Catatan Kecil

LiVe is SimPle… makE a choiCe, doN’t Look bAck, and Do yoUr beSt.

Archive for the ‘Tukang Foto/Photography’ Category

Ekspedisi ke pulau Dendun : Nelayan Bilis Yang Tak Kenal Waktu

with 8 comments

Jika nelayan didaerah lain mengenal beberapa musim dalam mencari nafkah dikarenakan oleh pengaruh angin dari berbagai arah (Utara, Timur, Selatan dan Barat). Hal tersebut tidak berpengaruh pada nelayan bilis (Teri) dari pulau Dendun. Mereka dapat memanen ikan bilis tepat didepan lautan dari pulau tempat mereka tinggal sepanjang tahun. Mereka tidak mengenal kata istirahat, selagi tenaga dan persediaan melaut masih ada mereka terus bekerja.

Seumur-umur baru kali ini saya milihat nelayan pergi melaut untuk menangkap ikan bilis. Ikan bilis tersebut berjenis bilis nasi. Bentuknya bening seperti agar-agar, berbede dengan bilis yang dijual dipasar (tentu saja telah dikeringkan) ^^.

Biasanya mereke bekerja secara berkelompok, terdiri dari 7-10 orang nelayan. Sebuah perahu utama yang memuat berbagai perlengkapan dan jala, ditemani oleh sebuah perahu kecil yang membantu dalam proses penangkapan ikan. Sekali menabur jala hasil yang didapatkan sekitar 30kg (basah). Boleh dibilang nelayan didaerah ini sudah lebih dari berkecukupan dalam kehidupan sehari-hari.

-Gotong Royong Mengangkat Jala- Read the rest of this entry »

Advertisements

Written by nRa

Wednesday, September 29, 2010 at 12:14 am

Ekspedisi ke Pulau Serai: Merentas jalan usaha perikanan

with 4 comments

-On the boat-

Siapa sangka dipulau kecil yang hanya memiliki penduduk tidak lebih dari 40 orang ini terdapat satu orang pengusaha kerapu yang terkenal dinegeri ini. Sehari-harinya beliau dipanggil dengan sebutan Pak ChuYang. Hampir seluruh masyarakat yang bergelut dibidang perikanan mengenal beliau terutama masyarakat Kepulauan Riau, bahkan boleh dibilang beliau adalah salah satu pengusaha kerapu sukses dinegeri ini.

Beberapa hari lalu saya beserta beberapa orang teman mendapat kesempatan melihat langsung lokasi penangkaran kerapu milik Pak ChuYang. Keramba yang berjumlah hampir 100 kotak tersebut berisi ikan kerapu dari berbagai jenis; Kerapu Macan, Kerapu Sunuk, Kerapu Lumpur dll. Sungguh suatu pengalaman yang sangat berharga dapat melihat proses budidaya kerapu dan dapat belajar banyak dari orang yang sudah malang-melintang didunianya. Tujuan lain dari perjalanan ini juga untuk melepas penat dari kegiatan sehari-hari, lokasi yang jauh dari hiruk pikuk kota dengan pemandangan laut yang indah membuat pikiran terasa segar kembali. Perjalanan kepulau ini hanya dapat ditempuh dengan penggunakan sampan, boat dan kapal.

Lokasi : Pulau Serai, Kabupaten Bintan, Prov. Kepulauan Riau, Indonesia
 Read the rest of this entry »

Written by nRa

Friday, September 17, 2010 at 4:10 pm

Selamat Idul Fitri

leave a comment »

Written by nRa

Wednesday, September 8, 2010 at 2:54 pm

Nidjiholic

with 4 comments

Nidji on The Stage | PRJ – July 1st, 2010

Written by nRa

Monday, July 19, 2010 at 11:42 pm

Posted in Tukang Foto/Photography

Tagged with ,

they love each other

with 6 comments

location : Starbucks gongguan – Taipei

date/time : forget

Written by nRa

Sunday, April 11, 2010 at 9:29 pm

Posted in Tukang Foto/Photography

Tagged with ,

Hongkong – Beijing (Bagian 4)

with 12 comments

The Great Wall of China


Hari ketiga dikota Beijing. Agenda hari ini adalah mengunjungi tembok besar China. Dari rencana perjalanan yang telah diatur, kami akan menuju Badaling Great Wall dengan menggunakan transportasi umum (Subway/Bus). Tetapi hari itu kami diberikan fasilitas lagi, untuk menggunakan mobil yang telah disewa dan khusus mengantarkan kami ketembok besar China. Sang supir begitu ramah kepada kami, hanya saja diantara kami berlima yang sangat faseh zhongwennya (mandarin) adalah jeng Devi. So, dialah yang menemani supir selama perjalanan didalam mobil pada hari itu, yang laen? bisa … molor, hahaha.  Diawal-awal perjalanan, sang supir bercerita sesuatu tentang kota Beijing, Tembok China dan cuaca semasa musim dingin. Supir menyarankan agar kita pergi ke Juyongguan Great Wall, karena lokasi yang lebih dekat dengan kota Beijing. Estimasi menggunakan mobil untuk Badaling great wall adalah 2 jam, sedangkan Juyongguan great wall hanya 1 jam 30 menit. Kita dapat menyusuri tembok besar Juyongguan yang akhirnya akan sampai pada Badaling great wall.

*pada bagian akhir cerita akan saya berikan itinerary yang seharusnya kami jalani, beserta tips-tips untuk menghemat waktu perjalanan selama di Beijing.

Entah beruntung atau bagaimana, pada hari itu salju turun dari langit tepat beberapa saat setelah sang supir bercerita tentang salju. Begitu terkagum-kagum melihatnya, sontak yang lagi tidur ikut bangun menyaksikan salju turun dari dalam mobil, hehe. Setelah sampai di Juyongguan great wall, akhirnya bisa menikmati turunnya salju. Dingiiiiiiiiiiinnnnnnnnnnn, sampai-sampai tangan saya tidak merasakan apa-apa lagi. Deary yang pertama kali menyadari bentuk salju yang sangat unik. Bentuknya simetris dari beberapa buah segitiga yang digabungkan, sungguh suatu ciptaan tuhan yang maha kuasa. Dari butiran air bisa menjadi butiran es yang sangat halus.

Tiket masuk Juyongguan great wall sebesar RMB40. Saran yang harus diperhatikan untuk melewati tembok besar adalah, jangan memilih tembok yang berbukit dan menanjak. Kita akan kehabisan tenaga terlebih dahulu, sebelum mencapai puncaknya. Pilihlah tembok China yang datar, sehingga kita dapat berjalan dari ujung yang satu ke ujung yg lainnya. Ditambah lagi sewaktu kami kesana, suhu udara sedang tidak bersahabat. Alhasil, napas sudah tinggal 0.5 cc diparu-paru 😀 . Sebagai informasi, tembok besar China terbentang dari ujung timur dan hingga barat daratan China. Ada beberapa bagian tembok yang tidak menyatu dengan bagian tembok utama. Juyungguan adalah view point terdekat dari kota Beijing. Selain Juyungguan juga ada Badaling dan Mutianyu great wall. Kita dapat memilih sendiri tujuan dari tembok besar yang ingin kita lihat.

Setelah lelah mendaki dan puas berfoto ria, saatnya melanjutkan perjalanan menuju tempat wisata berikutnya. Yang ingin dituju kali ini adalah air terjun. Sebenarnya tidak masuk dalam daftar perjalanan kami selama di bejing. Tapi mumpung mobil dapat membawa kami kesana, ya sudahlah .. dijalani saja ^^. Setibanya disini, bukan malah dapat air terjun, tetapi malah melihat gurung tertimbun salju dan sungai-sungai yang beku. Ditambah lagi dengan biaya masuk daerah wisata sebesar RMB 100, maka kami memilih untuk tidak memasukinya. Untuk mengobati rasa kecewa, kami berjalan kaki pulang menuju gerbang depan (sebelumnya harus menggunakan mobil khusus untuk mencapai daerah air terjun). Diperjalanan inilah, kami bermain-main salju dan bersuka ria dengan sisa-sisa salju dipinggiran jalan. Setelah sampai diparkiran mobil, perutpun terasa lapar dan saatnya makan siang (sudah lewat sebenarnya).

Sang supir membawa kami kesebuah rumah makan all you can eat. Menu yang tersedia adalah daging sapi, kambing, cumi, ikan, bakso ikan, udang, sayur-mayur, buah2an dan minuman susu kedelai. Dalam pikiran saya, pastilah harganya mahal untuk makanan ini. Setelah tidak sengaja terlihat disalah satu tembok, tertera angka 29 kuai a.k.a RMB29, saya pun menanyakan harga makanan ini. Ternyata memang RMB29 untuk setiap orang, dengan porsi makanan sepuasnya. Betapa murahnya jika dibandingkan dengan menu serupa di Taipei. Setelah kenyang, akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke Beijing. Sebelum pulang ke apartemen, perjalanan hari ini kami habiskan  dengan mengunjungi sahabat jeng Devi untuk berliturahmi.

Untuk mengisi kekosongan dimalam hari, kami keluar untuk membeli makanan disebuah restoran dekat dengan apartment. Disambi juga dengan adanya akses internet direstoran tersebut, jadinya lumayan untuk hanya sekedar mengecek email atu berskype ria. Secara di China gak bisa buka youtube dan facebook, jadilah internet dihabiskan untuk membaca email-email yang telah masuk inbox.

Read the rest of this entry »

Written by nRa

Friday, February 19, 2010 at 11:02 pm

Hongkong – Beijing (Bagian 3)

with 7 comments

Dinginnya suhu Beijing dan Ski resort area

Hari-hari berikutnya selama lebih kurang seminggu akan kami lalui dikota besar ini. Setibanya di Beijing west station, kami berlima dijemput oleh Mr. Chang untuk diantarkan kerumah abangnya Deari, Chicco Mutaqin. Sebelumnya kami sempat mengambil beberapa video tentang kedatangan di Beijing west station, kami berlima telah menggunakan pakaian yang super tebal, hehehe. Suhu di Beijing saat itu adalah nol derajat. Lebih dari satu jam perjalanan menggunakan mobil, akhirnya kami tiba di US Federal apartment. Sebuah apartment dikawasan Chaoyang, komplek kedutaan negara-negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan China.

Sore itu, Beijing terasa sangat dingin bagi kami berlima. Setelah beristirahat sejenak, makan malam dan membersihkan diri. Kami memutuskan untuk menggeledah area disekitar tempat kami tinggal. Berjalan yang tak memiliki arah dimalam hari yang dingin, sungguh pengalaman yang tak terlupakan. Sisa-sisa salju masih berserakan dipinggiran jalanan kota Beijing. Akhirnya dapat juga memegang dan merasakan salju, walaupun hanya sisa dipinggiran jalan.

Keesokan harinya, kami dijemput oleh Mr.Chang dan diantar ketempat wisata  Yu Fon Shan Ski resort. Perjalanan menggunakan mobil sekitar 1 jam 30 menit. Tiket masuk kearea ski sebesar RMB 20 dan biaya sewa peralatan ski adalah RMB 140 untuk 2 jam. Kelebihan dari waktu yang telah ditentukan akan dikenakan biaya tambahan per sepuluh menit sebesar RMB 20.

Dengan segala keterbatasan kemampuan dan kesempatan pertama untuk mencoba papan ski, kami begitu antusias untuk langsung mencobanya. Kesan pertama? susaaaaaaahhhhhhhhh … hehehehehe. Bahkan untuk memasang papan ski pada sepatu khusus yang telah dipakai, harus menghabiskan waktu hingga setengah jam 😀 . Setelah mencoba untuk beberapa waktu, akhirnya memberanikan diri meluncur dari ketinggian yang paling landai ^^. Read the rest of this entry »

Written by nRa

Wednesday, February 17, 2010 at 2:52 am