Catatan Kecil

LiVe is SimPle… makE a choiCe, doN’t Look bAck, and Do yoUr beSt.

Qiyaamul Lail

with 2 comments

Apakah yang kita kerjakan pada malam hari (dini hari)?

Menghabiskan waktu kita dengan mengerjakan tugas2 kantor/kuliah, membaca buku, atau mengerjakan hal laiinya, atau bahkan hanya tidur lelap diatas tempat tidur kita. Mungkin itulah  sebagian dari jawaban saya ketika ditanya pertanyaan diatas. Biasanya waktu malam saya lebih banyak saya habiskan untuk mengerjakan tugas-tugas kuliah, kebetulan saya masih kuliah hingga saat ini.

Tahukah kita apa yang dikerjakan oleh orang2 shalih sebelum kita pada malam hari?

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Hendaklah kalian melakukan shalat malam karena ia adalah kebiasaan orang-orang shalih sebelum kalian, ia sebagai amal taqarrub bagi kalian kepada Allah, menjauhkan dosa, dan penghapus kesalahan.” [1]

Dari hadist tersebut dapat kita pelajari bahwa, kebiasaan orang2 shalih sebelum kita salah satunya adalah melakukan sholat malam.

sebelum lebih lanjut lagi mari kita lihat pengetian sholat malam (sholat Tahajjud) ini. Sholat Tahajjud adalah shalat sunnah yang dilakukan seseorang setelah ia bangun dari tidurnya di malam hari meskipun tidurnya hanya sebentar. Sangat ditekankan apabila shalat ini dilakukan pada sepertiga malam yang terakhir karena pada saat itulah waktu dikabulkannya do’a.

Hukum shalat Tahajjud adalah sunnah muakkadah (sunnah yang sangat ditekankan). Shalat sunnah ini telah tetap berdasarkan dalil dari Al-Qur-an, Sunnah Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, dan ijma’ kaum Muslimin.

Adapun beberapa keutamaan dari sholat tahajjud adalah sebagai berikut:

  1. Shalat Tahajjud adalah sebaik-baik shalat setelah shalat fardhu. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Sebaik-baik puasa setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, Muharram, dan sebaik-baik shalat setelah shalat yang fardhu adalah shalat malam.” [2]
  2. Shalat Tahajjud merupakan kemuliaan bagi seorang Mukmin. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Malaikat Jibril mendatangiku, lalu berkata, ‘Wahai Muhammad, hiduplah sekehendakmu karena kamu akan mati, cintailah seseorang sekehendakmu karena kamu akan berpisah dengannya, dan beramallah sekehendakmu karena kamu akan diberi balasan, dan ketahuilah bahwa kemuliaan seorang Mukmin itu ada pada shalat malamnya dan tidak merasa butuh terhadap manusia.” [3]
  3. Shalat malam adalah wasiat yang pertama kali Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam sampaikan kepada penduduk Madinah ketika beliau memasukinya. Beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Wahai manusia! Sebarkanlah salam, berilah makan, sambunglah silaturahmi, dan shalatlah di malam hari ketika orang lain sedang tidur, niscaya kalian akan masuk Surga dengan selamat.” [4]

So, mumpung masih dalam suasana ramadhan… dimana kita mendapatkan kesempatan yang banyak untuk melakukan sholat tahajjud. Coba aja diusahain sebelum sahur untuk sholat tahajjud terlebih dahulu. Semoga Allah subhanahu wa taala menerima amal ibadah kita dibulan yang mulia ini, amiin.

————————————————————————————-

[1] Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi (no. 3549), al-Hakim (I/308), dan al-Baihaqi (II/502), lafazh ini milik al-Hakim, dari Shahabat Abu Umamah al-Bahili radhiyallaahu ‘anhu.

[2] Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Imam Muslim (no. 1163 (203)), dari Shahabat Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu.

[3] Hadits hasan: Diriwayatkan oleh al-Hakim (IV/325), dishahihkannya dan disepakati adz-Dzahabi, sanadnya dihasankan oleh al-Mundziri dalam at-Targhiib wat Tarhiib (I/640). Beliau menisbatkan hadits ini kepada ath-Thabrani dalam al-Ausath, dan Imam al-Haitsami memberi isyarat tetapnya sanad ini dalam kitabnya Majma’uz Zawaa-id (II/253) dan menisbatkannya kepada ath-Thabrani dalam al-Ausath. Hadits ini dihasankan oleh Syaikh al-Albani dalam Silsilah ash-Shahiihah (no. 831) dan beliau menyebutkan tiga jalan periwayatan: dari ‘Ali, Sahl, dan Jabir radhiyallaahu ‘anhum.

[4] Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Imam Ahmad (V/451), at-Tirmidzi (no. 2485), Ibnu Majah (no. 1334, 3251), al-Hakim (III/13), ad-Darimi (I/340), dan selainnya, dari Shahabat ‘Abdullah bin Salam radhiyallaahu ‘anhu. Lihat Silsilah ash-Shahiihah (no. 569).

Sumber : Almanhaj.or.id

Written by nRa

Friday, September 12, 2008 at 10:19 pm

Posted in al-Islam

Tagged with ,

2 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Seringkali yang kukerjakan sebelum sahur bukan tahajud, tapi masih isya’😀

    galih

    Sunday, September 14, 2008 at 11:05 am

  2. terima kasih sharing info/ilmunya…
    selamat Berpuasa… semoga segala ibadah kita diterima oleh Allah SWT, amin…

    mengapa kita masih didera malas beribadah, baik mahdhah maupun ghayru mahdhah…? untuk itu saya membuat tulisan tentang
    “Mengapa Pahala Tidak Berbentuk Harta Saja, Ya?”

    silakan berkunjung ke:

    http://achmadfaisol.blogspot.com/2008/08/mengapa-pahala-tidak-berbentuk-harta.html

    semoga Allah menyatukan dan melembutkan hati semua umat Islam, amin…

    salam,
    achmad faisol
    http://achmadfaisol.blogspot.com/

    achfaisol

    Wednesday, September 17, 2008 at 10:19 am


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: