Catatan Kecil

LiVe is SimPle… makE a choiCe, doN’t Look bAck, and Do yoUr beSt.

kau kan s’lalu kami kenang

aqim
Uska Aqim Muvariz (Belakang – Kanan)

Innalillahi wa inna ilaihi rojiun…

Pagi itu… berbunyilah hape kesayangan yang membangunkan tidurku. Pesan dari seorang sahabat dekat (Gandi Iswara, red) yang berada nun jauh ditanah air, yang mengabarkan bahwa saudara kita Uska Aqim Muvariz telah berpulang ke ramhatullah. Tersentak hati ini diikuti perasaan kaget dan tak percaya. Tapi itulah kuasa Ilahi… Sang Khalik yang maha berkehendak. Penyebab kepergian beliau masih belum dapat dipastikan, karena saya berada jauh dari tanah air. Dari berita yang saya dapatkan… pihak keluarga telah mengikhlaskan kepergian beliau. Mungkin ini adalah jalan terbaik bagi beliau. Jika beliau memiliki kesalahan dan khilaf selama hidupnya mohon dimaafkan.

Sebagai seorang sahabat yang telah mengenal beliau sejak duduk dibangku sltp (meskipun saya bukan teman satu sltp dengan beliau), banyak kenangan yang saya ingat dari beliau. Pertemuan diawali ketika saya dan beliau mengambil kursus bahasa inggris ditempat dan kelas yang sama. Menariknya seluruh kenangan yang ditinggalkan adalah kebaikan beliau kepada setiap sahabat-sahabatnya. Belum pernah saya melihat atau menemukan beliau menyakiti orang lain. Kehidupan keseharian yang sederhana dan berwibawa… tetapi tidak meninggalkan kehidupannya didunia muda. Pemuda yang sangat gemar berolah raga terutama bermain sepak bola.

Kenangan berlanjut ketika duduk dibangku smu… sama-sama menempuh pendidikan di SMU PLUS Prov. Riau selama 3 tahun. Keadaan inilah yang membuat kami semakin dekat. Tanyalah kepada setiap warga SMU PLUS… siapa yang tidak mengenal sosok Uska Aqim yang sangat bersahabat. Bersama dengan teman-teman dari Tanjung Pinang lainnya… kami semua sudah seperti keluarga. Sepertinya Tanjung Pinang sangat sempit bagi kami… selalu bersama hampir disetiap kesempatan. Keadaan akan terasa berbeda jika saat kumpul-kumpul, ada diatara kami yang tidak hadir.

Waktu jualah yang membuat kami semua berpisah. Mengisi seluruh pelosok negeri untuk melanjutkan studi kejenjang perkuliahan. Saya melanjutkan kuliah di Surabaya dan beliau di Semarang… dan teman-teman dikota lainnya. Pertemuan hanya dapat dilakukan setahun sekali, pada saat lebaran idul fitri. Saya dan beliau masih tetap berhubungan… tidak jarang beliau sering mampir ke kosan saya di Surabaya jika sedang berkunjung. Saya hanya pernah sekali berkunjung ke Semarang.

Ketika pulang kekampung halaman… kami semua melepas rindu. Setahun tidak bertemu… begitu lama rasanya. Suatu pagi (ketika masih duduk dibangku kuliah), saya dan beliau pernah berjalan-jalan bersama. Menikmati pemandangan kota Tanjung Pinang yang dikelilingi oleh lautan. Beliau bercerita… jika ingin mengabdikan diri kepada negara. Akhirnya cita-cita mulia beliau tercapai dengan mengabdikan diri sebagai PNS di BPK. Cita-cita yang sangat tulus, dengan harapan mendapatkan hikmah dan ridho atas pekerjaannya. Saya juga menceritakan jika… lulus kelak masih ingin melajutkan studi saya, dan mungkin inilah kehendak Ilahi… doa kami terkabulkan.

Saat beliau mengunjungi saya di Surabaya untuk menjenguk adiknya yang kuliah di ITS… sekitar setahun yang lalu, itulah saat-saat terakhir saya bertemu beliau. Saya tidak pulang ketika lebaran tahun lalu, sehingga saya tidak dapat bersua dengan teman-teman. Jika ingin dituliskan lebih banyak… mungkin tidak cukup halaman ini dengan isi kenangan yang telah ditinggalkan.

Gajah mati meninggalkan gading… manusia mati meninggalkan nama, dan hanya nama baik Uska Aqim Muvariz yang beliau tinggalkan kepada kami.

Selamat jalan sahabat ku… Semoga amal dan ibadah mu diterima Allah SWT dan dihapuskan segala dosa dan khilaf, Amin. Sebagai seorang sahabat… saya menghimbau kepada siapa saja yang pernah mengenal beliau untuk mengampuni kesalahan dan khilaf beliau semala didunia.

Written by nRa

Tuesday, February 26, 2008 at 1:14 am

%d bloggers like this: