Catatan Kecil

LiVe is SimPle… makE a choiCe, doN’t Look bAck, and Do yoUr beSt.

aiR mengAliR saMPai jAuh

with 7 comments

Hari itu adalah hari yang cerah, walaupun pada awalnya sedikit ditandai dengan gerimis yang lembut seperti kabut. Panitia telah mempersiapkan segala sesuatu berkaitan dengan rihlah dan berbagai persiapan lainnya. Siap berangkat? dan semuanya bergerak menuju Yang Ming Shan. Kesempatan ini adalah kali kedua saya berkunjung kesalah satu pegunungan yang terkenal di bumi formosa ini. Saya sarankan, jika ingin berkunjung kesini … datanglah pada saat musim semi. Bunga-bunga akan tumbun dan mekar dengan indahnya. Pekerjaan yang melakat kepada saya, so pasti tukang foto keliling. Didaulat sebagai tukang foto dalam acara ini, walaupun hampir semua peserta membawa persenjataan masing-masing. 

Oke… sekian mukadimahnya, kita masuk kepada inti permasalahan🙂 . Slow Shutter, merupakah salah satu aspek dalam foto grafi. Untuk mengambil foto slow shutter terutama dengan objek air … lebih khusus lagi ‘air terjun’, bisa dikatakan gampang-gampang sulit. Gampangnya adalah, tinggal rendahkan shutter time … maka air terjun akan menjadi putih seperti kapas. 

Watch out guys, hati-hati terhadap cahaya yang terlalu terang, hal ini akan menyebabkan objek air terjun menjadi OE (Over Exposure). Lihatlah gambar bagian kiri, dimana air terjun (belakang) menjadi putih terang karena terlalu banyak cahaya yang dipantulkan. Bandingkan dengan gambar kanan, dimana shutter time saya kira merupakan shutter time yang tepat. Sebanarnya OE dapat kita atasi dengan berbagai software image editing seperti PS, ACDSee, Aperture 2.0 (MacOS) dll, tetapi saya ingin belajar menampilkan photo asli dari kamera ‘fresh from the oven’.

Berikutnya adalah mengenai objek, gambar dikanan terasa kurang mengena atau dalam istilah kerennya … i didn’t get the feel when shoot it. Objek gambar dikiri lebih baik dari pada objek gambar dikanan. Tetapi menggabungkan objek yang bagus dengan shutter time yang tepat dalam ‘slow shutter photo’ memerlukan kerja keras dari situkang jepret.

Kedua foto diatas saya ambil dalam posisi tegak ‘portrait’. Foto kiri menunjukkan betapa sulitnya mengambil objek keseluruhan dari air terjun sehingga seluruh air terjun memiliki shutter time yang sama saat dijepter. Foto kanan memperlihatkan sebuah objek air terjun yang diambil secara tunggal, pada foto ini saya dapat dengan mudah mengatur setingan yang tepat untuk mendapatkan gambar yang diinginkan. Selamat mencoba.

– Canon EOS Kiss DigitalX | EF 18-55mm [Flickr] –

Written by nRa

Monday, December 22, 2008 at 4:35 am

7 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. pertamax……😀
    mm.. begitu to..
    wokeh.. nyoba2 dulu deh.. heheh
    thx inponya gan..

    hude

    Monday, December 22, 2008 at 10:46 am

  2. wih air terjun mininya keren euy kyk kain sutra, bisa kelihatan lembut dan halus gitu..

    brillie

    Monday, December 22, 2008 at 10:17 pm

  3. Foto2 di sebelah kanan menarik ..

    syelviapoe3

    Tuesday, December 23, 2008 at 11:38 am

  4. @ hude : pertamax harga e piro saiki wuk? hehehe

    @ brillie : semua orang bisa ngambil foto kaya’ gitu, asal kameranya support ‘manual’ setting

    @ syelvie : makasih… makasih

    nRa

    Tuesday, December 23, 2008 at 12:53 pm

  5. Keyeeen…. nggak pake ND kan??

    Mas Gaptek

    Sunday, January 4, 2009 at 9:28 pm

  6. @ mas gaptek : gak, sayang lensa kit dipasang filter ND … ntar aja klo udah beli lensa baru, sekalian sama ND

    nRa

    Sunday, January 4, 2009 at 9:45 pm

  7. nice shoot, mas…

    captoel

    Sunday, September 13, 2009 at 12:50 pm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: