Catatan Kecil

LiVe is SimPle… makE a choiCe, doN’t Look bAck, and Do yoUr beSt.

Archive for June 2010

3 hari untuk selamanya

with 22 comments

Sebelumnya tak pernah terpikirkan olehku untuk menjenguk dirimu dinegeri seberang. Jauh sebelum hari kita mengikrarkan janji untuk saling menyayangi dan mengerti satu sama lain, kita telah saling mengenal. Tetapi hanya sebatas aliran dunia maya yang menghubungi kita berdua. Sejak saat itu, mulai kuatur sedikit rencana untuk mempertemukan kita berdua. Bisa dibayangkan dua insan yang mengucapkan janji setia tetapi belum pernah bertemu sebelumnya. Dirimu juga menginginkan agar kita bertemu terlebih dahulu sebelum melangkah lebih jauh lagi.

Rencana

Ku rencanakan agar dirimu yang menemuiku disini untuk bertemu sapa, mengenal satu sama lain lebih jauh lagi dan terlebih lagi … aku ingin melihat mu dari dekat. Karena kesibukan sehari-hari dengan pekerjaan dan kuliah yang belum terselesaikan, makanya aku meminta dirimu untuk menemuiku disini. Tetapi rasanya tidak mungkin membiarkan dirimu mengarungi perjalanan jauh sendirian. Terpikirkanlah rencana lain, yaitu untuk menemuimu disaat hari bahagia mu diwaktu wisuda Master dikampus mu. Sekitar awal Agustus kita akan bertemu, semoga. Hari terus berlalu, dengan menjalankan kegiatan sehari-hari pikiran ini selalu dipenuhi oleh bayangan dirimu. Terbesit suatu rencana, ketika melihat sebuah tanggal merah dipenghujung pekan. “Akhir Mei 2010 ada hari libur”, ku katakan padamu disaat kita online bersama. Mungkinkan aku akan datang menemuimu disana? Dengan menyimpan sedikit harapan, semoga aku dapat mengunjungimu dinegeri seberang, ditengah jadwal akhir pekan yang tak pasti. Saat itu, dirimu minta untuk bertemu dengan Ibu, “Enak yah kak, klo Na bisa jalan sama ibu, pergi belanja berdua” (kakak adalah panggilan diriku olehnya, dan Na adalah nama panggilan sehari-hari untuk dirinya). Saat itu pula ku telp Ibu yang berada dirumah dan mengatakan rencana kepergianku untuk menemui mu dinegeri jiran, dan disaat itu pula aku mencerikan dirimu kepada Ibu.  Ku tutup telepon dan meneruskan obrolan kita dijalur messenger. Tak lama kemudian hp ku berdering, sepertinya dari Indonesia, setelah ku angkat terdengar suara Ibu diline telpon. “Gimana kalo Ibu juga ikut ke Malaysia, sekalian sama Bapak dan adek mu yang kecil?”. Dengan perasaan senang, aku mengiyakan permintaan Ibu.  Tetapi mungkin doa mu belum dikabulkan, hari berikutnya Ibu memberi kabar kalau mereka tidak dapat pergi ke Malaysia saat itu dikarenakan waktu perjalanan yang lama dan waktu liburan yang sangat singkat. Mungkin suatu saat ada waktu yang lebih tepat agar Ibu dapat mengenalimu lebih jauh lagi. Read the rest of this entry »

Written by nRa

Wednesday, June 2, 2010 at 2:23 am