Catatan Kecil

LiVe is SimPle… makE a choiCe, doN’t Look bAck, and Do yoUr beSt.

Ayah dan Ibu

with 9 comments

Waktu lagi belajar tadi, teringat akan keluarga dirumah. Ayah, ibu dan adikku. Kenapa tiba-tiba aku teringat mereka? terutama Ayah dan Ibuku. Alasan yang sulit ditemukan mengapa aku selalu mengingat mereka. Kalau sekarang udah ingat, terus mau ngapain?

Kubuka link address webblog ku, akan kutuliskan tentang mereka (Ayah dan Ibu).

Seorang Ayah memegang tanggung jawab yang besar terhadap keluarga. Mulai dari mencari nafkah, memberikan kasih sayang kepada istri dan anak sampai mengurus seluruh kebutuhan keluarga. Peran Ibu bahkan jauh lebih penting (tidak bermaksud mengesampingkan peran Ayah). Walaupun hanya bekerja dirumah, Ibuku adalah orang yang hebat. Dari seisi rumah yang bangun duluan adalah ibu ku, menyiapkan sarapan untuk keluarga ketika kami masih tidur, dan membersihkan rumah ketika kami pergi kesekolah. Mendidik anak-anaknya ketika dirumah dlsb.
Kenapa mereka (Ayah dan Ibu) melakukan semua itu? Tanpa pamrih sedikit pun, mereka melakukan semua itu demi anak-anaknya. Mereka ingin melihat anak-anak mereka menjadi orang yang berhasil, berbudi pekerti dan menjadi orang yang baik tentunya.

Jika orang menilai kita (saya) telah sampai berhasil pada saat ini, itu adalah anggapan yang salah. Saya belumlah berhasil, karena yang berhasil adalah Ayah dan Ibu saya. Merekalah yang telah berhasil mendidik saya untuk menjadi seperti ini. Merekalah yang telah memberikan pelajaran, bimbingan dan arahan sehingga saya sampai pada saat ini. Keberhasilan saya akan ditentukan oleh anak-anak saya kelak. Apakah saya dapat meniru mereka (Ayah dan Ibu) dalam membesarkan putra-putri saya. Waktu itu akan datang kelak (hanya Dia yang maha tau), ujian sebenarnya baru akan dimulai pada saat itu.

Update :

Jika sekarang kita dinilai orang belum berhasil, maka sepenuhnya hal tersebut adalah kesalahan kita. Tidak ada orang tua yang ingin anaknya sengsara dan menderita. Bahkan seorang tukang copetpun tidak ingin melihat anaknya menjadi pencopet. Pernah kenal dengan tokoh “Sand Man” di Spiderman 3? Dia terpaksa melakukan kejahatan karena ingin mengobati anaknya dan ingin melihat anaknya bahagia. Begitu mulianya pengorbanan orang tua untuk anak-anaknya.

Written by nRa

Monday, November 19, 2007 at 11:36 pm

Posted in Long Journey of My Live

Tagged with

9 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. 🙂 Setuju

    Ali S Kholimi

    Tuesday, November 20, 2007 at 5:18 am

  2. Aku semakin mengerti nilai-nilai yang ada di postinganku ketika aku menghitung-hitung berapa besar biaya, waktu, dan tenaga yang tercurahkan untuk membesarkan aku. Bagi orang tua, anak adalah kebanggaan. ketika bertemu teman lama, mereka tidak akan ditanya berapa kekayaanmu, berapa mobilmu, tapi, bagaimana anakmu? sekolah dimana? kerja dimana? bukankah sangat membahagiakan jika kita bisa membanggakan orang tua kita?

    galih

    Tuesday, November 20, 2007 at 8:40 am

  3. ralat: *postinganmu

    galih

    Tuesday, November 20, 2007 at 8:41 am

  4. HATTRICCCKKKK!!!!

    galih

    Tuesday, November 20, 2007 at 8:42 am

  5. postingan ini sakjane kangen ayah ibu atau awakmu pingin segera dadi ayah se?😀

    alief

    Tuesday, November 20, 2007 at 1:33 pm

  6. Bahkan seorang tukang copetpun tidak ingin melihat anaknya menjadi pencopet. << bener sih, tetanggaku, copet.. anaknya dilatih jadi rampok (biar penghasilannya lebih gede)

    henri

    Tuesday, November 20, 2007 at 7:40 pm

  7. @ bos Kholimi : sepakat🙂

    @ Galih : Gak usah diitung lih, pasti capek ngitungnya… mereka melakukannya tanpa pamrih😀

    @ Alief : 2-2 nya … wkk🙂

    @ Henri : itu namanya ada kemajuan… ingat anak harus lebih hebat dari ayah/ibunya … wkk :d

    nRa

    Wednesday, November 21, 2007 at 12:13 am

  8. Postingan sy dulu pernah memuat tentang Birrul Wallidain (Berbakti pada orang tua) dan kita memang tidak akan pernah mampu membalas apa yang telah mereka berikan… “anak sholeh yang mendoakan orang tua” adalah wujud terima kasih kita.. Yeee. jadi ceramaaah deh😀 “lebih tepatnya berbagi ilmu.. sy juga masih banyak kekurangan..”🙂

    ario

    Wednesday, November 21, 2007 at 11:32 pm

  9. @ ario : wah terimkasi kultumnya🙂 . semoga saya bisa jadi anak yang sholeh. amin.

    nRa

    Thursday, November 22, 2007 at 12:05 am


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: