Catatan Kecil

LiVe is SimPle… makE a choiCe, doN’t Look bAck, and Do yoUr beSt.

Habis gelap terangpun tak datang

with 8 comments

“Habis gelap terbitlah terang” begitulah kata-kata yang sering kita dengarkan dari sebuah buku ketika masih duduk dibangku sekolah dasar. Hampir setiap pelajaran moral (PMP / PPKn) atau pelajaran sejarah perjuangan bangsa, kata-kata itu selalu kita jumpai. Kata yang sangat identik dengan seorang pahlawan wanita terutama dalam mencerdaskan dan mengangkat derajat kaum hawa. Entah apa jadinya harkat dan derajat wanita jika 130 tahun yang lalu tidak lahir seorang putri yang bernama Raden Adjeng Kartini di Indonesia.

“Hidup kita akan indah jika kita melihat cahaya dalam kegelapan – R.A Kartini”

Ketika sebagian wanita sedang menikmati hasil jerih payah R.A Kartini ada sebagian lain yang masih harus berjuang untuk dapat menyamai derajatnya dengan wanita lain. Kita bisa melihat kondisi saat ini, sudah banyak wanita-wanita yang dapat bekerja diposisi yang layak dan sesuai dengan keinginannya. Banyak wanita yang dapat mengeyam pendidikan yang layak, bahkan hingga pendidikan doktoral. Betapa bangganya Ibu Kita dengan hasil jerih payah perjuangannya.

Itu sekelumit cerita bagi wanita-wanita yang ditakdirkan memiliki garis keberhasilan dan kesuksesan. Bagaimana dengan wanita-wanita yang lainnya? Korban trafficking? Korban tindakan asusila yang menimpa mereka sehingga garis takdir mereka berubah tidak sesuai dengan keinginan dan cita-cita R.A Kartini? Siapakah yang harus disalahkan dengan keadaan mereka seperti itu? Kapankah secercah cahaya menghampiri kegelapan mereka? Sepertinya pemerintah harus lebih tanggap lagi dengan kejadian-kejadian ini. Berharap secercah cahaya menghampiri kehidupan wanita-wanita yang termasuk dalam kategori kurang beruntung itu.

SELAMAT HARI KARTINI (nyanyi dlu yuk)

‘wahai ibu kita Kartini … putri yang mulia’

‘sungguh besar cita-citanya bagi Indonesia’

Tulisan lain tentang Kartini (blog sahabat) : Kartini digugat

Written by nRa

Tuesday, April 21, 2009 at 8:03 pm

Posted in Article/Artikel

Tagged with

8 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. wanita memang topik menarik untuk diangkat,
    misterinya, hatinya, penampakannya, karya2nya, semangatnya, bahkan berbagai masalah yang ditimbulkan atopundialami oleh wanita.

    hidup wanita indonesia🙂
    meski masih banyak masalah, tetap percaya akan ada terang setelah masa gelap ini. Selamat Hari Kartini!!

    btw,, sudahkah menemukan salah seorang wanita yang memberi secercah terang itu? [hehehhehe ;)]

    niken

    Tuesday, April 21, 2009 at 10:57 pm

  2. kalo gelapnya dah habis terus terangnya gk datang…jadinya apa dong…remang2??? :D…

    Women….Men….Hmmm….lets just respect each other, OK! thats enough.

    ervin

    Wednesday, April 22, 2009 at 12:21 am

  3. Iya nRa ..
    Gimana dengan para perempuan yang mengalami dead end,, mereka yang menjadi korban ,,,
    Tak bisa juga ya,, kita bilang bahwa mereka tak mewarisi spirit Kartini .. Bila kita lihat dari sudut pandang yang lain, mereka juga wanita-wanita pemberani …
    Bener katamu, mereka hanya kurang beruntung🙂

    Muzda

    Wednesday, April 22, 2009 at 12:37 am

  4. @ niken : yang terakhir tuh pertanyaan teroris Ken … susah dijawab🙂

    @ ervin : betul mbak … lets respect each other. semoga lulus QE nya mbak, biar nambah 1 orang lagi professional di ntust-isa, whehehe

    @ muzda : yup, makanya payung hukum harus benar2 melindungi mereka. Karena sering kali perempuan yang dijadikan objek kekerasan. Semoga aparat penegak hukum dinegara kita lebih peduli lagi dengan hal-hal seperti ini.

    nRa

    Wednesday, April 22, 2009 at 12:40 am

  5. Pertanyaannya?

    Benarkah sebelum era Kartini perempuan Indonesia tidak diberi hak pendidikan? Benarkah Kartini yang mendirikan sekolah perempuan pertama di Indonesia?
    Mengapa kok Kartini yang dijadikon ikon?
    Bagamana dengan peran Dewi Sartika?
    Bagaimana dengan peran Sultanah Seri Ratu Tajul Alam Safiatuddin Johan Berdaulat dari Aceh?
    Bagaimana dengan peran Siti Aisyah We Tenriolle dari Sulawesi Selatan?

    Ali S Kholimi

    Wednesday, April 22, 2009 at 6:23 am

  6. @ kholimi : ya gak ngerti bos, lah yang diajarkan ketika saya duduk manis dibangku sd seperti itu sih. R.A Kartini pelopor emansipasi wanita, yang pahlawan laen ndak ngerti saya. Klo gitu pertanyaan balik, Apakah semua sejarah yang kita pelajari tentang negara kita itu salah? heran deh, sebuah sejarah tentang negara kita hampir selalu ada sisi kontranya. Mendingan gak usah belajar sejarah aja sekalian klo memang gak tau yang mana yang benar dan yang mana yang salah.

    Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya. klo memang yang lain juga memiliki peran penting … yah diceritakan juga seharusnya ketika saya duduk dibangku SD, ndak hanya Ibu Kita doank🙂

    nra

    Wednesday, April 22, 2009 at 6:38 am

  7. kartini adalah salah satu pahlawan yang berjasa buat perempuan, ngga lebih, ngga kurang :]

    phiy

    Wednesday, April 22, 2009 at 7:23 am

  8. Terus berusaha dan berdoa.. Insya Allah.. “Terang” itu pasti kan datang..🙂

    UchiE

    Thursday, April 30, 2009 at 11:32 am


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: