Catatan Kecil

LiVe is SimPle… makE a choiCe, doN’t Look bAck, and Do yoUr beSt.

Foto : Seribu makna, Sejuta cerita

with 10 comments

Sedikit bernostalgia kemasa lalu, waktu dimana aku mengenal dunia fotografi ini. Ketika diajak jalan-jalan oleh dua orang dosen ku ketika masih duduk dibangkus S1. Begitu senangnya saya ketika melihat sang fotografer mengekspresikan dan mengeksekusi objek-objek dihadapannya secara LIVE! Banyak pelajaran yang dapat diambil dari hunting dilapangan secara langsung. Belajar secara alamiah, tanpa mengikuti kelas-kelas fotografi yang harganya lumayan merogoh kocek. Jika hasil jepretan ku sendiri masih amburadul, ku tanyakan pada mereka yang telah ahli … “ko’ bisa begitu pak? bagaimana cara menjepretnya?” ibarat pertanyaan dari seorang anak kecil yang selalu ingin tahu segala sesuatu.

Kamera – bukan fotografer namanya klo gak punya kamera, meskipun cumi (cuma minjem) yang penting harus punya kamera🙂 . Jadi ingat ketika awal-awal belum punya kamera, dikasih pake kameranya Pak Was waktu hunting ke Trawas. Pulangnya malah ditraktir soto (lah ko’ malah ngomongin makanan :p). Bermodal pengetahuan yang nol besar, pergilah saya mengikuti fotografer-fotografer senior untuk hunting. Mumpung ada kamera ditangan, ya udah .. jepret aja🙂 .

Strategi – Setelah punya kamera, sekarang kita akan berlanjut pada strategi untuk pengambilan foto. Tidak ada strategi yang khusus, klo menurut saya. Pepatah jawa kuno mengatakan “Shoots till your finger bleeding!” … set kamera pada mode otomatis, tinggal jepret … sudah. Lihatlah hasilnya … klo kurang memuaskan, jepret lagi. Jam terbang seorang fotografer akan bertambah sesuai dengan jumpah jepretannya. Hal lain juga yang penting adalah pengalaman, pengalaman disini bukan hanya pengalaman pribadi .. bisa juga pengalaman orang lain. Hunting bersama-sama teman akan terasa lebih nikmat, karena bisa berbagi pengalaman dan ilmu.

Post processing – Ada sebuah istilah dalam fotografi, orang dibelakang sebuah foto lebih hebat dari pada sang fotografer itu sendiri. Sedikit berlebihan sih … tapi ada kenyataan yang berbicara seperti itu. Dengan berbagai jenis software dan tools untuk mengedit dan memanupulasi sebuah foto, seseorang dapat dengan mudah mempercantik hasil jepretannya. Bagai saya sendiri … tidak terlalu suka untuk memanipulasi hasil jepretan. Karena ada kebahagian tersendiri ketika melihat hasil jepretan yang diupload original dari kamera. *aslinya emang gak bisa ngedit :p

Seribu makna sejuta cerita, itulah arti dari sebuah foto. Bahkan sebuah foto yang tidak memenuhi kaedah fotografipun akan memiliki nilai yang terkira. Bayangkan ketika anda masih kecil dahulu, ketika masih duduk dibangku sd, smp, smu dan hingga akhirnya kuliah. Merasakan jaman yang belum sama sekali mengerti dengan keadaan fotografi. Lihatlah foto-foto anda pada masa itu. Sungguh banyak kenangan yang dapat kita nikmati. Beruntunglah seseorang yang telah memiliki dokumentasi sedari dia kecil (dari kecil udah diajarin fotogenik) hehe. Apapun yang anda ingin jepret … jepretlah. Asal tidak mengganggu kenyamanan dan keamanan orang lain. Apatah lagi sekarang sudah memasuki dunia digital, hasil jepretan dapat dilihat langsung. Jangan takut untuk mengambil sebuah gambar, asal tempat penyimpanannya tersedia dengan cukup🙂.

Selamat menjepret!

Written by nRa

Thursday, July 30, 2009 at 9:58 am

Posted in Tukang Foto/Photography

Tagged with

10 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Dah lama niy g lihat jepretan terbarunya K.
    Ditunggu ^_^
    -yang hobi nge-save-

    yuher

    Thursday, July 30, 2009 at 11:36 am

  2. ada .. tunggu aja, ada banyak stok liburan nih🙂

    nra

    Thursday, July 30, 2009 at 3:17 pm

  3. Jadi ingat ketika awal-awal belum punya kamera, dikasih pake kameranya Pak Was waktu hunting ke Trawas.

    Aku masih inget, waktu itu aku masih pakai Nikon FM-10. Lalu makan sotonya di deket pengkolan kertajaya indah. Huntingnya bareng alm. pak nunut juga…

    galihsatria

    Sunday, August 2, 2009 at 9:01 am

  4. @ galih : iyo … sepeti foto mu nang fb🙂

    nra

    Sunday, August 2, 2009 at 11:05 am

  5. iya beruntung sekali kalo udah jeprat jepret dari kecil..saya dari kelas 3 sma beli kamera, sekarang udah kuliah kalau lihat2 jepretan yang lalu jadi teringat banyak kenangan…biar foto yang bicara..

    wiranurmansyah

    Monday, August 3, 2009 at 7:47 am

  6. mantap nih articlenya ndra…. gaya bahasanya ringan enak dibaca….

    edwinsetiawan

    Monday, August 3, 2009 at 10:28 pm

  7. @ wira : thanks udah mampir

    @ edwin : nih dia .. masternya fotografer udah keluar🙂

    nRa

    Monday, August 3, 2009 at 11:52 pm

  8. foto-fotonya mas Hendra emang mantep..
    Selesai S2 tambah gelas master of fotografer.. (M.Ftr) hehehehe😀

    almuhandis

    Wednesday, August 5, 2009 at 6:37 am

  9. Memang selalu ada sejuta cerita dibalik sebuah foto. Salam kenal, tetap jepret…

    captoel

    Sunday, September 13, 2009 at 12:46 pm

  10. UPLOAD DONG HASIL2NYA….

    ani suseno

    Saturday, November 27, 2010 at 6:19 pm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: