Catatan Kecil

LiVe is SimPle… makE a choiCe, doN’t Look bAck, and Do yoUr beSt.

budaya : makan dikelas

with 4 comments

Perbedaan tempat tinggal dapat menyebabkan perbedaan budaya yang dianut… itu sudah pasti dan dapat dimaklumi oleh semua orang. Seperti halnya di Taiwan, tempat saya belajar kungfu saat ini. Kultur budaya di Taiwan jauh berbeda dengan budaya Indonesia. Sebenarnya tidak usah mikir terlalu jauh sampai ke Taiwan. Di Indonesia saja sudah pasti banyak perdedaan budaya.

Budaya yang saya maksud disini adalah prilaku dalam pergaulan dan kehidupan sehari-hari. Salah seorang teman lokal pernah bertanya… dia menanyakan berapa kali saya mandi sehari. Saya jadi aneh… dengan pertanyaan tersebut. Dengan sepontan dijawablah dua kali sehari. Kenapa mandi dua kali sehari… nah lho? tambah bingung gak… ditanya begitu. Saya bilang aja, sudah dari dulu (sejak kecil) saya mandi 2 kali sehari. Dia menceritakan klo dia hanya sekali sehari… diwaktu malam hari. So, jangan heran dengan anak lokal disini… klo pagi-pagi masih kumel. Bahkan ketika mengikuti pelajaran dikelas🙂 . Alasannya biar hemat waktu dan gak buang-buang tenaga… bangun pagi langsung berangkat kekampus… untung mereka masih sikat gigi😀 … klo gak, gak tau deh jadinya :p . Dengan perbedaan tersebut saya dapat memaklumi prilaku mereka… yang penting kita sendiri hidup bersih😀 , gak perduli budaya disini seperti apa.

Hal yang kedua… yang sudah lama saya amati adalah makan dan minum dikelas. Ketika awal masuk kuliah… agak canggung untuk menenggak minuman didalam kelas. Tetapi lama-kelamaan saya jadi ikut2an mereka (teman-teman lokal). Sarapan pagi saya bawa kekelas dengan sebotol air mineral yang selalu setia menemani. Tetapi saya makan sewaktu jam istirahat… masih sungkan untuk makan walaupun hanya roti didepan prof. Kebetulan tadi siang jam kuliah saya melebihi waktu yang ditentukan.. tetapi prof memberikan kesempatan kepada seluruh mahasiswa untuk membeli lunch terlebih dahulu, kemudian melanjutkan kembali pelajaran hingga pukul 13.20. Singkat cerita kami anak Indo pun berangkat ke kantin untuk membeli makan siang. Dibawa kekelas… pengennya makan dikelas. Sewaktu dikelas… prof sudah memulai pelajaran. Dengan hati yang bimbang dan perut yang sudah keroncongan… mau dimakan ato tidak nih makanan. Lihat kanan-kiri, hanya anak2 lokal saja yang menyantap makanannya dengan lahap. Padahal prof sedang menerangkan pelajaran didepan. Kami yang berasan dari Indo masih bertanya satu dengan lainnya. “Loe gak makan?” tanya ku pada seorang teman… “gak, sungkan gwa” jawab temanku.

Budaya sungkan kepada orang yang lebih tua… masih mendarah daging didalam diri kami. Apalagi orang tersebut adalah Prof yang mengajar kami. Sebanarnya hal tersebut bukanlah suatu masalah… prof sendiri yang menyarankan untuk menikmati lunch dikelas… karena jam pelajaran yang lebih lama. Prof2 disini tidak pernah ambil pusing ketika melihat siswanya makan dan minum dikelas. Berbeda sekali dengan keadaan dinegara kita😀 .

Masih banyak lagi keunikan2 yang saya temui disini. Suatu saat akan saya sambung cerita ini… jika saya mengalami keadaan2 unik ini😀

Written by nRa

Tuesday, April 8, 2008 at 1:53 am

Posted in Long Journey of My Live

Tagged with

4 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. cerita yang menarik. memang kita budaya ketimuran sangat melekat, apalagi kalau terhadap orang yang lebih tua.

    galih

    Tuesday, April 8, 2008 at 9:25 am

  2. Artikel di blog ini bagus-bagus dan berguna bagi para pembaca. Anda bisa lebih mempromosikan artikel Anda di infoGue.com dan jadikan artikel Anda Topik yang terbaik bagi para pembaca di seluruh Indonesia.Telah tersedia plugin / widget kirim artikel & vote yang ter-integrasi dengan instalasi mudah & singkat. Salam Blogger!

    http://www.infogue.com
    http://www.infogue.com/seni_budaya/budaya_makan_di_kelas/

    anik

    Wednesday, April 9, 2008 at 12:08 pm

  3. hehehe, sama.. di sini juga mandi ga musti sehari 2 kali. Aku juga pernah praktek beberapa kali, mandi sebelum tidur, trus bangun pagi cepet2an langusng berangkat😀 Malah pas winter tahun lalu ada temen aku yang bilang uda 2 hari baru mandi sekali. Dia heran. “Knapa mesti mandi? bukankah kita tidak berkeringat?”😀
    apalagi victoria water restriction nih. air mst dihemat2 gabole nyiram halaman, gabole nyuci mobil. mesti di tempat yg bisa recycle air.
    Eh, kalo praktek gini d surabaya gmn yah?😀 dodol :p

    tiui

    Sunday, April 20, 2008 at 9:01 pm

  4. @ galih : dui (betul), apalagi klo udah dinegeri orang… pasti terharu klo budaya kita ternyata budaya yang baek. Bukan budaya korupsi lho🙂

    @ anik : wah… xiexie ni (makasih). salam blogger juga.

    @ tiui : hehe… justru klo winter aku malah sering mandi :p , abis mandi badan jadi anget… jadinya enak beraktifitas lagi (nonton film)😀 . Klo di surabaya mo diterapin begini… radius 3km orang2 udah ngejauhin kita🙂 .

    nRa

    Sunday, April 20, 2008 at 10:03 pm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: