Catatan Kecil

LiVe is SimPle… makE a choiCe, doN’t Look bAck, and Do yoUr beSt.

BBM – Bukan Barang Mewah dan juga Bukan Barang Murah

with one comment

spbu

Disaat saya menulis blog ini, waktu tepat menunjukkan pukul 01.50 WITA (Waktu Indonesia bagian TAipei) alias pukul 00.50 wib. Dengan kata lain… sudah 50 menit lebih umur BBM (Premium, solar dan minyak tanah) di Indonesia dalam tataran harga menjadi 30% dari harga semula. Sedih juga melihat hal ini terjadi ditengah masyarakat Indonesia. Mereka harus merasakan kenaikan BBM sebanyak 3 kali dalam periode kepemimpinan SBY-JK.

Saya mencoba untuk berpikir dengan kemampuan berpikir saya. Terus terang saat ini saya mendukung kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga BBM dari harga semua. Klo toh benar ada dana subsidi, sebaiknya dana tersebut dialihkan kepada tempat2 yang lebih baik untuk kemajuan bangsa. Sebagai contoh, kita mengharapkan pendidikan yang murah bagi seluruh rakyat Indonesia. Dengan mengalokasikan subsidi BBM pada anggaran pendidikan (20% dari APBN) diharapkan jenjang pendidikan dari SD-SMU tidak lagi memungut biaya dari masyarakat. Sehingga kita dapat mencerdaskan kehidupan bangsa. Bisa juga dialokasikan untuk kesehatan masyarakat. Biaya pengobatan yang murah dan bahkan gratis bagi daerah-derah. Atau kita ambil contoh untuk perbaikan transportasi umum. Pemerintah seharusnya juga menyediakan transportasi umum yang murah dan memadai. Sehingga masyarakat memiliki banyak alternatif untuk bepergian tanpa harus memikirkan untuk mengisi bahan bakar kendaraan bermotornya.

Contoh2 diatas hanya segelintir yang dapat saya ungkapkan, tetapi hal tersebut belum dapat direalisasikan oleh pemerintah. Malahan program BLT (Bantuan Langsung Tunai) yang menjadi ujung tombak untuk menangkal kenaikan BBM. Kenaikan BBM sih boleh2 aja pak, tapi tolonglah cari solusi dari kenaikan harga itu. Teman saya pernah berkata… “Kenaikan harga BBM sebenarnya tidak masalah, asal diimbangi dengan ketersediaan lapangan pekerjaan yang memadai bagi seluruh masyarakat Indonesia”. Saya sangat sepakat dengan pendapat teman saya itu.

Written by nRa

Saturday, May 24, 2008 at 1:50 am

Posted in Article/Artikel

Tagged with

One Response

Subscribe to comments with RSS.

  1. Well, sebenarnya masalahnya tidak bisa dipisah-pisah menjadi diskret seperti itu. Ada sejuta faktor yang berkaitan, termasuk masalah intrik politik serta konspirasi. Saya percaya, Bu Sri Mulyani dan Bu Mari’e Pangestu sudah memeras otak untuk mencari solusi itu. Seperti yang dikatakan beliau, tak ada pemerintah yang mau menyengsarakan rakyatnya.

    galih

    Monday, May 26, 2008 at 9:19 am


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: