Catatan Kecil

LiVe is SimPle… makE a choiCe, doN’t Look bAck, and Do yoUr beSt.

Politik adalah sahabatku

with 15 comments

Dahulu orang sering berkata, ibu kota lebih kejam dari pada ibu tiri. Ternyata sekarang ada yang lebih kejam daripada ibu kota. Ya, politik adalah jawabannya. Politik tidak hanya kejam diibu kota, dikelurahan, kecamatan, kabupaten hingga propinsi politik bisa menjadi sahabat yang sangat kejam. Bahkan sampai keluar negeri sekalipun … politik membabat habis musuh-musuhnya, menghancurkan semua yang tidak sesuai dengan kepentingannya. Bak perkataan orang tua terdahulu, politik itu memang kejam.

Saking kejamnya sang politik, dapat membuat orang yang telah lama bersahabat menjadi bermusuhan selama sisa hidupnya. Alkisah hidup dua orang yang telah bersahabat sejak kecil, teman sepermainan, selalu masuk sekolah yang sama dan akhirnya juga memilih jalan untuk bernafkah secara bersama-sama. Setelah sekian puluh tahun bersahabat, tibalah era reformasi melanda negeri ini. Banyak partai bermunculan, membuat semua orang memiliki arah “hidup” yang baru. Bak cendawan dimusim hujan, partai-partai bermunculan keatas permukaan. Tentu saja partai-partai tersebut membutuhkan kader untuk menjalankan roda kepartaiannya. Kedua orang yang telah dianggap sebagai orang yang dituakan pada daerah tersebut memilih untuk mengambil jalan yang berbeda. Si A mengusung lambang hewan dan Si B mengusung lambang tumbuh-tumbuhan. Dari sinilah persahabatan itu mulai luntur. Awalnya masih bertegur sapa, seperti sedia kala. Hari berganti hingga suasana mendekati pemilihan umum akan tiba. Bukan hanya tidak bertegur sapa, tetapi sudah melontarkan kata-kata yang kurang enak didengar kepada mantan sahabatnya. Si A mengatakan sesuatu tentang Si B dan Si B juga berbuat sebaliknya. Begitulah sekelumit cerita tentang dua orang sahabat dalam politik.

Beberapa hari lagi negara kita akan melaksanakan pesta demokrasi. Pesta yang akan menentukan nasib bangsa ini 5 tahun kedepan. Pesta dimana dan kemana negara kita akan dibawa kepada orang-orang yang kita berikan kepercayaan. Bukannya itikad baik yang bermunculan, tetapi malah banyak kejadian yang tidak enak dipandang mata yang tampak. Dahulunya kita bersama-sama menjalankan kegiatan, sekarang telah terpecah belah karena berbeda bendera dan kepentingan. Sungguh ironis, nasib kita saat ini.

Itulah politik, permainan yang dapat menghilangkan arti sebuah persabahatan. Semoga politik dinegara ini akan tumbuh menjadi lebih dewasa dari waktu ke waktu, amin.

Written by nRa

Tuesday, April 7, 2009 at 9:29 pm

Posted in Article/Artikel

Tagged with ,

15 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Bisa merusak hubungan suami istri juga g yah? Contoh yg satu anggota partai, yang atu malah golput :-p

    Wah Kak, ini bukan salah si politik nya lah,,, tapi salah orang2 yang bermain didalamnya. Klo nggak salah om Aristoteles itu bilang, politik teh “art to govern”. Art gitu,,, berarti ada unsur keindahan di dalam nya,, hehehe. Jadi tidak ada politik yang kejam, yang kejam hanya orang2 yg menjadikan kekuasaan sebagai alat pencapaian tujuan mereka. So far itu wajar, nggak wajar kalau sudah bercampur dengan hawa nafsu dan kompetisi tidak sehat. Chi non risica, non risica (nothing ventured, nothing gained).

    Semoga si A dan si B cepet baikan lagi ^_^,,, semoga ini hanyalah emosi sesaat. Hehehe…. Btw nyontreng g niy??

    yuher

    Wednesday, April 8, 2009 at 7:17 am

  2. Politik tidak bisa dilepaskan dari hidup manusia. Suka atau tidak suka, cepat atau lambat orang pasti akan masuk ke dalam permainan politik. Paling nyata adalah: politik di kantor (office politics)🙂

    galihsatria

    Wednesday, April 8, 2009 at 9:55 am

  3. aku malah dari dulu ga suka politik, ga tau kenapa, ribet aja bawaanya😦

    phiy

    Wednesday, April 8, 2009 at 4:11 pm

  4. Aku suka (pengetahuan) politik, tapi ngak doyan politik praktis

    Ersis Warmansyah Abbas

    Wednesday, April 8, 2009 at 5:38 pm

  5. politik untuk kekuasaan dan pemuasan dunia itu yg tak kusuka, tapi memang kenyataan seperti itu jarang politik yg secaranyata 100% iklas untuk kebaikan bersama….

    Wh

    Wednesday, April 8, 2009 at 11:10 pm

  6. Kita lihat politik dari sisi yang berbeda….
    Kali ini (baca:Pemilu) untuk kebangkitan bangsa…

    Suara kita akan menentukan jalan bangsa ini ke depan….

    Ayo,..contreng…contreng…!

    putri

    Wednesday, April 8, 2009 at 11:45 pm

  7. Ga ada sahabat sejati di politik, adanya adalah kepentingan sejati.

    Aris Kumara

    Thursday, April 9, 2009 at 1:06 am

  8. Well,, karena dia tidak mengundangku ke acara pentingnya tahun ini (baca : pemilu),, padahal aku sangat berharap diundang dari jauh hari …
    Jadi kupikir ia, politik ini, mengkhianati persahabatanku ..

    muzda

    Thursday, April 9, 2009 at 12:38 pm

  9. @ all : yuk nyontreng yuk … saya udah nyontreng untuk pemilu kali ini. Saya contreng si Biru, hehehehe🙂

    nRa

    Thursday, April 9, 2009 at 2:17 pm

  10. Hiks.. Nasib orang nomaden.. Gak terdaftar.. Golput deh!
    Btw, si biru? Yang ada segitiganya ituh??

    Jablay24/7

    Thursday, April 9, 2009 at 3:38 pm

  11. Semoga anggota DPR yang baru qt pilih tidak “tidur” lagi waktu rapat berlangsung!

    Immer, Jaringan Dynasis Online

    Saturday, April 11, 2009 at 1:37 pm

  12. Aku gak nyontrreng Nra … gak bisaaa…. makanya aku nulis surat ke MUI, dosa pa nggak nie,, hheee ….
    Tapi katanya malah tu surat salah alamat,, hahaa … (becanda ding..)

    Eh, nra .. mau award ya ..??
    Ambil ya,, di aku.. gak banyak kok PR-nya🙂

    Muzda

    Sunday, April 12, 2009 at 2:03 am

  13. aku juga gak nyontreng…gak kedaftar sih ^_^
    didaftarnya dimana tinggalnya dimana…kekekekeke

    Ria

    Sunday, April 12, 2009 at 10:59 pm

  14. Politik itu kejam???…emmm…kok ada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ya, empat tahun kuliah disana ngga pernah diajarkan ttg kekejaman tuh. Politic is art. Seni memperoleh kekuasaan, dan menggunakan kekuasaan itu untuk mengelola negara atau bagian2nya. Agama yang katanya suci pada kenyataannya juga kerap membuat satu keluarga berpecah belah hanya karena berbeda cara menyembah Sang Maha Agung.

    Mungkin masih ingat dengan pepatah The Man Behind The Gun. Kalo yang make nya polisi trus digunakan buat nangkap penjahat tentu positif bukan, celakanya kalo digunakan Nra buat nodong saya. Demikian jg adanya dengan politik. Masih banyak kok politisi bersih, ada Natsir, Hamka, Hatta, Gandhi, Bhutto senior, Luther King, Mandela etc. Btw Muhammad SAW, Abu Bakar, Umar, dan Usman juga adalah politisi, adakah mereka kejam….?

    Diezra

    Thursday, April 16, 2009 at 1:24 pm

  15. saya gak nyontreng..😦
    bukan gak mau..
    hanya tergolputkan oleh sistem..😦

    oRiDo™

    Thursday, April 16, 2009 at 5:23 pm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: