Catatan Kecil

LiVe is SimPle… makE a choiCe, doN’t Look bAck, and Do yoUr beSt.

Perangi Korupsi

with 4 comments

Berdasarkan kamus besar bahasa Indonesia, korupsi memiliki arti “penyelewengan atau penyalahgunaan uang negara (perusahaan dsb) untuk keuntungan pribadi atau orang lain”. Secara umum korupsi berarti penyelewengan dan penyalah gunaan sesuatu untuk kepentingan pribadi atau orang lain, tidak hanya berpatokan pada uang dan materi.

Dimulai sejak tahun 2003, dunia memperingati hari anti korupsi tepat pada tanggal 9 Desember setiap tahunnya. Pemerintah kita semakin gencar dalam melakukan pemberantasan korupsi, tetapi semakin gencar pula tingkat korupsi di Indonesia saat ini. Seharusnya yang dilakukan pemerintah lebih menitik beratkan pada proses pencegahan dibandingkan proses pemberantasan. Tahun ini Indonesia menempati peringkat koerupsi ke 118 dari 178 negara dengan indeks 32 (skala 0 – 100). [sumber]

Saya sedikit tertarik untuk mengulas korupsi yang ada saat ini. Jika dilihat dari proses terjadinya korupsi dan keadaan si pelaku korupsi alias koruptor, saya mendefinisikan korupsi menjadi 2 : Korupsi karena ketamakan (corruption by greedy) dan korupsi karena kebutuhan (corruption by need).

Untuk definisi yang pertama, sudah sangat jelas dan gamblang … bahkan para pelaku (koruptor) harus dihukum mati. Presiden China, Hu Jin Tao pernah berpidato tentang korupsi dinegaranya “tolong pesankan 1000 peti mati untuk para koruptor, 1 peti untuk saya pribadi”. Begitu parahnya korupsi yang telah terjadi didunia ini. Untuk definisi kedua tentang korupsi yang dilakukan karena kebutuhan, hal tersebut masih dalam frame abu-abu. Mau dikatakan salah, kemungkinan tidak salah … mau dikatakan benar, belum tentu benar. Mari kita lihat kenyataan yang ada disekeliling kita.

  1. Seorang pegawai golongan rendah memiliki pendapatan (gaji) yang tidak sepadan dengan kebutuhan hidupnya. Untuk menutupi kebutuhan tersebut, pegawai tadi sering mencuri waktu kerjanya untuk pulang lebih cepat dan mencari nafkah ditempat lagi.
  2. Seseorang pegawai golongan rendah ditempatkan pada bagian pelayanan umum, dengan persentase waktu kerja orang tersebut tidak dapat meninggalkan kantor hingga jam kerja usai. Yang dilakukan oleh pegawai tadi adalah meminta imbalan (tidak resmi) kepada masyarakat yang berhubungan dengan pekerjaannya.

Kedua kejadian diatas merupakan tindak korupsi yang jelas dan nyata, mereka melakukan korupsi karena kebutuhan hidup yang harus dipenuhi. Jika mereka tidak melakukan korupsi, kehidupan mereka mungkin tidak dapat akan dapat berlangsung dalam waktu yang lama.

Mari kita cari solusi dan pencegahan kedua permasalahan diatas. Pencegahan dapat dilakukan pada proses penilaian kerja / kinerja seseorang di instansinya. Harus ada hukuman dan penghargaan terhadap kinerja seseorang dalam melakukan tugas. Jika kinerja yang didapati pegawai tadi baik atau bahkan istimewa, maka dia berhak mendapatkan penghargaan (reward). Sebaliknya bagi pegawai yang kinerjanya kurang diberikan hukuman (punishment). Untuk pemberantasan kasus ditas, kita akan menggunakan sistem kerja yang transparan. Transparan bagi institusi dan transparan bagi masyarakat, sehingga sistem dapat dikawal secara bersama. Selain transparansi sistem juga dibutuhkan profesionalisme sumber daya manusia. Bagaimana membentuk SDM yang profesional adalah tanggung jawab institusi tersebut. SDM merupakan ujung tombkan agar sistem tadi dapat berjalan dengan baik dan transparan.

Mari perangi korupsi dari diri sendiri. Selamat Hari Anti Korupsi Sedunia.

*tulisan ini murni pendapat pribadi, tanpa maksud menyinggung suatu instansi ataupun golongan.

Written by nRa

Monday, December 10, 2012 at 12:52 am

Posted in Opini

4 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. IMHO, yang lebih parah lagi para aktifis yang dulunya menggaung-gaungkan dan memperjuangkan anti-korupsi, sekarang malah banyak yang terlibat dalam kosupsi. Lingkungan juga berperang dalam merubah kepribadian dan idealisme seseorang. Waspadai bahaya laten korupsi

    mahar

    Saturday, January 26, 2013 at 7:08 pm

  2. IMHO, saya berpendapat permasalahannya ada hulu yaitu pendidikan, sistem pendidikan kita masih belum baik sehingga hasilnya pun tidak semuanya baik. Coba kita tengok sistem pendidikan negara-negara Eropa bagian utara seperti Finlandia dan Denmark, sistem pendidikan mereka merupakan yang terbaik didunia sehingga hasilnya adalah manusia-manusia terbaik. Jadi tidak mengherankan kalau negara-nagara tersebut tingkat korupsinya terkecil didunia, indeks kualitas manusianya terbaik didunia, dan masih banyak lagi prestasi-prestasi lainnya.

    Alvie

    Sunday, May 25, 2014 at 8:45 am

  3. Everything is very open with a precise clarification of the issues.
    It was really informative. Your site is extremely helpful.
    Thank you for sharing!

    auto sales valdosta

    Tuesday, August 26, 2014 at 7:40 pm

  4. Pretty section of content. I just stumbled upon your site and in accession capital to assert that
    I acquire actually enjoyed account your blog posts.
    Anyway I will be subscribing to your augment and even I achievement you
    access consistently fast.

    van dealership in valdosta ga

    Wednesday, August 27, 2014 at 5:52 am


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: