Catatan Kecil

LiVe is SimPle… makE a choiCe, doN’t Look bAck, and Do yoUr beSt.

Archive for April 2009

Jalan ku tak panjang

with 16 comments

img_1138

Jalan ku tak panjang

Canon EOS Kiss Digital X | EF-S 18 – 55mm | F/3.5 | 1.3 Sec | ISO 200

Berilah hambamu kemudahan ya Allah, amin.

Location : Taiwan Presidential House – Taipei

Counting down : 92 days

Advertisements

Written by nRa

Wednesday, April 29, 2009 at 10:35 pm

Panorama Photos

with 16 comments

Dunia Milik Berdua | CingTianGang – YangMingShan National Park

Mt. CiShing Peak – YangMingShan National Park

Mt. CiShing – YangMingShan National Park Read the rest of this entry »

Written by nRa

Wednesday, April 22, 2009 at 7:54 am

Habis gelap terangpun tak datang

with 8 comments

“Habis gelap terbitlah terang” begitulah kata-kata yang sering kita dengarkan dari sebuah buku ketika masih duduk dibangku sekolah dasar. Hampir setiap pelajaran moral (PMP / PPKn) atau pelajaran sejarah perjuangan bangsa, kata-kata itu selalu kita jumpai. Kata yang sangat identik dengan seorang pahlawan wanita terutama dalam mencerdaskan dan mengangkat derajat kaum hawa. Entah apa jadinya harkat dan derajat wanita jika 130 tahun yang lalu tidak lahir seorang putri yang bernama Raden Adjeng Kartini di Indonesia.

“Hidup kita akan indah jika kita melihat cahaya dalam kegelapan – R.A Kartini”

Ketika sebagian wanita sedang menikmati hasil jerih payah R.A Kartini ada sebagian lain yang masih harus berjuang untuk dapat menyamai derajatnya dengan wanita lain. Kita bisa melihat kondisi saat ini, sudah banyak wanita-wanita yang dapat bekerja diposisi yang layak dan sesuai dengan keinginannya. Banyak wanita yang dapat mengeyam pendidikan yang layak, bahkan hingga pendidikan doktoral. Betapa bangganya Ibu Kita dengan hasil jerih payah perjuangannya.

Itu sekelumit cerita bagi wanita-wanita yang ditakdirkan memiliki garis keberhasilan dan kesuksesan. Bagaimana dengan wanita-wanita yang lainnya? Korban trafficking? Korban tindakan asusila yang menimpa mereka sehingga garis takdir mereka berubah tidak sesuai dengan keinginan dan cita-cita R.A Kartini? Siapakah yang harus disalahkan dengan keadaan mereka seperti itu? Kapankah secercah cahaya menghampiri kegelapan mereka? Sepertinya pemerintah harus lebih tanggap lagi dengan kejadian-kejadian ini. Berharap secercah cahaya menghampiri kehidupan wanita-wanita yang termasuk dalam kategori kurang beruntung itu.

SELAMAT HARI KARTINI (nyanyi dlu yuk)

‘wahai ibu kita Kartini … putri yang mulia’

‘sungguh besar cita-citanya bagi Indonesia’

Tulisan lain tentang Kartini (blog sahabat) : Kartini digugat

Written by nRa

Tuesday, April 21, 2009 at 8:03 pm

Posted in Article/Artikel

Tagged with

Politik adalah sahabatku

with 15 comments

Dahulu orang sering berkata, ibu kota lebih kejam dari pada ibu tiri. Ternyata sekarang ada yang lebih kejam daripada ibu kota. Ya, politik adalah jawabannya. Politik tidak hanya kejam diibu kota, dikelurahan, kecamatan, kabupaten hingga propinsi politik bisa menjadi sahabat yang sangat kejam. Bahkan sampai keluar negeri sekalipun … politik membabat habis musuh-musuhnya, menghancurkan semua yang tidak sesuai dengan kepentingannya. Bak perkataan orang tua terdahulu, politik itu memang kejam.

Saking kejamnya sang politik, dapat membuat orang yang telah lama bersahabat menjadi bermusuhan selama sisa hidupnya. Alkisah hidup dua orang yang telah bersahabat sejak kecil, teman sepermainan, selalu masuk sekolah yang sama dan akhirnya juga memilih jalan untuk bernafkah secara bersama-sama. Setelah sekian puluh tahun bersahabat, tibalah era reformasi melanda negeri ini. Banyak partai bermunculan, membuat semua orang memiliki arah “hidup” yang baru. Bak cendawan dimusim hujan, partai-partai bermunculan keatas permukaan. Tentu saja partai-partai tersebut membutuhkan kader untuk menjalankan roda kepartaiannya. Kedua orang yang telah dianggap sebagai orang yang dituakan pada daerah tersebut memilih untuk mengambil jalan yang berbeda. Si A mengusung lambang hewan dan Si B mengusung lambang tumbuh-tumbuhan. Dari sinilah persahabatan itu mulai luntur. Awalnya masih bertegur sapa, seperti sedia kala. Hari berganti hingga suasana mendekati pemilihan umum akan tiba. Bukan hanya tidak bertegur sapa, tetapi sudah melontarkan kata-kata yang kurang enak didengar kepada mantan sahabatnya. Si A mengatakan sesuatu tentang Si B dan Si B juga berbuat sebaliknya. Begitulah sekelumit cerita tentang dua orang sahabat dalam politik.

Beberapa hari lagi negara kita akan melaksanakan pesta demokrasi. Pesta yang akan menentukan nasib bangsa ini 5 tahun kedepan. Pesta dimana dan kemana negara kita akan dibawa kepada orang-orang yang kita berikan kepercayaan. Bukannya itikad baik yang bermunculan, tetapi malah banyak kejadian yang tidak enak dipandang mata yang tampak. Dahulunya kita bersama-sama menjalankan kegiatan, sekarang telah terpecah belah karena berbeda bendera dan kepentingan. Sungguh ironis, nasib kita saat ini.

Itulah politik, permainan yang dapat menghilangkan arti sebuah persabahatan. Semoga politik dinegara ini akan tumbuh menjadi lebih dewasa dari waktu ke waktu, amin.

Written by nRa

Tuesday, April 7, 2009 at 9:29 pm

Posted in Article/Artikel

Tagged with ,

seperempat abad

with 15 comments

2 April 2009, perjalanan itu terukir digaris hidupku. Sudah seperempat abad lamanya aku menghirup udara didunia ini, entah tinggal berapa lagi jatah umur yang akan aku miliki. Sejak dilahirkan 25 tahun silam disebuah daerah kepulauan (Tarempa, red) dan sebuah rumah didepan mesjid raya tarempa (rumah nenek, red). Begitulah sekelumit kisah kelahiranku yang aku mengerti sampai saat ini.

25 tahun yang aku habiskan begitu bermakna, hingga akhirnya aku bisa menjadi seperti ini. Keluarga, saudara dan sahabat … semuanya memberikan kontribusi yang nyata bagiku. Terima kasih semuanya, tanpa kalian aku tidak mungkin seperti ini.

Genap setahun dari ulang tahun ku yang ke 24, tadi malam … mereka (terima kasih teman-teman) kembali memberikan kejutan buat ku. Sebuah kue ulang tahun dengan tanda tanya diatasnya 🙂 . Siang harinya, kembali kejutan datang pada ku. Sebuah kue tar dengan angka 25 diatasnya. Sebuah kue ulang tahun, yang memiliki makna besar dalam hidupku. Kalian masih mengingat akan kehadiranku, terima kasih teman.

Satu hal lagi yang terasa spesial pada umur ku yang ke 25 ini. Aku memperoleh kado yang sangat bagus … so cute, I love it. Make wishes for my birth day … hope i can finish my thesis as soon as possible. Wanna go back home, spend my time at home, get a good job, travel arround Indonesia and the world, buy game portable (sony psp), new lens for my DSLR … hahaha, so many wishes 🙂 , amin.

Written by nRa

Saturday, April 4, 2009 at 7:59 pm

Posted in Long Journey of My Live

Tagged with