya dan Jumat, maka mukallaf dituntut untuk melaksanakannya semuanya….”</p>
<p style="text-align:justify;">Berdasarkan keterangan di atas, jelaslah bahwa dalam masalah ini terdapat 4 (empat) pendapat :</p>
<p style="text-align:justify;">Pertama, shalat Jumat tidak gugur dari penduduk kota (ahlul amshaar / ahlul madinah) yang di tempat mereka diselenggarakan shalat Jumat. Sedang bagi orang yang datang dari kampung atau padang gurun (ahlul badaawi / ahlul ‘aaliyah), yang di tempatnya itu tidak dilaksanakan shalat Jumat, gugur kewajiban shalat Jumatnya. Jadi jika mereka –yakni orang yang datang dari kampung — telah shalat hari raya, boleh mereka terus pulang, tanpa mengikuti shalat Jumat. Inilah pendapat Imam Syafi’i. Ini pula pendapat Utsman dan Umar bin Abdul Aziz.</p>
<p style="text-align:justify;">Kedua, shalat Jumat wajib tetap ditunaikan, baik oleh penduduk kota yang ditempati shalat Jumat maupun oleh penduduk yang datang dari kampung. Ini pendapat Imam Abu Hanifah dan Imam Malik. Jadi, shalat Jumat tetap wajib dan tidak gugur dengan ditunaikannya shalat hari raya.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketiga, tidak wajib shalat Jumat baik bagi orang yang datang maupun bagi orang yang ditempati shalat Jumat. Tetapi mereka wajib shalat zhuhur. Demikian pendapat Imam Ahmad.</p>
<p style="text-align:justify;">Keempat, zhuhur dan Jumat gugur sama-sama gugur kewajibannya pada hari itu. Jadi setelah shalat hari raya, tak ada lagi shalat sesudahnya selain shalat Ashar. Demikian pendapat ‘Atha` bin Abi Rabbah. Dikatakan, ini juga pendapat Ibnu Zubayr dan ‘Ali.</p>
<p style="text-align:justify;">2.Pendapat Yang Rajih</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kami mendapatkan kesimpulan, bahwa pendapat yang rajih (kuat) adalah pendapat Imam Ahmad bin Hanbal, rahimahullah. Rincian hukumnya adalah sebagai berikut:</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Hukum Pertama, jika seseorang telah menunaikan shalat hari raya -yang jatuh bertepatan dengan hari Jumat- gugurlah kewajiban atasnya untuk menunaikan shalat Jumat. Dia boleh melaksanakan shalat Jumat dan boleh juga tidak.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Hukum Kedua, bagi mereka yang telah menunaikan shalat hari raya tersebut, lebih utama dan disunnahkan tetap melaksanakan shalat Jumat.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Hukum Ketiga, jika orang yang telah menunaikan shalat hari raya tersebut memilih untuk tidak menunaikan shalat Jumat, wajib melaksanakan shalat zhuhur, tidak boleh meninggalkan zhuhur.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Hukum Keempat, mereka yang pada pagi harinya tidak melaksanakan shalat hari raya, wajib atasnya untuk menunaikan shalat Jumat, tidak dibenarkan baginya untuk meninggalkan shalat Jumat.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Keterangan mengenai masing-masing hukum tersebut akan diuraikan pada poin berikutnya, Insya Allah.<br />
</strong><br />
<span id="more-606"></span>2.1. Keterangan Hukum Pertama</p>
<p style="text-align:justify;">Mengenai gugurnya kewajiban shalat Jumat bagi mereka yang sudah melaksanakan shalat hari raya, dalilnya adalah hadits-hadits Nabi SAW yang shahih, antara lain yang diriwayatkan dari Zayd bin Arqam RA bahwa dia berkata :</p>
<p style="text-align:justify;">صَلَّى الْعِيدَ ثُمَّ رَخَّصَ فِي الْجُمُعَةِ فَقَالَ مَنْ شَاءَ أَنْ يُصَلِّيَ فَلْيُصَلِّ</p>
<p style="text-align:justify;">“Nabi SAW melaksanakan shalat Ied (pada suatu hari Jumat) kemudian beliau memberikan rukhshah (kemudahan/keringan an) dalam shalat Jumat. Kemudian Nabi berkata,’Barangsiapa yang berkehendak (shalat Jumat), hendaklah dia shalat.” (HR. Al Khamsah, kecuali At Tirmidzi. Hadits ini menurut Ibnu Khuzaimah, shahih).</p>
<p style="text-align:justify;">Diriwayatkan dari Abu Hurayrah RA bahwa Nabi SAW bersabda :</p>
<p style="text-align:justify;">قَدْ اجْتَمَعَ فِي يَوْمِكُمْ هَذَا عِيدَانِ فَمَنْ شَاءَ أَجْزَأَهُ مِنْ الْجُمُعَةِ وَإِنَّا مُجَمِّعُونَ</p>
<p style="text-align:justify;">“Sungguh telah berkumpul pada hari kalian ini dua hari raya. Maka barangsiapa berkehendak (shalat hari raya), cukuplah baginya shalat hari raya itu, tak perlu shalat Jumat lagi. Dan sesungguhnya kami akan mengerjakan Jumat.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah dan Al Hakim juga meriwayatkan hadits ini dari sanad Abu Shalih, dan dalam isnadnya terdapat Baqiyah bin Walid, yang diperselisihkan ulama. Imam Ad Daruquthni menilai, hadits ini shahih. Ulama hadits lain menilainya hadits mursal).</p>
<p style="text-align:justify;">Hadits-hadits ini merupakan dalil bahwa shalat Jumat setelah shalat hari raya, menjadi rukhshah. Yakni, maksudnya shalat Jumat boleh dikerjakan dan boleh tidak. Pada hadits Zayd bin Arqam di atas (hadits pertama) Nabi SAW bersabda “tsumma rakhkhasha fi al jumu’ati” (kemudian Nabi memberikan rukhshash dalam [shalat] Jumat). Ini menunjukkan bahwa setelah shalat hari raya ditunaikan, shalat hari raya menjadi rukhshah (kemudahan/keringan an).</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut Syaikh Taqiyuddin An Nabhani, rukhshah adalah hukum yang disyariatkan untuk meringankan hukum azimah (hukum asal) karena adanya suatu udzur (halangan), disertai tetapnya hukum azimah namun hamba tidak diharuskan mengerjakan rukshshah itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi shalat Jumat pada saat hari raya, menjadi rukhshah, karena terdapat udzur berupa pelaksanaan shalat hari raya. Namun karena rukhshah itu tidak menghilangkan azimah sama sekali, maka shalat Jumat masih tetap disyariatkan, sehingga boleh dikerjakan dan boleh pula tidak dikerjakan.</p>
<p style="text-align:justify;">Hal ini diperkuat dan diperjelas dengan sabda Nabi dalam kelanjutan hadits Zayd bin Arqam di atas “man syaa-a an yushalliya falyushalli” (barangsiapa yang berkehendak [shalat Jumat], hendaklah dia shalat). Ini adalah manthuq (ungkapan tersurat) hadits. Mafhum mukhalafah (ungkapan tersirat) dari hadits itu -dalam hal ini berupa mafhum syarat, karena ada lafazh “man” sebagai syarat- adalah “barangsiapa yang tidak berkehendak shalat Jumat, maka tidak perlu shalat Jumat.”</p>
<p style="text-align:justify;">Kesimpulannya, orang yang telah menjalankan shalat hari raya, gugurlah kewajiban atasnya untuk menunaikan shalat Jumat. Dia boleh menunaikan shalat Jumat dan boleh juga tidak.</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin ada pertanyaan, apakah gugurnya shalat Jumat ini hanya untuk penduduk kampung/desa (ahlul badaawi / ahlul ‘aaliyah) –yang di tempat mereka tidak diselenggarakan shalat Jumat– sedang bagi penduduk kota (ahlul amshaar / ahlul madinah) —-yang di tempat mereka diselenggarakan shalat Jumat– tetap wajib shalat Jumat ?</p>
<p style="text-align:justify;">Yang lebih tepat menurut kami, gugurnya kewajiban shalat Jumat ini berlaku secara umum, baik untuk penduduk kampung/desa maupun penduduk kota. Yang demikian itu karena nash-nash hadits di atas bersifat umum, yaitu dengan adanya lafahz “man” (barangsiapa/ siapa saja) yang mengandung arti umum, baik ia penduduk kampung maupun penduduk kota. Dan lafazh umum tetap dalam keumumannya selama tidak terdapat dalil yang mengkhususkannya. Dalam hal ini tidak ada dalil yang mengkhususkan (takhsis) keumumannya, maka tetaplah lafazh “man” dalam hadits-hadits di atas berlaku secara umum. (Lihat Imam Syaukani, Nailul Authar, 2/273)</p>
<p style="text-align:justify;">2.2.Keterangan Hukum Kedua</p>
<p style="text-align:justify;">Bagi mereka yang sudah shalat hari raya, mana yang lebih utama (afdhal), menunaikan shalat Jumat ataukah meninggalkannya ? Pada dasarnya, antara azimah (hukum asal) dan rukhshah kedudukannya setara, tak ada yang lebih utama daripada yang lain, kecuali terdapat nash yang menjelaskan keutamaan salah satunya, baik keutamaan azimah maupun rukhshah.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun dalam hal ini terdapat nash yang menunjukkan keutamaan shalat Jumat daripada meninggalkannya. Pada hadits Abu Hurayrah RA (hadits kedua) terdapat sabda Nabi “innaa mujammi’uun” (Dan sesungguhnya kami akan mengerjakan Jumat).</p>
<p style="text-align:justify;">Ini menunjukkan bahwa meskipun Nabi SAW menjadikan shalat Jumat sebagai rukhshah, yakni boleh dikerjakan dan boleh tidak, akan tetapi Nabi Muhammad SAW faktanya tetap mengerjakan shalat Jumat. Hanya saja perbuatan Nabi SAW ini tidak wajib, sebab Nabi SAW sendiri telah membolehkan untuk tidak shalat Jumat. Jadi, perbuatan Nabi SAW itu sifatnya sunnah, tidak wajib.</p>
<p style="text-align:justify;">2.3.Keterangan Hukum Ketiga</p>
<p style="text-align:justify;">Jika orang yang sudah shalat hari raya memilih untuk meninggalkan shalat Jumat, wajibkah ia shalat zhuhur ? Jawabannya, dia wajib shalat zhuhur, tidak boleh meninggalkannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Wajibnya shalat zhuhur itu, dikarenakan nash-nash hadits yang telah disebut di atas, hanya menggugurkan kewajiban shalat Jumat, tidak mencakup pengguguran kewajiban zhuhur. Padahal, kewajiban shalat zhuhur adalah kewajiban asal (al fadhu al ashli), sedang shalat Jumat adalah hukum pengganti (badal), bagi shalat zhuhur itu. Maka jika hukum pengganti (badal) -yaitu shalat Jumat- tidak dilaksanakan, kembalilah tuntutan syara’ kepada hukum asalnya, yaitu shalat zhuhur. Yang demikian itu adalah mengamalkan Istish-hab, yaitu kaidah hukum untuk menetapkan berlakunya hukum asal, selama tidak terdapat dalil yang mengecualikan atau mengubah berlakunya hukum asal.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan demikian, jika seseorang sudah shalat hari raya lalu memilih untuk meninggalkan shalat Jumat, maka ia wajib melaksanakan shalat zhuhur.</p>
<p style="text-align:justify;">2.4. Keterangan Hukum Keempat</p>
<p style="text-align:justify;">Mereka yang pada pagi harinya tidak melaksanakan shalat hari raya, wajib atasnya untuk tetap menunaikan shalat Jumat. Tidak dibenarkan baginya untuk meninggalkan shalat Jumat. Dengan kata lain, rukhshah untuk meninggalkan shalat Jumat ini khusus untuk mereka yang sudah melaksanakan shalat hari raya. Mereka yang tidak melaksanakan shalat hari raya, tidak mendapat rukhshah, sehingga konsekuensinya tetap wajib hukumnya shalat Jumat.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalilnya adalah hadits Abu Hurayrah (hadits kedua) dimana Nabi SAW bersabda “fa man syaa-a, ajza-a-hu ‘anil jumu’ati” (Maka barangsiapa yang berkehendak [shalat hari raya], cukuplah baginya shalat hari raya itu, tak perlu shalat Jumat lagi). Ini adalah manthuq hadits. Mafhum mukhalafahnya, yakni orang yang tak melaksanakan shalat hari raya, ia tetap dituntut menjalankan shalat Jumat.</p>
<p style="text-align:justify;">Imam Ash Shan’ani dalam Subulus Salam ketika memberi syarah (penjelasan) terhadap hadits di atas berkata : “Hadits tersebut adalah dalil bahwa shalat Jumat -setelah ditunaikannya shalat hari raya– menjadi rukhshah. Boleh dikerjakan dan boleh ditinggalkan. Tetapi (rukhshah) itu khusus bagi orang yang menunaikan shalat Ied, tidak mencakup orang yang tidak menjalankan shalat Ied.” (Imam Shan’ani, Subulus Salam, 2/112)</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi, orang yang tidak melaksanakan shalat hari raya, tidak termasuk yang dikecualikan dari keumuman nash yang mewajibkan shalat Jumat. Yang dikecualikan dari keumuman nash itu adalah yang telah shalat hari raya. Maka dari itu, orang yang tidak shalat hari raya, tetap wajib atasnya shalat Jumat.</p>
<p style="text-align:justify;">3.Meninjau Pendapat Lain</p>
<p style="text-align:justify;">3.1.Pendapat Imam Syafi’i</p>
<p style="text-align:justify;">Pada dasarnya, Imam Syafii tetap mewajibkan shalat Jumat yang jatuh bertepatan pada hari raya. Namun beliau menetapkan kewajiban tersebut hanya berlaku bagi penduduk kota (ahlul madinah/ahlul amshaar). Adapun penduduk desa/kampung atau penduduk padang gurun (ahlul badawi) yang datang ke kota untuk shalat Ied (dan shalat Jumat), sementara di tempatnya tidak diselenggarakan shalat Jumat, maka mereka boleh tidak mengerjakan shalat Jumat.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebenarnya Imam Syafi’i berpendapat seperti itu karena menurut beliau, hadits-hadits yang menerangkan gugurnya kewajiban shalat Jumat pada hari raya bukanlah hadits-hadits shahih. Sehingga beliau pun tidak mengamalkannya. Inilah dasar pendapat Imam Syafi’i. Menanggapi pendapat Imam Syafi’i tersebut, Imam Ash Shan’ani dalam Subulus Salam berkata : “Asy Syafi’i dan segolongan ulama berpendapat bahwa shalat Jumat tidak menjadi rukhshah. Mereka berargumen bahwa dalil kewajiban shalat Jumat bersifat umum untuk semua hari (baik hari raya maupun bukan). Sedang apa yang disebut dalam hadits-hadits dan atsar-atsar (yang menjadikan shalat Jumat sebagai rukhshah) tidaklah cukup kuat untuk menjadi takhsis (pengecualian) kewajiban shalat Jumat, sebab sanad-sanad hadits itu telah diperselisihkan oleh ulama. Saya (Ash Shan’ani) berkata,’Hadits Zayd bin Arqam telah dinilai shahih oleh Ibnu Khuzaimah…maka hadits tersebut dapat menjadi takhsis (pengecualian)…” (Imam Shan’ani, Subulus Salam, 2/112).</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan demikian, jelaslah bahwa Imam Syafi’i tidak menilai hadits Zayd bin Arqam tersebut sebagai hadits shahih, sehingga beliau tidak menjadikannya sebagai takhsis yang menggugurkan kewajiban shalat Jumat. Beliau kemudian berpegang kepada keumuman nash yang mewajibkan shalat Jumat pada semua hari (QS Al Jumu’ah ayat 9), baik hari raya maupun bukan. Tapi, Imam Ash Shan’ani menyatakan, bahwa hadits Zayd bin Arqam adalah shahih menurut Ibnu Khuzaimah.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam hal ini patut kiranya ditegaskan, bahwa penolakan Imam Syafi’i terhadap hadits Zayd bin Arqam tidaklah mencegah kita untuk menerima hadits tersebut. Penolakan Imam Syafi’i terhadap hadits Zayd bin Arqam itu tidak berarti hadits tersebut –secara mutlak– tertolak (mardud). Sebab sudah menjadi suatu kewajaran dalam penilaian hadits, bahwa sebuah hadits bisa saja diterima oleh sebagian muhaddits, sedang muhaddits lain menolaknya. Dalam kaitan ini Syaikh Taqiyuddin An Nabhani dalam Al-Syakhshiyyah Al-Islamiyah Juz I berkata : “…(kita tidak boleh cepat-cepat menolak suatu hadits) hanya karena seorang ahli hadits tidak menerimanya, karena ada kemungkinan hadits itu diterima oleh ahli hadits yang lain. Kita juga tidak boleh menolak suatu hadits karena para ahli hadits menolaknya, karena ada kemungkinan hadits itu digunakan hujjah oleh para imam atau umumnya para fuqaha… ”</p>
<p style="text-align:justify;">Maka dari itu, kendatipun hadits Zayd bin Arqam ditolak oleh Imam Syafi’i, tidak berarti kita tidak boleh menggunakan hadits tersebut sebagai dalil syar’i. Sebab faktanya ada ahli hadits lain yang menilainya sebagai hadits shahih, yakni Imam Ibnu Khuzaimah, sebagaimana penjelasan Imam Ash Shan’ani. Jadi, beristidlal dengan hadits Zayd bin Arqam tersebut tetap dibenarkan, sehingga hukum yang didasarkan pada hadits tersebut adalah tetap berstatus hukum syar’i.</p>
<p style="text-align:justify;">3.2.Pendapat Imam Malik dan Abu Hanifah</p>
<p style="text-align:justify;">Imam Malik dan Abu Hanifah tetap mewajibkan shalat Jumat, baik bagi penduduk kota (ahlul madinah/ahlul amshaar), maupun penduduk desa/kampung atau penduduk padang gurun (ahlul badawi). Ibnu Rusyd menjelaskan argumentasi kedua Imam tersebut : “Imam Malik dan Abu Hanifah berkata, ‘Shalat hari raya adalah sunnah, sedang shalat Jumat adalah fardhu, dan salah satunya tidak dapat menggantikan yang lainnya. Inilah yang menjadi prinsip asal (al ashlu) dalam masalah ini, kecuali jika terdapat ketetapan syara’, maka wajib merujuk kepadanya…”</p>
<p style="text-align:justify;">Dari keterangan itu, nampak bahwa Imam Malik dan Abu Hanifah juga tidak menerima hadits-hadits yang menerangkan gugurnya shalat Jumat pada hari raya. Konsekuensinya, beliau berdua kemudian berpegang pada hukum asal masing-masing, yakni kesunnahan shalat Ied dan kewajiban shalat Jumat. Dasar pendapat mereka sebenarnya sama dengan pendapat Imam Syafi’i.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun demikian, beliau berdua memberikan perkecualian, bahwa hukum asal tersebut dapat berubah, jika terdapat dalil syar’i yang menerangkannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Atas dasar itu, karena terdapat hadits Zayd bin Arqam (yang shahih menurut Ibnu Khuzaimah) atau hadits Abu Hurayrah RA (yang shahih menurut Ad Daruquthni), maka sesungguhnya hadits-hadits tersebut dapat menjadi takhsis hukum asal shalat Jumat, yakni yang semula wajib kemudian menjadi rukhshah (tidak wajib).</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan demikian, yang berlaku kemudian adalah hukum setelah ditakhsis, bukan hukum asalnya, yakni bahwa shalat Jumat itu menjadi rukhshah bagi mereka yang menunaikan shalat hari raya, dan statusnya menjadi tidak wajib. Inilah pendapat yang lebih tepat.</p>
<p style="text-align:justify;">3.3.Pendapat ‘Atha bin Abi Rabah</p>
<p style="text-align:justify;">‘Atha bin Abi Rabbah berpendapat bahwa jika hari Jumat bertepatan dengan hari raya, maka shalat Jumat dan zhuhur gugur semuanya. Tidak wajib shalat apa pun pada hari itu setelah shalat hari raya melainkan shalat ‘Ashar.</p>
<p style="text-align:justify;">Imam Ash’ani menjelaskan bahwa pendapat ‘Atha` tersebut didasarkan pada 3 (tiga) alasan, yaitu :</p>
<p style="text-align:justify;">Pertama, berdasarkan perbuatan sahabat Ibnu Zubayr RA sebagaimana diriwayatkan Imam Abu Dawud, bahwasanya :</p>
<p style="text-align:justify;">عِيدَانِ اجْتَمَعَا فِي يَوْمٍ وَاحِدٍ فَجَمَعَهُمَا جَمِيعًا فَصَلَّاهُمَا رَكْعَتَيْنِ بُكْرَةً لَمْ يَزِدْ عَلَيْهِمَا حَتَّى صَلَّى الْعَصْرَ</p>
<p style="text-align:justify;">“Dua hari raya (hari raya dan hari Jumat) telah berkumpul pada satu hari yang sama. Lalu dia (Ibnu Zubayr) mengumpulkan keduanya dan melakukan shalat untuk keduanya sebanyak dua rakaat pada pagi hari. Dia tidak menambah atas dua rakaat itu sampai dia mengerjakan shalat Ashar.” (HR Abu Dawud).</p>
<p style="text-align:justify;">Kedua, shalat Jumat adalah hukum asal (al ashl) pada hari Jumat, sedang shalat zhuhur adalah hukum pengganti (al badal) bagi shalat Jumat. Maka dari itu, jika hukum asal telah gugur, otomatis gugur pulalah hukum penggantinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketiga, yang zhahir dari hadits Zayd bin Arqam, bahwa Rasul SAW telah memberi rukhshah pada shalat Jumat. Namun Rasul SAW tidak memerintahkan untuk shalat zhuhur bagi orang yang tidak melaksanakan shalat Jumat.</p>
<p style="text-align:justify;">Demikianlah alasan pendapat ‘Atha` bin Abi Rabbah. Imam Ash Shan’ani tidak menerima pendapat tersebut dan telah membantahnya. Menurut beliau, bahwa setelah shalat hari raya Ibnu Zubayr tidak keluar dari rumahnya untuk shalat Jumat di masjid, tidaklah dapat dipastikan bahwa Ibnu Zubayr tidak shalat zhuhur. Sebab ada kemungkinan (ihtimal) bahwa Ibnu Zubayr shalat zhuhur di rumahnya. Yang dapat dipastikan, kata Imam Ash Shan’ani, shalat yang tidak dikerjakan Ibnu Zubayr itu adalah shalat Jumat, bukannya shalat zhuhur.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk alasan kedua dan ketiga, Imam Ash Shan’ani menerangkan bahwa tidaklah benar bahwa shalat Jumat adalah hukum asal (al ashl) sedang shalat zhuhur adalah hukum pengganti (al badal). Yang benar, justru sebaliknya, yaitu shalat zhuhur adalah hukum asal, sedang shalat Jumat merupakan penggantinya. Sebab, kewajiban shalat zhuhur ditetapkan lebih dahulu daripada shalat Jumat. Shalat zhuhur ditetapkan kewajibannya pada malam Isra’ Mi’raj, sedang kewajiban shalat Jumat ditetapkan lebih belakangan waktunya (muta`akhkhir) . Maka yang benar, shalat zhuhur adalah hukum asal, sedang shalat Jumat adalah penggantinya. Jadi jika shalat Jumat tidak dilaksanakan, maka wajiblah kembali pada hukum asal, yakni mengerjakan shalat zhuhur. (Imam Shan’ani, Subulus Salam, 2/112)</p>
<p style="text-align:justify;">4.Kesimpulan</p>
<p style="text-align:justify;">Dari seluruh uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa jika hari raya bertepatan dengan hari Jumat, hukumnya adalah sebagai berikut :</p>
<p style="text-align:justify;">Pertama, jika seseorang telah menunaikan shalat hari raya (Ied), gugurlah kewajiban shalat Jumat atasnya. Dia boleh melaksanakan shalat Jumat dan boleh juga tidak. Namun, disunnahkan baginya tetap melaksanakan shalat Jumat.</p>
<p style="text-align:justify;">Kedua, jika orang yang telah menunaikan shalat hari raya tersebut memilih untuk tidak menunaikan shalat Jumat, wajib atasnya melaksanakan shalat zhuhur. Tidak boleh dia meninggalkan zhuhur.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketiga, adapun orang yang pada pagi harinya tidak melaksanakan shalat hari raya, wajib atasnya shalat Jumat. Tidak dibenarkan baginya untuk meninggalkan shalat Jumat. Tidak boleh pula dia melaksanakan shalat zhuhur.</p>
<p style="text-align:justify;">Demikianlah hasil pentarjihan kami untuk masalah ini sesuai dalil-dalil syar’i yang ada. Wallahu a’lam.</p>
<p style="text-align:justify;">= = =</p>
<p style="text-align:justify;">*M. Shiddiq Al Jawi, S.Si, MSI, adalah Ketua DPP Hizbut Tahrir Indonesia dan pengasuh Pondok Pesantren Hamfara Yogyakarta.</p>
<p style="text-align:justify;">DAFTAR PUSTAKA</p>
<p style="text-align:justify;">Abdullah, Muhammad Husain. 1995. Al Wadhih fi Ushul Al Fiqh. Cetakan Kedua. Beirut : Darul Bayariq. 417 hal.</p>
<p style="text-align:justify;">Abu Abdillah As-Sa’dun, Ijtima’ Al-I’dayni, (Riyadh : t.p.), t.t. 12 hal.</p>
<p style="text-align:justify;">Abu Hafsh Ar-Rahmani, Tsalatsu Masa`il Fiqhiyyah, (t.t.p. : t.p.), t.t. 33 hal.</p>
<p style="text-align:justify;">Ad Dimasyqi, Muhammad bin Abdurrahman Asy Syafi’i. 1993. Rohmatul Ummah (Rahmatul Ummah Fi Ikhtilafil A`immah). Terjemahan oleh Sarmin Syukur dan Luluk Rodliyah. Cetakan Pertama. Surabaya : Al Ikhlas. 554 hal.</p>
<p style="text-align:justify;">Ash Shan’ani, Muhammad bin Ismail Al Kahlani. Tanpa Tahun. Subulus Salam. Juz II. Bandung : Maktabah Dahlan. 224 hal.</p>
<p style="text-align:justify;">Ash Shiddieqi, T.M. Hasbi. 1981. Koleksi Hadits Hukum (Al Ahkamun Nabawiyah). Jilid IV. Cetakan Kedua. Bandung : PT. Alma’arif. 379 hal.</p>
<p style="text-align:justify;">An Nabhani, Taqiyuddin. 1953. Asy Syakhshiyah Al Islamiyah. Juz Ketiga (Ushul Fiqh). Cetakan Kedua. Al Quds : Min Mansyurat Hizb Al Tahrir. 492 hal.</p>
<p style="text-align:justify;">———-. 1994. Asy Syakhshiyah Al Islamiyah. Juz Pertama. Cetakan Keempat. Beirut : Darul Ummah. 407 hal.</p>
<p style="text-align:justify;">Ibnu Khalil, ‘Atha`. 2000. Taisir Al Wushul Ila Al Ushul. Cetakan Ketiga. Beirut : Darul Ummah. 310 hal.</p>
<p style="text-align:justify;">Ibnu Rusyd. 1995. Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtashid. Juz I. Beirut : Daarul Fikr. 399 hal.</p>
<p style="text-align:justify;">Raghib, Ali. 1991. Ahkamush Shalat. Cetakan Pertama. Beirut : Daar An Nahdhah Al Islamiyah.132 hal.</p>
<p style="text-align:justify;">Sabiq, Sayyid. 1987. Fikih Sunnah (Fiqhus Sunnah). Jilid 2. Cetakan Ketujuhbelas. Terjemahan oleh Mahyuddin Syaf. Bandung : PT. Al Ma’arif. 229 hal</p>
<p style="text-align:justify;">Syirbasyi, Ahmad. 1987. Himpunan Fatwa (Yas`alunaka fi Ad Din wa Al Hayah). Terjemahan oleh Husein Bahreisj. Cetakan Pertama. Surabaya : Al Ikhlas. 598 hal</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nra402.wordpress.com/606/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nra402.wordpress.com/606/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nra402.wordpress.com/606/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nra402.wordpress.com/606/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nra402.wordpress.com/606/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nra402.wordpress.com/606/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nra402.wordpress.com/606/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nra402.wordpress.com/606/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nra402.wordpress.com/606/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nra402.wordpress.com/606/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nra402.wordpress.com&blog=1728099&post=606&subd=nra402&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nra402.wordpress.com/2009/11/26/sholat-jumat-di-hari-raya-idul-fitri-idul-adha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ac2124e4af056acc725747b358d3f509?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nRa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Terima kasih Ibu Ayah</title>
		<link>http://nra402.wordpress.com/2009/11/26/terima-kasih-ibu-ayah/</link>
		<comments>http://nra402.wordpress.com/2009/11/26/terima-kasih-ibu-ayah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 17:27:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nRa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Long Journey of My Live]]></category>
		<category><![CDATA[al-Islam]]></category>
		<category><![CDATA[ayah]]></category>
		<category><![CDATA[hijjaz]]></category>
		<category><![CDATA[ibu]]></category>
		<category><![CDATA[terima kasih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nra402.wordpress.com/?p=603</guid>
		<description><![CDATA[Terima kasih ibu... terima kasih duhai ayah
Terima kasih ibu... terima kasih duhai ayah
Lahir ku kedunia
Kudisambut penuh syukur
Bisikan azan ketelinga
Iqomah kalimat nan luhur
Lahir ku kedunia
Kudiasuh mengenal Allah
Ku diajar sebut namaNya
Juga nabi rasul mulia

Salam sayang ayah dan ibu
Mendidikku tak pernah jemu
Halalkanlah makan minumku
Maafkanlah salah silapku
Tanpa maaf dan juga restu
Hidupku jadi tak menentu
Tiada yang lebih bernilai
Dari pada pengorbanan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nra402.wordpress.com&blog=1728099&post=603&subd=nra402&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><pre>Terima kasih ibu... terima kasih duhai ayah
Terima kasih ibu... terima kasih duhai ayah
Lahir ku kedunia
Kudisambut penuh syukur
Bisikan azan ketelinga
Iqomah kalimat nan luhur
Lahir ku kedunia
Kudiasuh mengenal Allah
Ku diajar sebut namaNya
Juga nabi rasul mulia

Salam sayang ayah dan ibu
Mendidikku tak pernah jemu
Halalkanlah makan minumku
Maafkanlah salah silapku
Tanpa maaf dan juga restu
Hidupku jadi tak menentu
Tiada yang lebih bernilai
Dari pada pengorbanan yang suci itu
Tak berdaya aku membalasnya
Semoga aku jadi anak yang bertakwa

Terima kasih ibu... terima kasih duhai ayah
Terima kasih ibu... terima kasih duhai ayah
Jasamu oh ayah dan ibu
Akan kukenang selamanya
Hidup saling berkasih sayang
Membina keluarga bahagia

Pada Mu Allah aku berdoa
Pada Mu jua aku meminta
Rahmati ibu ... ayah tercinta
Ampunilah dosa-dosa mereka
Panjang umur, murahkan rezeki
Sejahtera dalam ketaatan
Semoga berbahagia didunia
Diakhirat memperoleh surga

Daku mengharap ridho ibu
Juga ridho darimu ayah
Hanya itulah yang kupinta
Agar hidupku lebih bermakna

Terima kasih ibu... terima kasih duhai ayah
Terima kasih ibu... terima kasih duhai ayah
</pre>
<p>by : Hijjaz</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nra402.wordpress.com/603/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nra402.wordpress.com/603/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nra402.wordpress.com/603/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nra402.wordpress.com/603/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nra402.wordpress.com/603/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nra402.wordpress.com/603/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nra402.wordpress.com/603/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nra402.wordpress.com/603/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nra402.wordpress.com/603/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nra402.wordpress.com/603/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nra402.wordpress.com&blog=1728099&post=603&subd=nra402&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nra402.wordpress.com/2009/11/26/terima-kasih-ibu-ayah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ac2124e4af056acc725747b358d3f509?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nRa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Girls with heavy armor</title>
		<link>http://nra402.wordpress.com/2009/11/24/girls-with-heavy-armor/</link>
		<comments>http://nra402.wordpress.com/2009/11/24/girls-with-heavy-armor/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 15:05:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nRa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tukang Foto/Photography]]></category>
		<category><![CDATA[fotografer wanita]]></category>
		<category><![CDATA[Fotografi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nra402.wordpress.com/?p=600</guid>
		<description><![CDATA[- Girls with heavy armor -
Cukup sulit untuk menemukan status fotografer (almost of DSLR user) yang berjenis kelamin wanita/perempuan (tidak bermaksud untuk membedakan gender   ). Lihatlah diberbagai forum diskusi fotografi, forum-forum yang mengadakan hunting bersama, atau bahkan ketika ada pameran. Bisa dihitung presentase dari fotografer wanita ini. Paling banyak 10 % dari total [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nra402.wordpress.com&blog=1728099&post=600&subd=nra402&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-601 aligncenter" title="Merge Photo" src="http://nra402.files.wordpress.com/2009/11/merge-photo.jpg?w=700&#038;h=408" alt="" width="700" height="408" />- Girls with heavy armor -</p>
<p style="text-align:justify;">Cukup sulit untuk menemukan status fotografer (almost of DSLR user) yang berjenis kelamin wanita/perempuan (tidak bermaksud untuk membedakan gender <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  ). Lihatlah diberbagai forum diskusi fotografi, forum-forum yang mengadakan hunting bersama, atau bahkan ketika ada pameran. Bisa dihitung presentase dari fotografer wanita ini. Paling banyak 10 % dari total populasi, hehehe (belum valid, karena gak ada survey). Hal apakah yang menyebabkan kondisi ini terjadi? Apakah hobi jepret-jepret ini hanya milik kaum adam? Mari kita telaah lebih lanjut.</p>
<p style="text-align:justify;">Secara kaedah dan fungsionalitas, fotografi merupakan suatu alat untuk mencari keindahan. Keindahan yang dimaksud berupa gambar yang dihasilkan oleh suatu peralatan yang dinamakan kamera. So, dari segi keindahan, apakah hanya kaum ada yang menyukai keindahan? tentunya tidak bukan? kita semuanya menyukai keindahan. Kita lihat dari aspek lainnya, yaitu hobi. Klo boleh dikatakan hobi, pria dan wanita sepertinya cocok untuk hobi ini. Tidak ada spesifikasi gender didalamnya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  . <span id="more-600"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Dari tadi mencari kriteria yang cocok untuk dijadikan alasan mengapa kaum hawa hanya sedikit yang menggandrungi fotografi, tetapi tetap saja belum menemukannya. Kira-kira apa yah? Terbesit didalam pikiran ini, objek atau point of interest yang dijadikan sasaran dalam foto. Hmmm&#8230; memang sih kebanyakan yang memiliki peson keindahan adalah wanita, mungkin karena alasan ini yah mereka lebih suka menjadi objeknya dari pada subjeknya ^^. Satu alasan yang masuk diakal, hehehehe <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> .</p>
<p style="text-align:justify;">Okeh&#8230; alasan telah ditemukan. Tetapi lihatlah foto 3 gadis perkasa diatas. Dengan peralatan yang super canggih dan kumplit (lebih canggih dari pada punya saya), mereka mendobrak (lebay) tembok besar kondisi kaum fotografer. Bagi mereka bertiga, menjeret lebih mengasyikkan dari pada dijepret. Saya tidak mengatakan mereka tidak indah yah, tetapi bagi mereka memiliki keindahan dengan hasil jepretan sendiri lebih membanggakan. Upss&#8230; malah promosi <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  , klo pengen kenalan atau inden (kya beli mobil) dengan mereka untuk menjepret anda, silahkan langsung dihubungi FB-nya masing-masing, hahaha. Saya tidak menawarkan jasa menjadi makelar, wkakakaka :d . Mereka bertiga merupakan bagian dari para sniper yang berkeliaran di NTUST. So, klo memang pengen ketemu datang aja kekampus yang telah banyak mencetak fotografer profesional itu, hahahahah (tambah malam tambah ngawur).</p>
<p style="text-align:justify;">Itulah sedikit curhat yang ingin saya ceritakan tentang dunia fotografi ini. Salam jepret ^^. Terakhir, ada sedikit jokes berupa teka-teki dari teman saya. &#8220;<em>Apakah yang paling diinginkan oleh panda (tau panda kan?)?</em>&#8220;.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Answer</em> : Memiliki foto berwarna (hahahaha, garing <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  )</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nra402.wordpress.com/600/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nra402.wordpress.com/600/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nra402.wordpress.com/600/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nra402.wordpress.com/600/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nra402.wordpress.com/600/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nra402.wordpress.com/600/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nra402.wordpress.com/600/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nra402.wordpress.com/600/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nra402.wordpress.com/600/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nra402.wordpress.com/600/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nra402.wordpress.com&blog=1728099&post=600&subd=nra402&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nra402.wordpress.com/2009/11/24/girls-with-heavy-armor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ac2124e4af056acc725747b358d3f509?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nRa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nra402.files.wordpress.com/2009/11/merge-photo.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Merge Photo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Laptop idaman ku</title>
		<link>http://nra402.wordpress.com/2009/11/21/laptop-idaman-ku/</link>
		<comments>http://nra402.wordpress.com/2009/11/21/laptop-idaman-ku/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 11:22:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nRa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article/Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[computer]]></category>
		<category><![CDATA[laptop]]></category>
		<category><![CDATA[netbook]]></category>
		<category><![CDATA[notebook]]></category>
		<category><![CDATA[technology]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nra402.wordpress.com/?p=567</guid>
		<description><![CDATA[
- Ten Dollars Laptop -
Setelah mendapatkan kesempatan untuk menggunakan berbagai jenis laptop (kecuali Fuj*tsu) dan melihat perkembangan laptop akhir-akhir ini. Saya akan merilis laptop idaman atau impian saya, tetapi jangan berharap laptop ini muncul dipasaran lho &#8230; hehehe. Saya mengambil bagian-perbagian dari segalam jenis merk tentunya. Ingatkah ketika anda ingin membeli sebuah PC-Desktop? anda akan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nra402.wordpress.com&blog=1728099&post=567&subd=nra402&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-588 aligncenter" title="laptop" src="http://nra402.files.wordpress.com/2009/11/laptop.jpg?w=384&#038;h=316" alt="" width="384" height="316" /></p>
<p style="text-align:center;">- Ten Dollars Laptop -</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah mendapatkan kesempatan untuk menggunakan berbagai jenis laptop (kecuali Fuj*tsu) dan melihat perkembangan laptop akhir-akhir ini. Saya akan merilis laptop idaman atau impian saya, tetapi jangan berharap laptop ini muncul dipasaran lho &#8230; hehehe. Saya mengambil bagian-perbagian dari segalam jenis merk tentunya. Ingatkah ketika anda ingin membeli sebuah PC-Desktop? anda akan mengatakan kepada sang empunya toko : &#8220;<em>saya ingin motherboard merk A, processor B, memory C dengan kapasitas sekian GB, graphic card merk D dengan seri xyz, monitor E ukuran K</em>&#8220;, hardisk merk F size nTB, dll. Sejurus kemudian sang penjual mengatakan &#8220;<em>ini listnya, dan harganya sekian</em>&#8220;. Proses tawar menawarpun bisa terjadi untuk menurunkan atau menaikkan spesifikasi kebutuhan sesuai dengan budget yang tersedia.</p>
<p style="text-align:justify;">Berawal dari cerita itu, saya akan mengusung laptop idaman/impian saya. Semoga suatu saat memang dapat kita membeli laptop sesuai keinginan yang kita butuhkan. Kalo perlu juga belinya gak usah pake OS sekalian, biar user dapat memilih sendiri OS yang akan digunakan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Casing</strong> : Untuk casing saya mempercayai casing Len*vo Th*nkpad. walaupun bentuk yang jadul, dengan setiap sudut yang runcing, tidak membuat saya memalingkan perhatian dari casing ini. Ketahanan dan keamanan data dapat dicover oleh casing thinkpad menjadikan alasa utama saya memilihnya. Untuk ukuran yang dibutuhkan, 12&#8243; menjadi favorit saya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Keyboard</strong> : Pilihan keyborad saya jatuhkan pada laptop Ac*r Aspi*e atau Ac*r Ferr*ri. Tuts yang sangat empuk, membuat jari-jemari kita betah menari-nari diatasnya.<span id="more-567"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Track Pad</strong> : Tanpa pikir panjang, multi touch pad M*cBook sudah pasti terpilih. Kemudahan yang ditawarkan dengan hanya menyentuh track pad via berbagai jumlah jari, gesekan dlsb membuat saya tertegun dengan teknologi mereka. Bayangkan, untuk menscrol web page, kita tidak perlu repot. Cukup dengan menggerakkan 2 jari kebawah dan keatas layar.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Layar </strong>: hmm&#8230; sebenarnya cukup bingun dalam memilih layar pada laptop. Karena hampir keseluruhan layar memiliki kesamaan. Tetapi jika harus memilih, pilihan saya tempatkan pada laptop S*ny V*io VGN seriesnya. Layar yang bening dan tipis menjadi andalan S*ny dalam bidang ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Oke, sekarang kita beranjak kebagian dalam atau isi dari laptop ini.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Processor </strong>: sudah pasti processor akan dimiliki oleh Int*l Corp. Dengan spesifikasi Int*l Core 2 Duonya. Pokonya yang paling mutakhir dan yang paling cepat klo soal processor <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  .</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Hardisk</strong> : Pilihan hardisk saya berikan pada SSD, terserah merknya apa. Jika memungkinkan SSD yang bermerk WD (West*rn Dig*tal). Keuntungan yang didapat banyak sekali. Selain akses ke data yang sangat cepat, karena ketiadaan read/write head. Selain itu SSD dengan kapasitas kecil juga dapat menghemat tenaga dari laptop kita. Sayangnya ada beberapa kekurangan dari SSD ini, selain kapasitasnya yang masih terbatas, tidak sebesar Magnetic Hardisk, harga yang dijual dipasaran juga masih sangat mahal.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Memory</strong> : DDR3 mungkin pilihan yang sangat tepat saat ini <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  . Untuk kapasitas, so pasti disesuaikan dengan keadaan dompet, hehehe dan kemampuan dari moterhboard dan chipset dari laptop yang kita miliki.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Graphic card</strong> : sepertinya saya lebih mempercayai merk besutan nV*DIA dengan G*FORCE GT nya, selain power full. nV*DIA juga mampu menghemat penggunaan daya dari laptop kita.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>DVD Multi</strong> atau bahkan blueray player internal sudah pasti harus ada pada spesifikasi laptop tersebut ^^. Hmm&#8230; apalagi yah yang perlu dilengkapi? Untuk <strong>OS</strong> tidak akan saya cantumkan saat ini. Mungkin akan saya urai kegunaan beserta kelebihan dan kekurangan OS yang sedang berperang saat ini. Terlebih lagi, google juga telah menabuh genderang perang pada bidang per-OSan ini dengan Chrome OS nya.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nra402.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nra402.wordpress.com/567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nra402.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nra402.wordpress.com/567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nra402.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nra402.wordpress.com/567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nra402.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nra402.wordpress.com/567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nra402.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nra402.wordpress.com/567/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nra402.wordpress.com&blog=1728099&post=567&subd=nra402&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nra402.wordpress.com/2009/11/21/laptop-idaman-ku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ac2124e4af056acc725747b358d3f509?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nRa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nra402.files.wordpress.com/2009/11/laptop.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">laptop</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>masa kecil</title>
		<link>http://nra402.wordpress.com/2009/11/20/masa-kecil/</link>
		<comments>http://nra402.wordpress.com/2009/11/20/masa-kecil/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 13:42:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nRa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Long Journey of My Live]]></category>
		<category><![CDATA[Tukang Foto/Photography]]></category>
		<category><![CDATA[tanjung pinang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nra402.wordpress.com/?p=575</guid>
		<description><![CDATA[
- Ladang Bermain -
Tak terkira waktu yang kita habiskan untuk masa kecil kita, tetapi semua itu membekas diingatan tentang kenakalan dan semua aktifitas yang tak mungkin kita alami saat ini. Sungguh waktu yang sangat ingin kuulangi lagi  .
Orang-orang terdekat dengan saya sering kali berkata, kalau saya sangat bandel alias nakal pada waktu kecil. Om, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nra402.wordpress.com&blog=1728099&post=575&subd=nra402&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-592 aligncenter" title="bermain" src="http://nra402.files.wordpress.com/2009/11/bermain1.jpg?w=604&#038;h=403" alt="" width="604" height="403" /></p>
<p style="text-align:center;">- Ladang Bermain -</p>
<p style="text-align:justify;">Tak terkira waktu yang kita habiskan untuk masa kecil kita, tetapi semua itu membekas diingatan tentang kenakalan dan semua aktifitas yang tak mungkin kita alami saat ini. Sungguh waktu yang sangat ingin kuulangi lagi <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p style="text-align:justify;">Orang-orang terdekat dengan saya sering kali berkata, kalau saya sangat bandel alias nakal pada waktu kecil. Om, tante, abang, kakak, pakcik, makcik, pak ngah, mak ngah dan semuanya berkata &#8230; &#8220;<em>si Hendra itu waktu kecil nauzubillah nakalnya</em>&#8221; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  . Setelah saya ingat-ingat kembali, memang tak terbantahkan perkataan sanak saudara saya itu ^^. <span id="more-575"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Pagi itu dipagi yang masih sahdu, ku arahkan sepeda motor bututku ke arah tepi laut Tanjungpinang. Hanya untuk sekedar menikmati aroma udara pagi dikampung halaman tercinta. Tak lupa menyandang mainan ku tercinta Canon EOS 400D lengkap dengan EFS 55-250mm.  Setelah cukup lama mengelilingi kota Tanjugpinang (bagian pasar), kuhentikan perjalanan tepat didepan gedung daerah Tanjungpinang.  Ada beberapa aktifitas disana, para penabuh bedug dalam rangka pemecahan rekor muri, selama 3 hari 3 malam berturut-turut untuk memperingati hari raya Idul Fitri 1430H.  Beberapa orang yang berseragam sama sedang bermeditasi sambil mendengarkan alunan instrumen musik. Nun jauh disana dipelabuhan Sri Bintan Pura, terdapat aktifitas pagi sebagai rutinitas mereka. Terlebih lagi pagi itu KM. Perintis akan merapat dipelabuhan, membuat pelabuhan terlihat lebih ramai dari pagi-pagi biasanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kamera pun siap membidik berbagai aktifitas disana. Saya tertarik dengan aktifitas para bocah kecil yang sedang bermain ditepi laut yang surut. Hal yang mereka lakukan mengingatkan saya akan masa kecil nan indah. Bermain bersama teman, berenang dilaut, membuat kenalakan-kenalakan yang sering dihadiahi dengan hardikan dan ceramah orang dlsb. Saat itu, beberapa bocah sepertinya mencari sesuatu sebagai bahan mainan mereka. Mungkin bagi sebagian orang, mereka tidak merasakan masa kecil seperti ini. Kebanyakan anak-anak saat ini tumbuh dirumah, ditemani dengan console game dan berbagai gadget mutakhir yang memanjakan mereka. Tetapi itu semua adalah pilihan dari hidup, semuanya memiliki kenangan dan kenangan yang indah akan selalu indah untuk diingat.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nra402.wordpress.com/575/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nra402.wordpress.com/575/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nra402.wordpress.com/575/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nra402.wordpress.com/575/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nra402.wordpress.com/575/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nra402.wordpress.com/575/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nra402.wordpress.com/575/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nra402.wordpress.com/575/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nra402.wordpress.com/575/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nra402.wordpress.com/575/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nra402.wordpress.com&blog=1728099&post=575&subd=nra402&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nra402.wordpress.com/2009/11/20/masa-kecil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ac2124e4af056acc725747b358d3f509?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nRa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nra402.files.wordpress.com/2009/11/bermain1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bermain</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>