Catatan Kecil

LiVe is SimPle… makE a choiCe, doN’t Look bAck, and Do yoUr beSt.

Archive for the ‘Science n Technology’ Category

Tips menghindari Malware di Android

leave a comment »

Pernahkan Anda mendengar kata “Malware”? jika belum, malware merupakah aplikasi/program jahat yang terinstal dikomputer / perangkat mobile Anda. Saat ini begitu banyak aplikasi gratis yang menarik bagi kita untuk diinstal, khususnya aplikasi pada perangkat mobile. Tapi tahukah kita, mana aplikasi yang benar-benar baik atau bahkan aplikasi tersebut mengandung virus? Hal tersebut harus menjadi perhatian utaman bagi pengguna aplikasi, agar perangkat yang digunakan tidak ‘dikerjai’ oleh program jahat.

Jika Anda pengguna aplikasi mobile berbasis OS Android, ada sedikit tips dan trik untuk menghindari perangkat kita dari program jahat tersebut. Secara umum aplikasi Android dapat Anda unduh melalui Android Market yang sudah tersedia pada ponsel pintar Anda. Kita hanya butuh melakukan pencarian terhadap aplikasi yang ingin kita instal. Sebelum melakukan proses instalasi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk mengetahui apakah aplikasi tersebut merupakan program yang baik atau merupakan malware. Read the rest of this entry »

Written by nRa

Saturday, December 24, 2011 at 5:27 pm

lebIh MeLeK IT denGan UU ITE

with one comment

 

ite

Akhirnya Indonesia memiliki undang-udangan tentang Teknologi Informasi dan Transaksi Elektronik. Setelah lama gontok-gontokan dimeja wakil rakyat sampe gontok2an beneran gak yah? RUU tersebut disahkan menjadi UU yang bernama UU ITE. Pemerintah melalui Departemen Komunikasi dan Informasi telah berhasil menelorkan sejarah tentang payung hukum teknologi informasi di Indonesia.

Seperti hal dua sisi mata uang yang saling bertolak belakang, UU ITE juga memiliki pro dan kontra. Sisi lain menunjukkan kematangan negara ini dalam menerima perkembangan teknologi informasi dan dengan adanya undang-undang ini seluruh masyarakat memiliki payung hukum yang sah. Disisi lainnya undang-undang ini bisa saja dimanfaatkan untuk kepentingan suatu pihak/golongan dalam mencelakai atau memeras pihak lainnya.

UU ITE yang memiliki 13 BAB yang dijabarkan dalam 54 pasal menjelaskan secara gamblang dan jelas tentang peraturan teknologi informasi dan transakasi elektronik. Bagi kita masyarakat awan yang masih belum mengerti seluk-beluk teknologi informasi hendaklah sedikit waspada dengan adanya UU ini. Jika sebelum adanya UU ini kita masih dapat berbuat sesuka hati dengan teknologi infomasi dan kegiatan elektronik, sekarang kita harus sedikit lebih perhatian terhadap kegiatan-kegiatan kita yang berhubungan dengan hal tersebut.

Jika ingin membaca keseluruhan pasal pada UU ITE, seluruh masyarakat Indonesia dapat mengunjungi situs resmi UU ITE. Pembahasan lengkap dengan  segala keterangan dapat kita lihat disana. Sebagai mahasiswa yang berkecimpung dalam dunia teknologi informas, bagi saya UU ini sangat baik bagi perkembangan teknologi negara kita.

Sedikit saran bagi yang ingin mengetahui UU ITE, tetapi memang tidak berkenan untuk membacanya secara keseluruhan, masyarakat cukup mengetahui beberapa pasal yang penting saja.  BAB VII yang memiliki pasal 27 – 37 menerangkan tentang perbuatan yang dilarang dalam teknologi informasi dan transaksi elektronik. Diantaranya adalah tentang pelanggaran kesusilaan, perjudian, penghinaan dan pencemaran nama baik, pemerasan dll. Serta tindakan-tindakan yang merugikan orang lain, seperti melakukan crack terhadap suatu sistem, penyadapan informasi dan perusakan suatu sistem.

Harapan yang muncul setelah adanya UU ITE ini adalah kedewasaan dan profesionalitas dari setiap kalangan masyarakat dalam menindak lanjuti kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan teknologi informasi dan traksaksi elektronik. Pelaksanaan UU ini seharusnya menjadi tanggung jawab bersama dengan pemerintah sebagai aktor terdepan dalam memajukan teknologi informasi dinegara kita.

*Gambar dari internet

Written by nRa

Tuesday, April 1, 2008 at 2:51 pm

Hormat Ku Untuk Mu PAHLAWAN Bangsa – Riset dan Industri (Part 2)

with 4 comments

Perkembangan penelitian dan dunia industri di negara kita masih berjalan secara terpisah. Belum sepenuhnya industri-industri di Indonesia memanfaatkan hasil penelitian dari dalam negeri sendiri. Jika dunia industri Indonesia masih mengharapkan perkembangan teknologi dari luar, kapankah kesempatan itu datang untuk peneliti-peneliti asli bangsa sendiri? Dunia industri tidak sepenuhnya dapat kita salahkan tentang keadaan yang negara kita alami saat ini. Hasil penelitian yang masih kalah kelas dengan luar negeri menjadi salah satu faktor mengapa dunia industri tertarik dengan teknologi luar. Tanggapan wakil presiden Yusuf Kalla tentang kurangnya kesempatan kepada para peneliti lokal untuk berpartisipasi dalam pembangunan diharapkan dapat membuka pintu bagi dunia industri untuk memberikan kesempatan kepada para peneliti Indonesia.

“Walupun ada sedikit kekurangan dari mereka peneliti lokal, anggap saja itu proses pembelajaran… jika tidak begitu, berarti kita tidak akan pernah belajar”

Kira-kira seperti itulah tanggapan beliau pada salah satu acara resmi yang dihadirinya (saya lupa nama acaranya).

Pemerintah Indonesia juga diharapkan tanggap terhadap masalah ini. Hal tersebut dapat dilakukan dari masalah yang kecil terlebih dahulu. Mungkin untuk teknologi pangan dan pertanian, saya kira para peneliti lokal sangat mampu untuk mengaplikasikan bahkan menciptakan teknologi tepat guna bagi bangsa ini. Proses pembangunan juga dapat kita jadikan contoh. Dalam pembangunan jalan tol misalnya, jangan terus-menerus bergantung pada konstruktor asing… kita dapat menggunakan tenaga ‘tukang insinyur’ istilah bang doel lokal untuk melakukan proses pembangunan tersebut.

Sumber daya manusia Indonesia sebenarnya tidak kalah jika dibandingkan dengan sumber daya luar negeri. Indonesia memiliki banyak siswa/i berprestasi tingkat dunia. Lihat saja dari prestasi-prestasi olimpiade sains internasional yang mereka ikuti. Kekurangan yang kita rasakan sekarang adalah kesempatan dan dukungan bagi mereka. Kesempatan untuk terus berprestasi hingga jenjang yang lebih tinggi dan dukungan dari segala sektor (terutama pemerintah) untuk mereka dan tentunya bagi bangsa ini. Jika kesempatan dan dukungan telah kita miliki, kita tinggal membentuk ekosistem penelitian yang kondusif. Sehingga dunia industri juga dapat merasakan hasil dari penelitian yang Indonesia lakukan.

Hal terakhir yang ingin saya tanggapi adalah tentang kemakmuran rakyat Indonesia. Bagaimana bangsa ini akan makmur jika kesejahteraan pendidikan belum terpenuhi. Pendidikan sangat dibutuhkan bangsa ini, pendidikan akan menuntun masyarakat ke pola pikir yang lebih matang. Pemerintah semestinya menjadi aktor terdepan dalam masalah pendidikan bangsa. Kesejahteraan tenaga pengajar seharusnya menjadi salah satu prioritas. Sehingga mereka dapat lebih memfokuskan aktifitas mereka di dunia pendidikan. Untuk bidang penelitian dan pendidikan tinggi… sepertinya harus dibangun suatu ekosistem yang kondusif untuk bidang ini. Kesejahteraan dosen-dosen dan para peneliti juga harus diperhatikan dan yang tak kalah pengtingnya adalah dedikasi yang akan kita berikan dalam bidang kemapuan kita. Jika kita semua bersikap profesional , niscaya belum terlambat untuk mewujudkan cita-cita para pejuang bangsa ini.

* Tulisan ini saya dedikasikan untuk para pahlawan yang telah berjuang bagi negara ini. Selamat hari pahlawan, semoga kami dapat mewujudkan cita-citamu. 10 Nopember 2007

Written by nRa

Saturday, November 10, 2007 at 11:19 pm

Hormat Ku Untuk Mu PAHLAWAN Bangsa – Riset dan Industri (Part 1)

leave a comment »

Sepuluh Nopember – 62 tahun sudah bangsa Indonesia lepas dari belenggu penjajahan. Semangat pantang menyerah untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat selalu dikobarkan oleh para pahlawan kita untuk bangsa Indonesia. Tusukan bambu runcing, keris yang terhunus hingga senapan hasil rampasan menjadi senjata untuk berjuang. Begitu besar jasa mereka bagi bangsa ini, apakah yang harus kita lakukan sekarang? Untuk mengenang jasa-jasa mereka, untuk mengisi kemerdekaan yang telah mereka perjuangkan dan untuk masa depan yang lebih baik bagi Indonesia! Saya tidak mengerti secara pasti cita-cita yang mereka impikan. Mungkin salah satu dari harapan mereka ketika berjuang untuk kemerdekaan negara ini adalah keinginan untuk melihat bangsa dan rakyat Indonesia hidup dalam kemakmuran.

Saya tidak akan berpanjang lebar tentang perang kemerdekaan yang telah disembahkan oleh para pahlawan untuk negara ini. Saya akan fokuskan kepada masalah bagaimana kita mencermati dan mewujudkan salah satu cita-cita diatas. Sebagai seorang pelajar masih aktif, sumbangan ide yang dapat saya berikan hanya sebatas bidang pendidikan dan penelitian. Saat ini saya hanya bisa memberikan ide dan masukan, belum dapat berbuat lebih banyak kepada bangsa ini. Semoga suatu saat saya dapat memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi negara kita. Untuk merefleksikan hari pahlawan yang tepat jatuh pada hari ini 10 Nopember 2007, saya ingin mengulas sedikti tentang riset/penelitian dan dunia industri.

Penelitian dan dunia industri sebenarnya memiliki hubungan mutualisme (hubungan yang menguntungkan atara 2 belah pihak). Kenapa mereka memiliki hubungan mutualisme? Sinergi yang akan dihasilkan ketika kedua komponen tersebut saling membutuhkan akan menghasilkan suatu keuntungan yang besar bagi keduanya. Berawal dari hubungan saling membutuhkan diantara keduanya, para peneliti membutuhkan dunia industri sebagai ladang untuk menerapkan hasil risetnya, dunia industri membutuhkan peneliti untuk mengaplikasikan/menciptakan teknologi yang berguna bagi perkembangan dan kehidupan ‘dapur’ mereka. Dari situlah titik pandang yang perlu kita pahami secara bersama. Negara-negara maju telah menjadikan peneliti sebagai salah satu faktor penting dalam perkembangan industri mereka.

Written by nRa

Saturday, November 10, 2007 at 10:12 pm

WiMAX

with 4 comments

Pernah mendengarkan kata-kata WiMAX? Kebanyakan dari kita pernah mendengar kata itu. Taukah kita arti atau kepanjangan dari WiMAX?

Sejujurnya saya baru mendengar kata WiMAX saat masih kuliah S1 di Teknik Informatika ITS, waktu semester-semester akhir… dan yang memalukan adalah : satu detik barusan saya baru ngerti arti dari WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access) dari dulu cuma taunya WiMAX = WirelessMAX 🙂 . Percuma ngakunya anak If/CS padahal WiMAX aja gak tau 🙂 .

Persepsi tentang WiMAX yang saya ketahui memang tidak seluruhnya salah… dari segi pemahaman tentang WiMAX lumayan bener deh 🙂 . WiMAX merupakan teknologi unik yang memberikan akses kecepatan tinggi dan mobile secara nirkabel terhadap suatu area yang luas dengan hanya memerlukan sedikit infrastruktur.

Varian dari WiMAX secara umum terbagi dalam 2 bagian :

  1. Fixed WiMAX : berdasarkan IEEE 802.16-2004 merupakan teknologi yang sesuai untuk keperluan fixed wireless broadband access seperti DSL dan Cabel Modem
  2. Mobile WiMAX : berdasarkan IEEE 802.16-2005 merupakan tenologi yang sesuai untuk fixed dan mobile wireless access yang fokus terhadap perkembangan teknologi mobile. Info lebih detail dapat dibaca di wikipedia.

Penggunaan WiMAX saat ini sangat untuk aplikasi yang memerlukan mobilitas tinggi. Di Taiwan proyek nasional tentang WiMAX telah dilakukan sejak tahun 2005. Proyek yang terkenal dengan jargon M-Taiwan (Mobile Taiwan) merupakan proyek raksasa yang didanai pemerintah untuk menjadikan Taiwan sebagai pusat penelitian, pengembangan dan pengujian aplikasi WiMAX. Untuk menyukseskan proyek tersebut pemerintah Taiwan melakukan kerjasama dengan berbagai perusahaan baik lokal maupun mancanegara.

Di Indonesia sendiri teknologi WiMAX telah digunakan pada akhir tahun 2004, saat terjadi gempa dan tsunami di Aceh. Hampir seluruh jalur komunikasi di propinsi paling barat Indonesia itu lumpuh. Untuk membangun infrastruktur komunikasi yang cepat hanya WiMAX yang dapat dijadikan solusi. Dengan infrastruktur yang minim WiMAX dapat mengatasi masalah komunikasi yang dibutuhkan. Sayangnya teknologi ini tidak dimanfaatkan dengan baik oleh pemerintah Indonesia untuk menjadikan Aceh sebagai daerah pengembangan dan penelitian WiMAX.

go wireless wireless

Written by nRa

Wednesday, October 31, 2007 at 1:45 am