Catatan Kecil

LiVe is SimPle… makE a choiCe, doN’t Look bAck, and Do yoUr beSt.

Hormat Ku Untuk Mu PAHLAWAN Bangsa – Riset dan Industri (Part 2)

with 4 comments

Perkembangan penelitian dan dunia industri di negara kita masih berjalan secara terpisah. Belum sepenuhnya industri-industri di Indonesia memanfaatkan hasil penelitian dari dalam negeri sendiri. Jika dunia industri Indonesia masih mengharapkan perkembangan teknologi dari luar, kapankah kesempatan itu datang untuk peneliti-peneliti asli bangsa sendiri? Dunia industri tidak sepenuhnya dapat kita salahkan tentang keadaan yang negara kita alami saat ini. Hasil penelitian yang masih kalah kelas dengan luar negeri menjadi salah satu faktor mengapa dunia industri tertarik dengan teknologi luar. Tanggapan wakil presiden Yusuf Kalla tentang kurangnya kesempatan kepada para peneliti lokal untuk berpartisipasi dalam pembangunan diharapkan dapat membuka pintu bagi dunia industri untuk memberikan kesempatan kepada para peneliti Indonesia.

“Walupun ada sedikit kekurangan dari mereka peneliti lokal, anggap saja itu proses pembelajaran… jika tidak begitu, berarti kita tidak akan pernah belajar”

Kira-kira seperti itulah tanggapan beliau pada salah satu acara resmi yang dihadirinya (saya lupa nama acaranya).

Pemerintah Indonesia juga diharapkan tanggap terhadap masalah ini. Hal tersebut dapat dilakukan dari masalah yang kecil terlebih dahulu. Mungkin untuk teknologi pangan dan pertanian, saya kira para peneliti lokal sangat mampu untuk mengaplikasikan bahkan menciptakan teknologi tepat guna bagi bangsa ini. Proses pembangunan juga dapat kita jadikan contoh. Dalam pembangunan jalan tol misalnya, jangan terus-menerus bergantung pada konstruktor asing… kita dapat menggunakan tenaga ‘tukang insinyur’ istilah bang doel lokal untuk melakukan proses pembangunan tersebut.

Sumber daya manusia Indonesia sebenarnya tidak kalah jika dibandingkan dengan sumber daya luar negeri. Indonesia memiliki banyak siswa/i berprestasi tingkat dunia. Lihat saja dari prestasi-prestasi olimpiade sains internasional yang mereka ikuti. Kekurangan yang kita rasakan sekarang adalah kesempatan dan dukungan bagi mereka. Kesempatan untuk terus berprestasi hingga jenjang yang lebih tinggi dan dukungan dari segala sektor (terutama pemerintah) untuk mereka dan tentunya bagi bangsa ini. Jika kesempatan dan dukungan telah kita miliki, kita tinggal membentuk ekosistem penelitian yang kondusif. Sehingga dunia industri juga dapat merasakan hasil dari penelitian yang Indonesia lakukan.

Hal terakhir yang ingin saya tanggapi adalah tentang kemakmuran rakyat Indonesia. Bagaimana bangsa ini akan makmur jika kesejahteraan pendidikan belum terpenuhi. Pendidikan sangat dibutuhkan bangsa ini, pendidikan akan menuntun masyarakat ke pola pikir yang lebih matang. Pemerintah semestinya menjadi aktor terdepan dalam masalah pendidikan bangsa. Kesejahteraan tenaga pengajar seharusnya menjadi salah satu prioritas. Sehingga mereka dapat lebih memfokuskan aktifitas mereka di dunia pendidikan. Untuk bidang penelitian dan pendidikan tinggi… sepertinya harus dibangun suatu ekosistem yang kondusif untuk bidang ini. Kesejahteraan dosen-dosen dan para peneliti juga harus diperhatikan dan yang tak kalah pengtingnya adalah dedikasi yang akan kita berikan dalam bidang kemapuan kita. Jika kita semua bersikap profesional , niscaya belum terlambat untuk mewujudkan cita-cita para pejuang bangsa ini.

* Tulisan ini saya dedikasikan untuk para pahlawan yang telah berjuang bagi negara ini. Selamat hari pahlawan, semoga kami dapat mewujudkan cita-citamu. 10 Nopember 2007

Written by nRa

Saturday, November 10, 2007 at 11:19 pm

4 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Nice article bro…

    ga kangen surabay… Kota pahlawa.. hehehe🙂

    Kan orang riau..????

    almuhandis

    Sunday, November 11, 2007 at 7:53 am

  2. @ almuhandis : hehehe, kangen lah. walopun saya orang riau🙂 . Setiap kota punya kenangan tersendiri🙂 .

    nRa

    Sunday, November 11, 2007 at 12:08 pm

  3. Iya ya, mau sekolah aja musti jauh2 ke Taiwan… hihihi… andai UI mau membuka beasiswa S2-nya… sayang… perguruan tinggi kita S1 nya aja udah komersil, apalagi S2😛

    galih

    Sunday, November 11, 2007 at 3:07 pm

  4. Yup,..stuju bgt! org ina itu pintar pintar ,sayang dukungan dari pemerintah sgt sedikit,sehingga mereka memilih untk berkarya dluar,yg lebih menghargai dan memberikan fasilitas untuk penelitian2 mereka. Yang namanya ilmuwan,…klo gak ada riset, ya bukan ilmuwan namanya :d

    wardha

    Sunday, November 11, 2007 at 8:53 pm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: