Catatan Kecil

LiVe is SimPle… makE a choiCe, doN’t Look bAck, and Do yoUr beSt.

Hongkong – Beijing (Bagian 5)

with 6 comments

Forbidden City, Tiananmen Square dan Wang Fu Jing Market

Sebelum semuanya lupa dari ingatan, akan saya tuliskan kelanjutan kisah perjalanan musim dingin pada blog ini. Ketiga tempat tersebut; Forbidden city, Tiananmen square dan Wang Fu Jing market terletak sangat berdekatan. Setelah hari-hari sebelumnya kami bergaya bak turis mancanegara, sekarang saatnya menjalankan niatan awal, yaitu backpacker ^^. Dari tempat kami menginap, kami dapat mencapai lokasi forbidden city dengan menggunakan subway (MRT). Kebetulan Forbidden city memiliki sebuah stasiun subway sendiri (Tiananmen station). Berpergian menggunakan MRT di Bejing, tidaklah sama dengan bepergian menggunakan MRT di Taipei. Jujur, pertama kali melihat lalu lintas MRT di Beijing, saya tidak begitu kaget. Sudah hampir mirip KRL di Jakarta, hehehe. Mungkin yang membedakannya adalah biaya MRT di Beijing sangat murah. Dari dan kemanapun kita hanya membayar RMB 2, dengan keterhubungan MRT yang sangat luas. Bisa kita bayangkan seluruh daerah di Beijing dapat kita kunjungi dengan harga yang murah, dari ujung timur ke barat, utara ke selatan hanya RMB 2🙂 .

Hari ini tanggal 2 Februari 2010, cahaya matahari cukup terang untuk menyinari kota Beijing, tetapi suhu udara masih daja berkisaran antara 0-2 derajat celcius.  Tepat pukul 13 siang, kami sampai di Forbidden City area, didepannya terdapat lapangan terluas didunia Tiananmen square. Jika ingin melihat upacara penurunan bendera dilapangan tersebut, datanglah sore hari pada jam 5. Banyak pengunjung, baik turis lokal maupun mancanegara yang menyaksikan apel penurunan bendera setiap harinya. Perjalanan di Forbidden city pun dimulai, satu demi satu lorang dan pintu gerbang kami lewati. Sepertinya memang daerah ini sangat angker dlunya, bangunan tua, bahkan mungkin tidak habis pikir kita menilainya, ada berapa ribu orang yang tinggal diistana ini pada zaman dahulu kala. Luasnya … biyuh, minta ampun ^^. Sampai-sampai dengan udara yg begitu dingin, saya sudah lelah berjalan sebelum sampai diujungnya. Tiket masuk yang dibutuhkan sebanyak RMB 40. Sepertinya kita tidak membutuhkan bantuan audio untuk setiap daerah yg dikunjungi, karena kita harus mengeluarkan uang sebesar RMB 60 (deposit 40) untuk menyewanya. Setelah sampai dipenghujung lorong terakhir, terlihatlah jalan raya yang menandakan berakhirnya perjalanan di Forbidden city. Jika masih memiliki waktu untuk berjalan-jalan santai, para pembaca dapat mengunjungi beberapa tempat wisata alam disekitar forbidden city, diantaranya : Beihai lake, zhonghai lake dan nanhai lake yang terletak dibagian barat forbidden city.

*tips : sebaiknya pergi ke forbidden city dipagi hari, karena pada pukul 16.00 semua pengunjung telah diusir dengan paksa oleh penjaga istana.

Selanjutnya perjalan dilanjutkan untuk mencari oleh-oleh dan melihat-lihat keadaan kota Beijing dikala malam. Tempat yang dikunjungi adalah Wangfujing market. Pasar Wangfujing cukup dekat dari forbidden city, hanya satu stasiun subway setelah/sebelum tiananmen station. Karena kami telah berjalan menyusuri forbidden city sebelumnya, maka kami memutuskan untuk menaiki bis menuju wangfujing market.

Wanfujing market sebenarnya bukanlah pasar tradisional, tetapi lebih kepada pasar yang telah modern. Ibaratnya pusat perbelanjaan, selain terdapat grosir2 kecil, juga terdapat toko2 yang berada didalam mall. Jika berbelanja di mall, pilihlah toko yg menawarkan diskon, dah secara keseluruhan harga dimall juga termasuk murah. Jika berbelanja dipasar grosir, tawarlah barang yang ingin anda beli dibawah separuh harga yang diberikan oleh sipenjual ^^. Semakin pintar anda menawar, semakin murah barang yg anda dapatkan. Karena di Beijing masih berlaku sistem tawar menawar dalam transaksi pembelian.

Disekitar wangfujing market ini juga ada sebuah jalan yang digunakan untuk berjualan beraneka ragam kuliner. Dari seafood, hingga aneka jenis buah-buahan dan manisan. Harga yang ditawarkan juga bervariasi, tapi kali ini gak bisa nawar lho … hehehe.

Forbidden City

Wisaaaata Kuliner ^^

Wangfujing Mall Area

Traditional Market

Bersambung … (bagian 6)

Written by nRa

Saturday, March 27, 2010 at 2:08 pm

6 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Quotes: “Disekitar wangfujing market ini juga ada sebuah jalan yang digunakan untuk berjualan beraneka ragam kuliner. Dari seafood, hingga aneka jenis buah-buahan dan manisan. Harga yang ditawarkan juga bervariasi, tapi kali ini gak bisa nawar lho … hehehe.”

    ye’elah Ndra, biar orang indo gk segitunya kali, masak mo bli manisan aja nawar…;p

    ervinn

    Saturday, March 27, 2010 at 7:10 pm

    • sopo ruh mbak, selagi masih bisa ditawar kena nggak? hehehe

      nra

      Sunday, March 28, 2010 at 10:01 pm

  2. yaaaah masih bersambung yaaa, mana lanjutannya

    DEWI

    Monday, May 10, 2010 at 3:25 pm

    • makasih udah mampir.

      masih belum sempat nulis bagian berikutnya, lagi sibuk sekarang. klo pengen info lanjut, japri aja. ntar saya bantu itinerary nya.

      nra

      Wednesday, May 12, 2010 at 1:34 pm

  3. Terima kasih cerita dan informasinya, salam kenal

    Golahraga

    Tuesday, April 19, 2011 at 1:39 am

  4. Mas nra, saya ada rencana kesana tahun ini, boleh minta dikirim itinerarynya dan tips2nya gk ke imel saya di syasmine@gmail.com. Mudah2an msh inget ya mas, hhehehe… Tku. Salam kenal sblmnya ya mas Nra🙂

    yasmine

    Tuesday, April 26, 2011 at 3:33 pm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: