Catatan Kecil

LiVe is SimPle… makE a choiCe, doN’t Look bAck, and Do yoUr beSt.

Letung, Matak & Langir (Bagian 2)

with 10 comments

Rumah Nelayan - Langir [Flickr]

Oke, saatnya melanjutkan kisah perjalanan saya selama dikampung halaman. Masih ingat yang bagian pertama? klo gak ingat silahkan mampir dulu.

Jemaja atau lebih sering disebut orang dengan nama Letung (bukan Lutung), merupakan kawasan dengan pemandangan alam yang bagus. Kawasan ini merupakan daerah pantai, sehingga memiliki banyak pantai-pantai yang landai. Tapi sayang … saya tidak sempat berkunjung ke Letung ini sewaktu itu. Lain waktu akan saya kupas lebih banyak lagi tentang daerah pariwisata Letung.

Berikutnya adalah Matak. Matak juga sering dikenal orang dengan sebutan Payaklaman, negara-negara dunia lebih mengenal daerah ini dibandingkan dengan negara Indonesia. Hampir sama dengan Bali, orang elbih mengenal Bali dari pada Indonesia. Daerah ini terkenal dengan bahan tambangnya berupa gas alam cair dan minyak mentah. Untuk kawasan wisata, sepertinya bukan menjadi tempat atau objek wisata yang baik. Tetapi jika ingin melihat keindahan hutan yang masih alami, buah-buahan atau sayur-sayuran yang segar-segar disinilah tempatnya.

Daerah ini sering dikanal dengan nama “Matak Base”, dimana merupakan base location dari perusahan minyak dunia Conoco Philips. Sebagai informasi… saya sangat sedih ketika melihat daerah ini. Bayangkan, daerah dengan kekayaan gas alam dan minyak mentah tetapi tidak memiliki listrik yang memadai selama 24 jam. Setiap pukul 10 malam, listrik sudah harus dipadamkan. Sehingga banyak dari masyarakat yang harus bergelap gulita dimalam hari. Beruntunglah bagi rumah-rumah yang memiliki mesin diesel tersendiri. Hampir sebagian besar hasil tambang daerah ini lari ke Jakarta dan Singapore. Bahkan untuk mengisi supply negara kecil di asia tenggara itu, dari Matak disediakan pipa bawah laut hingga ke Singapore. Sungguh ironis sekali, ibarat pepatah mengatakan : “Ayam mati dilumbung padi”.

Satu daerah lagi yang mungkin tidak dapat saya lupakan adalah Langir. Daerah ini merupakan daerah asal keluarga Ayah saya. Sampai saat ini, masih banyak keluarga Ayah saya yang tinggal disana. Ada pengalaman menarik dan boleh dibilang lucu sewaktu saya berkunjung kesana. Oh iya, untuk menuju Langir saya meminjam sepeda motor Abang sepupu saya. Perjalanan ditempuh lebih kurang 30 menit dengan sepeda motor. Terus terang saya gak berani membonceng orang ketika mengendarai sepeda motor untuk menju Langir. Perjalanan yang terjal, melewati hutan yang masih alami dan perbukitan … nah banyangin aja sendiri. Lebih berbahaya dari pada perjalanan menuju Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BTS) di Lumajang. Sebarnya ada alternatif lain, yaitu menggunakan perahu motor kecil dari Payaklaman, akan tetapi saya ingin menempuh perjalanan darat.

Kami berangkat bertiga, saya, abang sepupu saya dan Ibu saudara saya. Abang saya membonceng Ibu saudara saya. Karena udah terbiasa dia dapat dengan mulus menaklukkan jalan yang terjal itu. Setelah sampai di Langir, kami pun berkunjung kerumah sanak saudara yang ada disana. Apa yang terjadi? sudah jelas mereka semua tidak akan mengenal saya lagi. Dengan tentangan EOS KissDigitalX di tangan saya, mereka semua mengira saya adalah turis … hehe🙂 . Setelah dijelaskan oleh ibu saudara saya, barulah saudara-saudara saya yang di Langir mengerti. Baru kali ini jadi most wanted person🙂 … mereka semua senang saya berkunjung kesana. Tapi ada satuhal yang membuat hati ini sedih😦 , saya bahkan tidak mengenal mereka. Hanya beberapa saudara saja yang saya kenal. Hiks … betapa malangnya saya yang tidak mengenal sanak saudara saya disini. Saat kembali ke Payaklaman dari Langir, saya berpisah dengan abang sepupu dan ibu saudara saya. Saya kembali pada malam hari … hehe🙂 , lewat hutan bo’ . Klo2 aja ketemu seorang bidadari yang tidak menginjakkan kakinya ditanah🙂 .

Diketiga tempat ini saya tidak banyak mengambil foto, dikarenakan saya tiba pada saat sore dan harus kembali ke Tarempa pada keesokan paginya. Hanya beberapa buah video saja yang saya miliki dari rekaman Nokia 6120.

Bersambung…

Written by nRa

Saturday, October 11, 2008 at 11:58 am

10 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Wah, yang perlu dihajar si Conoco Phillips tuh nggak melakukan program terima kasih pada penduduk sekitar.

    galih

    Monday, October 13, 2008 at 11:04 am

  2. mmm….

    Enk bangett keLetung en Langir….

    BoleH dunk se x li ikUt…..

    Emank Cama ama Bali …

    PeraSaan Bali gak ada 2 nya deh..

    ^ ^

    Yana & wenlya

    Wednesday, October 22, 2008 at 8:48 pm

  3. klo saja pemerintah setempat mau menggalakkan sektor pariwisata seperti malaysia karena kepulauan anambas masih alami dan lautnya jernih. jika terwujud pasti bs menambah penghasilan penduduk setempat yang penghasilannya dari hasil laut maupun conoco yg congkak yg hanya mau mengambil kekayaan alamnya saja.

    fajar

    Friday, November 21, 2008 at 4:05 pm

  4. adi jadi pengen pulang kampung lgi liburan ni,,

    adi

    Wednesday, January 21, 2009 at 2:38 pm

  5. sepengetahuan saya letung tak ada kaitannya dengan matak, sebab letung sangat jauh dari daerah tersebut

    ujang

    Sunday, April 12, 2009 at 1:12 pm

  6. Terus terang saja saya ini lahir di Midai besar di Tanjungpinang pensiun di Jakarta, namun saya sekarang ini menetap di Tanjungpinang. Ketika saya kotak katik di google, saya ketemu tulisan kamu. Saya senang dan bangga sekali. Benar-benar bangga. Teruslah menulis dan saya akan terus membacanya.

    Said Mukadam

    Thursday, April 16, 2009 at 11:41 pm

  7. @ said : keluarga ibu saya juga orang midai, klo pak said menetap di tanjung pinang, mungkin pernah bertemu dengan ibu saya. saya hanya sempat sekali ke midai, sewaktu berumur 5 tahun … walaupun masa kecil saya … juga pernah berada dimidai (tau dari cerita2 keluarga). terima kasih telah berkunjung ke blog saya, salam kenal.

    nRa

    Friday, April 17, 2009 at 2:01 am

  8. Saya senang ada anak-anak Terempa yang mau berbagi pengalaman pulang kampong.
    Saya asli anak Terempa (Rumah orang tua saya masih ada di Tanjung, disebelah Sekolah SD/Madrasah – dulunya sekolah SMEP). Setamat sekolah saya merantau dan sekarang menetap di Batam. Terakhir pulang kampung tahun 2007.
    Kampung kita sebenarnya berpotensi untuk dikembangkan. Terutama untuk wisata bahari, apakah untuk Diving dan snokling maupun fishing.
    Banyak daerah yang bisa dikembangkan untuk daya tarik turis lokal maupun manca negara. Banyak tempat yang bisa dijadikan lokasi untuk wisata bahari, contohnya Teluk Rambut, Tanjung Berhale, Pulau Bajau dan pulau-pulau luar seperti Gembili (Kiabu/Airabu), Telagak, Pulau Ujung, Buan, Teloyan dsb. Termasuk Mengkait.
    Apalagi kalau pemerintah mau dan punya kemauan untuk membenahi Air Terjun Temurun dan Air Terjun Airbini sebagai tujuan wisata.
    Tambahan pula kalau rencana Pemerintah/ConocoPhillips jadi terlaksana untuk menghubungkan Siantan dengan Matak melalui jembatan dari Antang ke Sedak (kalau tak salah), maka akan tersynergikan pontensi KKA baik dalam kepariwisataan maupun pembangunan, baik dibidang perdagangan, perkebunan dan terutama perikanan.
    Hal yang juga penting adalah bagaimana pemerintah daerah bisa memperbaiki sarana dan prasarana, seperti ketersediaan listrik, air dan sarana penunjang lainnya, termasuk perbaikan jembatan (dua jembatan sungai Sugi) dan membersihkan sungai Sugi dari limbah rumah tangga yang menumpuk di sungai yang dijadikan tempat pembuangan. Memperbaiki tebing sungai yang sudah ada sebagiannya runtuh.
    Terempa punya potensi. Jemaja juga punya potensi. Semua pulau yang ada di KKA memiliki potensi untuk dikembangkan. TErgantung pemerintah daerah. Mau apa tidak.

    Raja AHamd Ismail ( Abudaniel)

    Raja Ahmad Ismail

    Wednesday, May 27, 2009 at 6:00 pm

  9. saya anak telage sudah lama saya tidak pulang dan terempa tempat saye sekolah MTS. yang saye ingin kan mudah mudah han pemerintah daerah bise membuat anak2 telaga itu berniat untuk sekolah yang lebih baik ada banyak berminat dengan pendidikan karena setahu saye anak telaga itu pade banyak putes sekolah di tingkat SD saje ,tapi saye dengo udah banyak juge sakareng ini yang minat untuk melanjut kan di perguruan tinggi, pesan saye mari lah kite perhatikan daereh daerah yang terpencil itu.

    PARMAN

    Wednesday, May 27, 2009 at 11:04 pm

  10. ehhhmmm

    mank bguz kmpung hlaman orang tua q,

    letung is the best

    slam knal y, q via ank batam
    tpi kturunan dr letung n impol

    via

    Tuesday, September 7, 2010 at 3:28 pm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: