Catatan Kecil

LiVe is SimPle… makE a choiCe, doN’t Look bAck, and Do yoUr beSt.

Archive for the ‘al-Islam’ Category

Tanda-tanda Sihir dan Perdukunan

with one comment

Pernah mendengar istilah perdukunan dan sihir? tentunya Anda telah mengenal baik dengan istilah tersebut. Tetapi bagaimanakah caranya agar kita mengetahui bahwa sesuatu/seseorang telah terkena sihir atau yang lebih sering disebut diguna-guna oleh dukun? Berikut adalah cuplikan isi ceramah oleh Ustad Ahmad Zainuddin Lc. tentang Ilmu Sihir dan Perdukunan pada stasiun Rodja Tv.

Ketika kita datang berobat kepada seseorang (selain dokter) atau menemui seseorang untuk meminta pertolongan, kita harus mewaspadai beberapa hal berikut :

  1. Orang tersebut menanyakan Nama pasien dan Nama Ibu Kandung pasien
  2. Orang tersebut meminta bekas pakaian atau sesuatu yang pernah digunakan pasien
  3. Orang tersebut meminta hewan dengan sifat-sifat tertentu dan syarat-syarat tertentu (contoh : disembelih pada jam 12 malam)
  4. Orang tersebut menulis rajah-rajah (tulisan arab yang menghina Allah SWT) pada suatu media tertentu, misalnya : kertas, daun, kulit kayu dll.
  5. Orang tersebut memberikan sesuatu kepada pasien untuk disimpan dalam waktu yang lama
  6. Orang tersebut memberi tahukan hal-hal gaib kepada pasien, atau memerintahkan perbuatan yang aneh kepada pasien, contoh : kita diminta berendam didalam sungai ditengah malam yang sepi
  7. Orang tersebut meminta pasien untuk meminum air yang telah dicelupkan kertas bertuliskan rajah-rajah

Jika terdapat tanda-tanda diatas, maka jelaslah orang tersebut menggunakan sihir dalam proses pengobatan yang dilakukannya. Read the rest of this entry »

Written by nRa

Friday, April 18, 2014 at 11:54 pm

Posted in al-Islam

Tagged with ,

Kisah 3 Menteri

with 2 comments

Suatu renungan bagi diri sendiri!

Alkisah disebuah kerajaan, sang raja menyuruh 3 orang menterinya mencari buah-buahan untuk perbekalan selama sebulan. 3 orang menteri diberikan masing-masing sebuah keranjang besar untuk menyimpan perbekalan.

Menteri 1 : Dengan sikapnya yang angkuh, dia menilai pekerjaan itu tidak layak bagi seorang menteri. Dia hanya mengisi rumput dan menumpukkan batu kedalam keranjangnya.

Menteri 2 : Hampir sama dengan menteri yang pertama, tetapi masih mau mencari perbekalan seadanya. Dengan hati yang dongkol, dia memasukkan seluruh buah2an yang ditemui, entah buah itu masam, manis, busuk atau baik semuanya dimasukkan kedalam keranjang.

Menteri 3 : Mencari buah2an yang manis untuk perbekalan. Dia menganggap pekerjaan itu adalah sebuah amanah yang harus diselesaikan tanpa pamrih. Read the rest of this entry »

Written by nRa

Tuesday, March 27, 2012 at 9:06 pm

Posted in al-Islam

Tagged with

Catatan Kecil –> The best hits ever after

with 2 comments

Pertama-tama izinkan saya mengucapkan Selamat Tahun Baru 1432 H, kepada seluruh umat Muslim dimanapun berada. Tak terasa setahun telah berlalu, dan akan kita songsong hari esok hingga pergantian tahun berikutnya dimasa yang akan datang.

Berkah 1 Muharram tidak hanya dirasakan oleh umat Muslim, tetapi juga bagi blog kesayanganku ini ‘Catatan Kecil’. Tepat 1 hari sebelum pergantian tahun hijriah, blog ini mendapatkan kunjungan terpadatnya dari para pembaca. Topik yang menjadi andalan adalah : Puasa 1 Muharram. Semoga postingan tentang 1 Muharram tersebut bermanfaat bagi semuanya, amiin.

*Alhamdulillah best hitsnya pas postingan tentang bulan Muharram ^^

Written by nRa

Tuesday, December 7, 2010 at 11:50 am

Posted in al-Islam

Tagged with , ,

22 Tanda Iman Anda Sedang Lemah

with 4 comments

Oleh: Mochamad Bugi

Ada beberapa tanda-tanda yang menunjukkan iman sedang lemah.

Setidaknya ada 22 tanda yang dijabarkan dalam artikel ini.

Tanda-tanda tersebut adalah:

1. Ketika Anda sedang melakukan kedurhakaan atau dosa. Hati-hatilah! Sebab,
perbuatan dosa jika dilakukan berkali-kali akan menjadi kebiasaan. Jika sudah
menjadi kebiasaan, maka segala keburukan dosa akan hilang dari penglihatan
Anda. Akibatnya, Anda akan berani melakukan perbuatan durhaka dan dosa secara terang-terangan.
Ketahuilah, Rasululllah saw. pernah berkata, “Setiap umatku mendapatkan
perindungan afiat kecuali orang-orang yang terang-terangan. Dan,sesungguhnya
termasuk perbuatan terang-terangan jika seseorang melakukan suatu perbuatan
pada malam hari, kemudian dia berada pada pagi hari padahal Allah telah
menutupinya, namun dia berkata, ‘Hai fulan, tadimalam aku telah berbuat begini
dan begini,’ padahal sebelum itu Rabb-nyatelah menutupi, namun kemudian dia
menyibak sendiri apa yang telah ditutupi Allah dari dirinya.” (Bukhari,
10/486)

Rasulullah saw. bersabda, “Tidak ada pezina yang di saat berzina dalam
keadaan beriman. Tidak ada pencuri yang di saat mencuri dalam keadaan beriman.
Begitu pula tidak ada peminum arak di saat meminum dalam keadaan beriman.”
(Bukhari, hadits nomor 2295 dan Muslim, hadits nomor86)

2. Ketika hati Anda terasa begitu keras dan kaku. Sampai-sampaimenyaksikan
orang mati terkujur kaku pun tidak bisa menasihati dan memperlunak hati Anda.
Bahkan, ketika ikut mengangkat si mayit dan

menguruknya dengan tanah. Hati-hatilah! Jangan sampai Anda masuk ke dalam ayat
ini, “Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih
keras lagi.” (Al-Baqarah:74) Read the rest of this entry »

Written by nRa

Sunday, October 17, 2010 at 1:24 am

Selamat Idul Fitri

leave a comment »

Written by nRa

Wednesday, September 8, 2010 at 2:54 pm

Doa ku pada Mu

with 5 comments

Entah kenapa hati ku terasah bimbang dan gundah, entah kenapa aku selalu memikirkan dirinya, entah kenapa hari yang ku lalui terasa berat tanpa mengetahui kabarnya … semoga Allah selalu menjaga niat baik kami, amien.

“Ya Allah, aku mohon Engkau memilihkan yang baik dengan pengetahuan-Mu, aku mohon ditakdirkan yang baik dengan kodrat-Mu, aku mengharapkan karunia-Mu yang Maha besar, Engkau maha mampu dan aku tidak mampu, Engkau Maha tau dan aku tidak tau, Engkau Maha mengetahui semua yang gaib. Ya Allah, jika hal ini lebih baik bagiku dalam agamaku, baik bagi kehidupanku dan akibatnya kelak cepat atau lambat, maka takdirkanlah dan mudahkanlah bagiku kemudian berkahilan aku padanya. Dan jika dalam ilmu-Mu hal itu buruk bagiku dan agamaku, kehidupanku, dan akibatnya kelak cepat atau lambat, maka jauhkanlah ia dariku dan jauhkanlah aku darinya dan takdirkanlah aku pada yang baik serta ridhailah aku dengannya”.

Amien.

Written by nRa

Wednesday, May 19, 2010 at 1:21 am

Posted in al-Islam, Long Journey of My Live

Tagged with

Berkah tahun baru Hijriah 1431H

with one comment

Alhamdulillah masih diberikan umur panjang untuk menikmati tahun 1431H. Tadi sore, resmi berakhir tahun 1430 dalam kalender hijriah. Saat mentari terbenam tadi sore, resmilah tahun baru1431H menyambangi hidup kita. Semoga tahun ini lebih baik dari tahun lalu, amin.

Teringat akan postingan setahun lalu, ada beberapa doa yang saya kirimkan kepada sang Khalik. Alhamdulillah doa tersebut belum dikabulkan oleh sang pencipta. Masih banyak yang harus saya kerjakan dan harus lakukan agar doa tersebut menjadi nyata. Masih berharap dengan doa yang sama, semoga tahun ini menjadi realisasi dari doa-doa itu, amin.

Sedikit nukilan artikel penyejuk kalbu dari almanhaj.or.id :

Maka berbahagialah bagi seseorang yang dapat mengisi waktunya dengan sesuatu yang dapat mendekatkan dirinya dengan Allah, bebahagialah bagi seseorang yang menyibukkan dirinya dengan ketaatan dan menghindari maksiat. Berbahagialah bagi seseorang yang meyakini adanya hikmah-hikmah Allah yang agung dan rahasia-rahasia-Nya (yang Dia ketahui), dengan melihat kepada silih bergantinya perkara-perkara dan keadaan-keadaan. Read the rest of this entry »

Written by nRa

Friday, December 18, 2009 at 1:53 am

Kesaksian iblis

with 3 comments

The Secrets: Kesaksian Iblis
Dari Muadz bin Jabal dari Ibn Abbas:

Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat
Anshar, tiba-tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah: “Wahai
penghuni rumah, bolehkah aku masuk? Sebab kalian akan membutuhkanku.”
Rasulullah bersabda: “Tahukah kalian siapa yang memanggil?” Kami menjawab:
“Allah dan rasulNya yang lebih tahu”. Beliau melanjutkan, “Itu iblis,
laknat Allah bersamanya”.

Umar bin Khattab berkata: “izinkan aku membunuhnya wahai Rasulullah”. Nabi
menahannya: “Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya
kesempatan hingga hari kiamat? Lebih baik bukakan pintu untuknya, sebab
dia telah diperintahkan untuk ini, pahamilah apa yang hendak ia katakan
dan dengarkan dengan baik.”

Ibnu Abbas RA berkata: pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang
kakek yang cacat satu matanya. Di janggutnya terdapat 7 helai rambut
seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya
seperti bibir sapi. Iblis berkata: “Salam untukmu Muhammad. Salam untukmu
para hadirin”,
Rasulullah SAW lalu menjawab: “Salam hanya milik Allah SWT. Sebagai mahluk
terlaknat, apa keperluanmu?” Iblis menjawab: “Wahai Muhammad, aku datang
ke sini bukan atas kemauanku, namun karena terpaksa”. “Siapa yang
memaksamu? ” “Seorang malaikat utusan Allah mendatangiku dan berkata:
Allah SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukkan
diri. Beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia. Jawabalah
dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, andai kau berdusta
satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup angin”.

“Oleh karena itu aku sekarang mendatangimu. Tanyalah apa yang hendak kau
tanyakan. jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. Tidak
ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh”. Read the rest of this entry »

Written by nRa

Sunday, December 13, 2009 at 4:53 pm

Sholat Jumat di Hari raya Idul Fitri / Idul Adha

with 5 comments

Oleh: KH. M. Shiddiq Al-Jawi
1. Pendahuluan

Seperti kita ketahui, terkadang hari raya Idul Fitri atau Idul Adha jatuh pada hari Jumat. Misalnya saja yang terjadi pada tahun ini (2009), Idul Adha tanggal 10 Dzulhijjah 1430 H akan jatuh pada hari Jumat 27 Nopember 2009. Di sinilah mungkin di antara kita ada yang bertanya, apakah sholat Jumat masih diwajibkan pada hari raya? Apakah kalau seseorang sudah sholat Ied berarti boleh tidak sholat Jumat? Tulisan ini berusaha menjawab pertanyaan semacam itu dengan melakukan penelusuran pendapat ulama, dalil-dalilnya, dan pentarjihan (mengambil yang terkuat) dari dalil-dalil tersebut.

Para ulama berbeda pendapat mengenai hukum shalat Jumat yang jatuh bertepatan dengan hari raya, baik Idul Fitri maupun Idul Adha. Dalam kitab Rahmatul Ummah fi Ikhtilaf Al A`immah karya Imam Ad Dimasyqi, disebutkan bahwa :

“Apabila hari raya bertepatan dengan hari Jumat, maka menurut pendapat Imam Asy Syafi’i yang shahih, bahwa shalat Jumat tidak gugur dari penduduk kampung yang mengerjakan shalat Jumat. Adapun bagi orang yang datang dari kampung lain, gugur Jumatnya. Demikian menurut pendapat Imam Asy Syafi’i yang shahih. Maka jika mereka telah shalat hari raya, boleh bagi mereka terus pulang, tanpa mengikuti shalat Jumat. Menurut pendapat Imam Abu Hanifah, bagi penduduk kampung wajib shalat Jumat. Menurut Imam Ahmad, tidak wajib shalat Jumat baik bagi orang yang datang maupun orang yang ditempati shalat Jumat. Kewajiban shalat Jumat gugur sebab mengerjakan shalat hari raya. Tetapi mereka wajib shalat zhuhur. Menurut ‘Atha`, zhuhur dan Jumat gugur bersama-sama pada hari itu. Maka tidak ada shalat sesudah shalat hari raya selain shalat Ashar.”

Ad Dimasyqi tidak menampilkan pendapat Imam Malik. Ibnu Rusyd dalam kitabnya Bidayatul Mujtahid menyatakan pendapat Imam Malik sama dengan pendapat Imam Abu Hanifah. Disebutkannya bahwa,“Imam Malik dan Abu Hanifah berpendapat,”Jika berkumpul hari raya dan Jumat, maka mukallaf dituntut untuk melaksanakannya semuanya….”

Berdasarkan keterangan di atas, jelaslah bahwa dalam masalah ini terdapat 4 (empat) pendapat :

Pertama, shalat Jumat tidak gugur dari penduduk kota (ahlul amshaar / ahlul madinah) yang di tempat mereka diselenggarakan shalat Jumat. Sedang bagi orang yang datang dari kampung atau padang gurun (ahlul badaawi / ahlul ‘aaliyah), yang di tempatnya itu tidak dilaksanakan shalat Jumat, gugur kewajiban shalat Jumatnya. Jadi jika mereka –yakni orang yang datang dari kampung — telah shalat hari raya, boleh mereka terus pulang, tanpa mengikuti shalat Jumat. Inilah pendapat Imam Syafi’i. Ini pula pendapat Utsman dan Umar bin Abdul Aziz.

Kedua, shalat Jumat wajib tetap ditunaikan, baik oleh penduduk kota yang ditempati shalat Jumat maupun oleh penduduk yang datang dari kampung. Ini pendapat Imam Abu Hanifah dan Imam Malik. Jadi, shalat Jumat tetap wajib dan tidak gugur dengan ditunaikannya shalat hari raya.

Ketiga, tidak wajib shalat Jumat baik bagi orang yang datang maupun bagi orang yang ditempati shalat Jumat. Tetapi mereka wajib shalat zhuhur. Demikian pendapat Imam Ahmad.

Keempat, zhuhur dan Jumat gugur sama-sama gugur kewajibannya pada hari itu. Jadi setelah shalat hari raya, tak ada lagi shalat sesudahnya selain shalat Ashar. Demikian pendapat ‘Atha` bin Abi Rabbah. Dikatakan, ini juga pendapat Ibnu Zubayr dan ‘Ali.

2.Pendapat Yang Rajih

Kami mendapatkan kesimpulan, bahwa pendapat yang rajih (kuat) adalah pendapat Imam Ahmad bin Hanbal, rahimahullah. Rincian hukumnya adalah sebagai berikut:

Hukum Pertama, jika seseorang telah menunaikan shalat hari raya -yang jatuh bertepatan dengan hari Jumat- gugurlah kewajiban atasnya untuk menunaikan shalat Jumat. Dia boleh melaksanakan shalat Jumat dan boleh juga tidak.

Hukum Kedua, bagi mereka yang telah menunaikan shalat hari raya tersebut, lebih utama dan disunnahkan tetap melaksanakan shalat Jumat.

Hukum Ketiga, jika orang yang telah menunaikan shalat hari raya tersebut memilih untuk tidak menunaikan shalat Jumat, wajib melaksanakan shalat zhuhur, tidak boleh meninggalkan zhuhur.

Hukum Keempat, mereka yang pada pagi harinya tidak melaksanakan shalat hari raya, wajib atasnya untuk menunaikan shalat Jumat, tidak dibenarkan baginya untuk meninggalkan shalat Jumat.

Keterangan mengenai masing-masing hukum tersebut akan diuraikan pada poin berikutnya, Insya Allah.

Read the rest of this entry »

Written by nRa

Thursday, November 26, 2009 at 2:39 am

Posted in al-Islam

Tagged with , ,

Terima kasih Ibu Ayah

with 7 comments

Terima kasih ibu... terima kasih duhai ayah
Terima kasih ibu... terima kasih duhai ayah
Lahir ku kedunia 
Kudisambut penuh syukur
Bisikan azan ketelinga 
Iqomah kalimat nan luhur
Lahir ku kedunia 
Kudiasuh mengenal Allah
Ku diajar sebut namaNya 
Juga nabi rasul mulia

Salam sayang ayah dan ibu
Mendidikku tak pernah jemu
Halalkanlah makan minumku
Maafkanlah salah silapku
Tanpa maaf dan juga restu
Hidupku jadi tak menentu
Tiada yang lebih bernilai
Dari pada pengorbanan yang suci itu
Tak berdaya aku membalasnya
Semoga aku jadi anak yang bertakwa

Terima kasih ibu... terima kasih duhai ayah
Terima kasih ibu... terima kasih duhai ayah
Jasamu oh ayah dan ibu
Akan kukenang selamanya
Hidup saling berkasih sayang
Membina keluarga bahagia

Pada Mu Allah aku berdoa
Pada Mu jua aku meminta
Rahmati ibu ... ayah tercinta
Ampunilah dosa-dosa mereka
Panjang umur, murahkan rezeki
Sejahtera dalam ketaatan
Semoga berbahagia didunia 
Diakhirat memperoleh surga

Daku mengharap ridho ibu
Juga ridho darimu ayah
Hanya itulah yang kupinta
Agar hidupku lebih bermakna

Terima kasih ibu... terima kasih duhai ayah
Terima kasih ibu... terima kasih duhai ayah

by : Hijjaz

Written by nRa

Thursday, November 26, 2009 at 1:27 am